TEHERAN — Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menegaskan akan memberikan respons yang lebih keras apabila Amerika Serikat maupun pihak lawan kembali melanggar komitmen gencatan senjata. Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara IRGC, Brigadir Jenderal Hossein Mohebbi, yang menilai pelanggaran terhadap kesepakatan telah menjadi pola yang berulang dalam setiap tahapan negosiasi.
Menurut Mohebbi, Iran telah mengantisipasi kemungkinan tersebut dan menegaskan bahwa setiap bentuk pelanggaran tidak akan dibiarkan tanpa balasan.
Iran: Pelanggaran Telah Diantisipasi
Mohebbi menyatakan bahwa pengalaman dalam berbagai proses diplomasi menunjukkan pihak lawan kerap mengingkari komitmen yang telah disepakati.
«”Seperti yang telah kami antisipasi, musuh adalah pihak yang melanggar komitmennya, bertindak curang, dan tidak dapat dipercaya. Pada setiap tahap negosiasi, dan setiap saat, mereka dapat melakukan tindakan tertentu.”»
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa, menurut IRGC, potensi pelanggaran terhadap gencatan senjata selalu menjadi bagian dari kalkulasi strategis Iran.

Comment