Internasional
Home » PP Muhammadiyah Terima Kunjungan Dubes Qatar, Bahas Kerja Sama Pendidikan dan Peluang Tenaga Kesehatan

PP Muhammadiyah Terima Kunjungan Dubes Qatar, Bahas Kerja Sama Pendidikan dan Peluang Tenaga Kesehatan

YOGYAKARTA | UBN Newsroom — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad Al Dosari, di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, pada Senin (3/8/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan sekaligus menjajaki kerja sama strategis antara Qatar dan Muhammadiyah di berbagai sektor, khususnya pendidikan, kesehatan, dan pengembangan sumber daya manusia.

Dalam pertemuan itu, Duta Besar Qatar menyampaikan komitmen pemerintahnya untuk membangun kolaborasi dengan Muhammadiyah. Peluang kerja sama yang ditawarkan mencakup pengembangan pendidikan, baik pada bidang studi Islam maupun ilmu pengetahuan dan sains.

Selain itu, sektor kesehatan menjadi salah satu fokus utama pembahasan. Dubes Qatar menyampaikan harapannya agar lulusan perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, khususnya di bidang kesehatan dan kedokteran, dapat berkontribusi di Qatar.

Saat ini, terdapat sekitar 30.000 tenaga kesehatan dan perawat yang bekerja di Qatar. Namun, jumlah tenaga profesional yang berasal dari Indonesia dinilai masih relatif sedikit. Karena itu, Qatar berharap dapat menjalin kerja sama yang lebih erat dengan Muhammadiyah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing internasional.

Jelang HUT Ke-81 RI, AQL Islamic Center Bersolek dengan Nuansa Merah Putih

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyambut baik kunjungan tersebut sebagai bagian dari penguatan hubungan internasional Muhammadiyah dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pengembangan kualitas sumber daya manusia.

Perspektif UBN Newsroom

Kerja sama antara lembaga pendidikan Islam Indonesia dengan negara sahabat menunjukkan semakin terbukanya peluang diplomasi berbasis pendidikan dan kemanusiaan. Selain memperluas akses pendidikan, kolaborasi seperti ini juga berpotensi meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia agar mampu berkiprah di tingkat global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

Perspektif Compliance
Islam mendorong umatnya untuk membangun kerja sama dalam kebaikan, meningkatkan kualitas ilmu pengetahuan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Kolaborasi lintas negara dalam bidang pendidikan dan kesehatan merupakan bentuk ikhtiar yang sejalan dengan prinsip kemaslahatan (maslahah) dan pengembangan kompetensi umat.

Allah SWT berfirman:
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.” (QS. Al-Ma’idah: 2)

Lukman Hakim Saifuddin: Muktamar NU Harus Jaga Izzah, Hindari Politik Uang dan Voting

Penulis: Tim UBN Newsroom

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *