JAKARTA | UBN Newsroom — Ahad, 9 Agustus 2026 M / 25 Safar 1448 H. Ketua Umum Serikat Jurnalis Muslim Indonesia (SAJID), KH Bachtiar Nasir, menghadiri acara MAHAYUGA ke-3 yang diselenggarakan oleh Garuda TV pada Ahad, 9 Agustus 2026.
Kehadiran KH Bachtiar Nasir dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari silaturahmi sekaligus dukungan terhadap kegiatan yang mempertemukan tokoh, insan media, dan berbagai elemen masyarakat dalam membangun komunikasi serta kolaborasi.
MAHAYUGA menjadi salah satu agenda Garuda TV yang mempertemukan berbagai pihak dalam suasana kebersamaan. Kehadiran Ketua Umum SAJID turut mencerminkan pentingnya membangun sinergi antara komunitas jurnalis, tokoh masyarakat, dan lembaga media dalam menghadirkan kontribusi positif bagi bangsa.
Sebagai Ketua Umum SAJID, KH Bachtiar Nasir terus mendorong peran jurnalis Muslim agar tidak hanya menjalankan fungsi pemberitaan, tetapi juga menghadirkan informasi yang berimbang, mencerdaskan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kehadiran tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah dan jejaring antarelemen masyarakat di tengah perkembangan industri media dan komunikasi yang semakin dinamis.
SAJID terus mendorong terbangunnya ekosistem jurnalistik yang profesional, berintegritas, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dan kepentingan kemanusiaan.
Perspektif UBN Newsroom
Kehadiran tokoh masyarakat dan pimpinan organisasi profesi dalam forum publik seperti MAHAYUGA dapat menjadi bagian dari upaya memperluas silaturahmi dan membangun komunikasi lintas elemen.
Bagi dunia jurnalistik, pertemuan antarpemangku kepentingan juga dapat membuka ruang kolaborasi yang konstruktif, selama tetap menjaga independensi, profesionalitas, akurasi, dan tanggung jawab dalam penyampaian informasi kepada publik.
Dalam perspektif UBN Newsroom, media memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan pemberitaan yang tidak sekadar informatif, tetapi juga memberikan nilai edukasi dan kemaslahatan bagi masyarakat.
Perspektif Syariah Compliance
Dalam perspektif syariah, silaturahmi dan kerja sama antarsesama dalam perkara yang baik merupakan bagian dari nilai yang dianjurkan Islam. Allah SWT berfirman:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan.” (QS. Al-Ma’idah: 2)
Karena itu, silaturahmi dan kolaborasi dalam kegiatan publik dapat menjadi sarana membangun kemaslahatan selama tidak melibatkan perkara yang bertentangan dengan syariat.
Bagi insan media Muslim, prinsip tersebut juga perlu diwujudkan dalam praktik jurnalistik melalui kejujuran, tabayyun, menjaga amanah informasi, menghindari fitnah, serta tidak menyebarkan berita yang belum terverifikasi.
Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan yang akhirnya membuat kamu menyesali perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat: 6)
Dengan demikian, silaturahmi dan kolaborasi antara tokoh, organisasi, dan media idealnya diarahkan untuk menghadirkan manfaat, memperkuat ukhuwah, serta membangun ekosistem informasi yang amanah dan bertanggung jawab.
Melalui kehadiran dalam berbagai forum dan kegiatan publik, SAJID diharapkan dapat terus memperluas silaturahmi serta membuka ruang kolaborasi dalam menghadirkan karya jurnalistik yang membawa manfaat dan kebaikan bagi masyarakat.*

Comment