Advertisement
Uncategorized
Home » Khutbah Jumat, UBN Serukan Umat Tidak Memberi Panggung kepada Pendukung Genosida Gaza

Khutbah Jumat, UBN Serukan Umat Tidak Memberi Panggung kepada Pendukung Genosida Gaza

JAKARTA, UBN NEWSROOM — Jumat, 19 Jumadilawal 1448 H / 30 Oktober 2026 M.

Ustaz Bachtiar Nasir mengangkat persoalan solidaritas terhadap Palestina dalam khutbah Jumat bertajuk “Jangan Beri Panggung kepada Pelaku dan Pendukung Genosida di Gaza” yang dipublikasikan pada 30 Oktober 2026 melalui kanal resminya, @Bachtiar Nasir.

Dalam khutbah tersebut, ia mengajak umat Islam untuk tidak memberikan panggung kehormatan kepada figur yang memiliki rekam jejak dukungan terhadap militer Israel. Seruan itu disampaikan di tengah polemik rencana konser penyanyi Andrea Bocelli di Candi Borobudur pada 31 Oktober dan Jakarta pada 3 November 2026.

Ustaz Bachtiar menekankan bahwa persoalan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan pertunjukan musik, tetapi juga menyangkut sikap moral dan tanggung jawab umat dalam menentukan kepada siapa dukungan, perhatian, dan apresiasi diberikan.

Ia mengingatkan bahwa takwa tidak hanya diwujudkan dalam ibadah, tetapi juga tercermin dalam sikap terhadap kezaliman, termasuk dalam menentukan siapa yang disambut, diberi panggung, dan mendapatkan dukungan publik.

Aksi Rakyat Bela Indonesia Deklarasikan Lima Tuntutan Kebangsaan

DUDUK PERKARA KONTROVERSI KONSER ANDREA BOCELLI

Dalam khutbahnya, Ustaz Bachtiar merujuk Pernyataan Sikap Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor Kep-111/DP-MUI/X/2026 tertanggal 13 Oktober 2026. Pernyataan tersebut disebut memuat penolakan terhadap rencana konser Andrea Bocelli di Indonesia.

Salah satu pertimbangan yang disampaikan dalam khutbah adalah rekam jejak Bocelli yang pernah tampil dalam acara Friends of the Israel Defense Forces di Los Angeles pada 2010, yang disebut sebagai kegiatan penggalangan dana bagi tentara Israel. Ia juga pernah menggelar konser di Tel Aviv pada 2022.

Ustaz Bachtiar menghubungkan sikap tersebut dengan Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan terhadap Perjuangan Palestina. Fatwa tersebut menyatakan bahwa mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina hukumnya wajib, sementara mendukung agresi Israel, baik secara langsung maupun tidak langsung, hukumnya haram.

Namun, khutbah itu juga mencatat klarifikasi dari pihak Bocelli yang menyatakan bahwa kedatangannya ke Indonesia ditujukan untuk kegiatan seni, tanpa pesan politik dan tanpa aliran dana kepada militer mana pun. Penyelenggara juga disebut menyiapkan program donasi sepatu bagi anak-anak Palestina.

Aksi Rakyat Bela Indonesia Dihadiri Ribuan Massa, UBN Soroti Penyadapan dan Oligarki

Ustaz Bachtiar menyatakan bahwa klarifikasi mengenai tujuan konser saat ini tetap perlu dicatat. Namun, menurutnya, hal tersebut tidak serta-merta menghapus rekam jejak yang menjadi dasar keberatan MUI.

Ia juga menegaskan bahwa penolakan terhadap konser tersebut, sebagaimana dijelaskan dalam khutbahnya, bukanlah penolakan terhadap pribadi penyanyi, bangsa, agama, ataupun seni. Persoalan yang disoroti adalah keberpihakan terhadap penjajahan dan agresi.

TIGA LANDASAN SIKAP DALAM KHUTBAH

Ustaz Bachtiar membangun argumentasi khutbahnya melalui tiga landasan utama.

Pertama, larangan bersandar kepada pihak yang berbuat zalim.

Hujan Deras Picu Banjir di Kamp Pengungsian Gaza, PBB Serukan Bantuan

Ia mengutip firman Allah dalam Surah Hud ayat 113 yang melarang orang-orang beriman cenderung kepada pihak yang zalim. Menurut penjelasannya, larangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan keterlibatan langsung dalam tindakan kezaliman, tetapi juga sikap condong, merasa nyaman, atau memberikan dukungan terhadap pelakunya.

Ayat tersebut kemudian dihubungkan dengan Surah Al-Ma’idah ayat 2 tentang perintah tolong-menolong dalam kebajikan dan takwa serta larangan bekerja sama dalam dosa dan permusuhan.

Ustaz Bachtiar mengajak jamaah mempertimbangkan kembali bentuk dukungan yang diberikan melalui pembelian tiket, promosi, kehadiran, dan partisipasi dalam sebuah acara.

Kedua, berlaku adil kepada semua pihak, tetapi tegas terhadap dukungan kepada penjajahan.

Ia mengutip Surah Al-Mumtahanah ayat 8–9 untuk menjelaskan bahwa Islam tidak melarang umatnya berbuat baik dan berlaku adil kepada orang-orang yang tidak memerangi mereka. Namun, Islam juga memberikan batasan terhadap loyalitas kepada pihak yang memerangi, mengusir, dan membantu tindakan pengusiran.

Dalam bagian ini, Ustaz Bachtiar menekankan pentingnya membedakan antara identitas seseorang dan sikap politik atau tindakannya. Penolakan terhadap dukungan kepada agresi tidak boleh berubah menjadi kebencian terhadap seluruh bangsa atau kelompok agama tertentu.

Ia juga mengutip hadis Rasulullah ﷺ:

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ، لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ

“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Ia tidak menzaliminya dan tidak menyerahkannya (kepada musuh).”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Ketiga, memberi dan menahan sesuatu karena Allah.

Ustaz Bachtiar mengingatkan bahwa dukungan tidak selalu berbentuk bantuan materi secara langsung. Panggung, tepuk tangan, uang tiket, dan perhatian publik juga merupakan bentuk pemberian yang perlu dipertimbangkan berdasarkan nilai dan prinsip keimanan.

Ia mengutip hadis tentang mencintai, membenci, memberi, dan menahan sesuatu karena Allah sebagai bagian dari kesempurnaan iman.

Selain itu, ia membacakan Surah Al-Furqan ayat 72 tentang karakter hamba-hamba Allah Yang Maha Pengasih yang tidak menghadiri atau memberikan kesaksian terhadap kebatilan.

LIMA SIKAP YANG DIAJAK UNTUK DILAKUKAN

Pada bagian akhir khutbah pertama, Ustaz Bachtiar menyampaikan lima sikap yang dapat dilakukan umat Islam dalam menunjukkan kepedulian terhadap Palestina.

  1. Tidak memberikan panggung kepada pihak yang dinilai mendukung kezaliman, antara lain dengan tidak membeli tiket, menghadiri, atau ikut menyebarkan promosi acara yang menjadi persoalan.
  2. Menyampaikan aspirasi secara santun dan melalui jalur yang sah, tanpa kekerasan maupun tindakan perusakan.
  3. Mengalirkan bantuan untuk Palestina melalui lembaga yang amanah, termasuk melalui zakat, infak, dan sedekah sesuai ketentuan yang berlaku.
  4. Menjaga konsumsi dengan mempertimbangkan informasi dan data yang sahih mengenai produk atau pihak yang diketahui mendukung agresi, bukan berdasarkan kabar yang belum terverifikasi.
  5. Menghidupkan doa dan pendidikan, termasuk memperbanyak doa untuk Gaza serta mengenalkan persoalan Palestina kepada anak-anak agar kepedulian dan pemahaman mereka terus terjaga.

Ustaz Bachtiar juga mengutip hadis Rasulullah ﷺ mengenai kewajiban mengubah kemungkaran sesuai kemampuan, baik melalui tindakan, lisan, maupun hati. Ia menjelaskan bahwa setiap orang memiliki ruang tanggung jawab yang berbeda, sesuai kewenangan dan kemampuannya.

INFORMASI YOUTUBE UBN

Saksikan khutbah lengkap Ustaz Bachtiar Nasir dan berbagai informasi serta analisis strategis lainnya melalui kanal YouTube resmi UBN Newsroom:

https://www.youtube.com/@UBNNewsroom

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement