Internasional
Home » Pandangan Dr. Yasir Qadhi: Pemakaman Massal di Gaza dan Kekalahan AIPAC Dinilai Jadi Titik Balik Opini Publik Amerika

Pandangan Dr. Yasir Qadhi: Pemakaman Massal di Gaza dan Kekalahan AIPAC Dinilai Jadi Titik Balik Opini Publik Amerika

JAKARTA | UBN Newsroom — Kamis, 23 Safar 1448 H / 6 Agustus 2026 M.
Cendekiawan Muslim Amerika, Dr. Yasir Qadhi, menilai dua peristiwa yang terjadi pada hari yang sama memiliki keterkaitan erat dalam dinamika politik dan kemanusiaan internasional. Menurutnya, pemakaman massal lebih dari 112 jenazah warga Palestina di Gaza serta kemenangan politik Abdul Rahman El-Sayed dalam pemilihan pendahuluan di negara bagian Michigan, Amerika Serikat, mencerminkan perubahan besar dalam opini publik terhadap konflik Palestina-Israel.

Dalam pernyataannya, Dr. Yasir Qadhi mengungkapkan bahwa Gaza menggelar pemakaman massal terbesar yang pernah terjadi, setelah lebih dari 112 jenazah yang sebelumnya tertimbun reruntuhan selama berbulan-bulan berhasil dievakuasi dan dimakamkan.

Pada hari yang sama, Abdul Rahman El-Sayed, seorang politikus Amerika Serikat yang dikenal menentang genosida di Gaza, berhasil meraih kemenangan penting di Michigan. Menurut Yasir Qadhi, kemenangan tersebut mengguncang dinamika politik Partai Demokrat maupun Partai Republik serta memengaruhi arah percakapan politik di Amerika Serikat.

Dr. Yasir Qadhi menilai kedua peristiwa tersebut tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Ia menyebut American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) bersama sekutunya menghabiskan sekitar US$65 juta untuk mendukung lawan politik Abdul Rahman El-Sayed demi mempertahankan dukungan terhadap kebijakan Amerika Serikat yang selama ini memberikan bantuan kepada Israel.

“Bayangkan: AIPAC menghabiskan US$65 juta untuk mengamankan satu nominasi di dalam Partai Demokrat untuk satu posisi Senat potensial. Dan… mereka kalah,” tulisnya

Saudi, Turkiye, Pakistan Tandatangani Pakta Pertahanan Makkah, Apa Itu?

Menurutnya, bagi banyak pemilih Amerika, kontestasi tersebut telah berkembang menjadi lebih dari sekadar persaingan antar kandidat. Hasil pemilihan itu dinilai mencerminkan meningkatnya penolakan masyarakat terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang dianggap terus mendukung operasi militer Israel di Gaza.

Dr. Yasir Qadhi juga menyatakan bahwa hasil tersebut menunjukkan semakin besarnya tuntutan masyarakat Amerika agar kebijakan luar negeri negaranya dibangun berdasarkan kepentingan nasional, nilai-nilai kemanusiaan, dan suara rakyat, bukan dipengaruhi oleh kekuatan lobi tertentu.
Ia menambahkan bahwa dukungan politik dari AIPAC kini mulai dipandang sebagian masyarakat bukan lagi sebagai keuntungan politik, melainkan sebagai beban elektoral.

Dalam pandangannya, keteguhan masyarakat Gaza menghadapi perang, pendudukan, dan krisis kemanusiaan telah memengaruhi persepsi publik internasional serta mengikis legitimasi moral pihak-pihak yang selama ini mendukung operasi militer Israel.

Dr. Yasir Qadhi berharap Amerika Serikat pada masa mendatang lebih mengutamakan kebijakan yang berorientasi pada keadilan dan kesejahteraan rakyatnya sendiri dibandingkan membiayai konflik bersenjata di luar negeri.

Dr. Yasir Qadhi merupakan seorang cendekiawan, teolog, dan ulama Muslim Amerika yang dikenal luas di dunia berbahasa Inggris. Saat ini ia menjabat sebagai Dekan Akademik The Islamic Seminary of America serta peneliti tetap di East Plano Islamic Center, Texas.

Indonesia Kutuk Upaya Aneksasi Masjid Al-Aqsa, Serukan Persatuan Negara-Negara Muslim Dukung Palestina

Perkembangan opini publik internasional terhadap konflik Gaza menunjukkan bahwa isu kemanusiaan semakin menjadi faktor penting dalam membentuk arah kebijakan politik global. Perdebatan mengenai dukungan terhadap Israel, pengaruh kelompok lobi, serta perlindungan terhadap warga sipil kini tidak hanya berlangsung di forum diplomatik, tetapi juga menjadi isu utama dalam kontestasi politik domestik berbagai negara.

Dalam konteks tersebut, meningkatnya perhatian masyarakat terhadap tragedi kemanusiaan di Gaza menunjukkan bahwa nilai-nilai keadilan, hak asasi manusia, dan akuntabilitas internasional semakin mendapat tempat dalam percakapan publik dunia.

Islam menegaskan pentingnya menegakkan keadilan serta membela pihak-pihak yang tertindas tanpa membedakan suku, bangsa, maupun latar belakang.

Saudi Edu Expo 2026 Usai, Antusias Pengunjung Melonjak Lebih Tiga Kali Lipat

Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.”
(QS. Al-Ma’idah: 8)

Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tolonglah saudaramu, baik ia berbuat zalim maupun dizalimi.”

Para sahabat bertanya,
“Kami memahami menolong orang yang dizalimi, tetapi bagaimana menolong orang yang berbuat zalim?”
Beliau menjawab:

“Engkau mencegahnya dari perbuatan zalim, itulah bentuk pertolongan kepadanya.”
(HR. Bukhari)

Ayat dan hadis tersebut menegaskan bahwa Islam memerintahkan umatnya untuk berpihak kepada keadilan, menjaga nilai-nilai kemanusiaan, serta menghindari segala bentuk kezaliman. Penyelesaian konflik hendaknya ditempuh melalui jalan yang menjunjung tinggi hak hidup, martabat manusia, dan perdamaian yang berkeadilan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *