Advertisement
Uncategorized
Home » Pemilu Sela AS 2026: Kebangkitan Politik Islam dan Perubahan Peta Washington

Pemilu Sela AS 2026: Kebangkitan Politik Islam dan Perubahan Peta Washington

Screenshot

JAKARTA, UBN NEWSROOM — Kamis, 25 Jumadilawal 1448 H / 5 November 2026 M.

Pemilu Sela (Midterm Election) Amerika Serikat yang berlangsung pada Selasa (3/11/2026) menghasilkan perubahan besar dalam peta politik nasional. Partai Demokrat berhasil merebut kendali Dewan Perwakilan Rakyat (House of Representatives) dan Senat sekaligus, mengakhiri dominasi Partai Republik di Kongres pada sisa masa pemerintahan Presiden Donald Trump.

Kemenangan tersebut juga mencatat sejumlah pencapaian bersejarah, khususnya dalam keterwakilan masyarakat Muslim, Palestina-Amerika, dan perempuan kulit hitam dalam kepemimpinan politik Amerika Serikat.

Demokrat Rebut Kendali Dua Kamar Kongres

Supporters react as US President Donald Trump leaves the stage following a campaign rally at the Freeman Coliseum in San Antonio, Texas, on October 7, 2026. Republican Senate candidate Ken Paxton is in a close race with Democratic candidate James Talarico for one of Texas’ US Senate seats. (Photo by Mandel NGAN / AFP)

Berdasarkan proyeksi NBC News, Partai Demokrat diperkirakan memperoleh 258 kursi DPR dan membalikkan sedikitnya tujuh kursi Senat dari Partai Republik, sehingga mengamankan mayoritas sekitar 54 kursi.

Aksi Rakyat Bela Indonesia Deklarasikan Lima Tuntutan Kebangsaan

Associated Press (AP) juga mencatat keunggulan Demokrat dalam perolehan kursi DPR berdasarkan hasil penghitungan yang telah diproyeksikan menang. Peralihan kendali kedua kamar Kongres secara bersamaan ini menjadi yang pertama terjadi dalam pemilu sela sejak 2006.

Kemenangan Demokrat bahkan menjangkau sejumlah wilayah yang selama ini dikenal sebagai basis kuat Partai Republik. Di Texas, James Talarico berhasil mengalahkan Ken Paxton dalam pemilihan Senat, sementara Gina Hinojosa mengalahkan petahana Gubernur Greg Abbott.

Di Kansas, Adam Hamilton juga berhasil mengalahkan petahana Roger Marshall. Demokrat turut mencatat kemenangan di sejumlah negara bagian lain, termasuk South Carolina, Ohio, Iowa, dan North Carolina.

Hasil tersebut mencerminkan meningkatnya ketidakpuasan sebagian pemilih terhadap pemerintahan Trump. Berdasarkan laporan Reuters dan berbagai exit poll, persoalan biaya hidup, inflasi, serta perang dengan Iran yang berlangsung sejak Februari 2026 menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi pilihan pemilih.

Tiga Pencapaian Bersejarah

Aksi Rakyat Bela Indonesia Dihadiri Ribuan Massa, UBN Soroti Penyadapan dan Oligarki

Di tengah perubahan peta politik tersebut, Pemilu Sela AS 2026 juga menghadirkan tiga figur dengan pencapaian penting dalam sejarah politik Amerika Serikat.

Pertama, Abdul El-Sayed berhasil memenangkan pemilihan Senat dari Michigan. Kemenangan ini menjadikannya Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Senat Amerika Serikat. Mantan pejabat kesehatan masyarakat berusia 42 tahun tersebut dikenal membawa agenda penurunan biaya hidup dan perluasan akses layanan kesehatan.

Kedua, Aber Kawas, perempuan keturunan Palestina-Amerika, berhasil memenangkan kursi Senat Negara Bagian New York dari Distrik 12. Kemenangannya menjadikannya perempuan Muslim Palestina-Amerika pertama yang terpilih menjadi anggota Senat Negara Bagian New York sekaligus salah satu representasi penting komunitas Palestina dalam politik Amerika.

Ketiga, Keisha Lance Bottoms berhasil memenangkan pemilihan gubernur Georgia. Mantan Wali Kota Atlanta tersebut mencatat sejarah sebagai perempuan kulit hitam pertama yang terpilih menjadi gubernur sebuah negara bagian di Amerika Serikat.

Ketiga kemenangan tersebut memperlihatkan semakin terbukanya ruang keterwakilan kelompok masyarakat yang selama ini relatif terbatas dalam struktur kekuasaan politik Amerika Serikat.

Hujan Deras Picu Banjir di Kamp Pengungsian Gaza, PBB Serukan Bantuan

Trump Terima Hasil, tetapi Siapkan Veto

Menanggapi kekalahan Partai Republik, Presiden Donald Trump menyampaikan ucapan selamat kepada Partai Demokrat dan menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama dengan Kongres yang baru.

Namun, Trump menegaskan bahwa hasil pemilu tersebut bukan merupakan penolakan langsung terhadap dirinya. Ia beralasan tidak ikut berkontestasi dalam pemilu sehingga tidak dapat mengukur kekuatan politiknya secara langsung.

Dalam wawancara dengan CBS News, Trump menyatakan, apabila dirinya menjadi kandidat dalam pemilu tersebut, Partai Republik diyakininya akan meraih kemenangan besar.

Trump juga sebelumnya memperingatkan bahwa dirinya memiliki kewenangan veto terhadap rancangan undang-undang yang tidak disetujuinya apabila Demokrat menguasai Kongres.

Dengan demikian, kemenangan Demokrat tidak membuat Trump kehilangan jabatan presiden. Ia tetap menjabat hingga Januari 2029, tetapi harus menghadapi Kongres yang dikuasai partai oposisi mulai Januari 2027.

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement