
JAKARTA, UBN NEWSROOM — Ahad, 21 Jumadilawal 1448 H / 1 November 2026 M.
Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2026 resmi dibuka oleh Aqsa Working Group (AWG) melalui Grand Opening dan Apel Akbar 1.000 Relawan Kemanusiaan di Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Ahad (1/11/2026), pukul 05.30–12.00 WIB.
Mengusung tema “Bergerak untuk Kemanusiaan, Menguatkan Solidaritas dan Semangat Kerelawanan untuk Perdamaian”, kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian solidaritas dan advokasi Palestina sepanjang November 2026. Adapun tema besar BSP tahun ini adalah “Penguatan Peran Advokasi Global menuju Pembebasan Al-Aqsa dan Kemerdekaan Palestina”.
Pembukaan BSP 2026 dihadiri Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfattah A.K. Al-Sattari, perwakilan Kementerian Agama, Pembina Utama AWG Imaam Yakhsyallah Mansur, serta sejumlah tokoh nasional dan aktivis kemanusiaan. Peresmian kegiatan ditandai dengan pemukulan gong oleh Dubes Palestina.
Seribu Relawan, Lima Elemen Kemanusiaan
Apel akbar dikoordinasikan oleh Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) dengan melibatkan lima elemen relawan, yaitu tim penyelamat, medis, jurnalis, konstruksi, dan aktivis sosial. Defile relawan dipimpin Ketua Umum UAR Endang Sudrajat.
Rangkaian pembukaan juga menampilkan atraksi paramotor yang membawa bendera Indonesia dan Palestina. Para relawan turut membentangkan bendera kolosal Palestina berukuran sekitar 50 meter panjang dan 9 meter lebar sebagai simbol solidaritas masyarakat Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Ketua BSP 2026, Yusuf Maulana, menyampaikan bahwa penyelenggaraan tahun ini menjadi pengingat agar isu Palestina tidak dilupakan. BSP diharapkan menjadi ruang konsolidasi berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, pemerintah, parlemen, akademisi, jurnalis, mahasiswa, santri, hingga komunitas kemanusiaan.
Agenda BSP Sepanjang November 2026
BSP 2026 tidak berhenti pada apel pembukaan. AWG menyiapkan sejumlah agenda lanjutan untuk memperluas edukasi, konsolidasi, dan advokasi Palestina sepanjang November.
Rangkaian kegiatan yang dijadwalkan meliputi:
- 8 November: Solidarity Run for Palestine dan Talkshow Perempuan Palestina di Masjid Darussalam, Kota Wisata.
- 8 dan 22 November: Festival Baitul Maqdis di Masjid Darussalam, Kota Wisata.
- 14–15 November: Summit for Palestine di kawasan Gunung Gede, Jawa Barat.
- 19 November: Focus Group Discussion Journalists for Palestine di Jakarta.
- 25 November: Simposium Anti-Zionis di DPR RI, Jakarta.
- 28–29 November: Long March Cinta Al-Aqsa dari Masjid At-Taqwa, Cileungsi, Bogor, menuju Masjid Istiqlal, Jakarta.
- 29 November: Penutupan BSP 2026 di Masjid Istiqlal, bertepatan dengan Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina.
November dan Sejarah Perjuangan Palestina
Pemilihan November sebagai bulan solidaritas berkaitan dengan sejumlah momentum sejarah Palestina. Di antaranya Deklarasi Balfour pada 2 November 1917, Deklarasi Kemerdekaan Palestina pada 15 November 1988, serta penetapan 29 November sebagai Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina melalui Resolusi Majelis Umum PBB 32/40 B pada 1977.
Ketua Presidium AWG, Muhammad Anshorullah, menegaskan bahwa perjuangan Palestina membutuhkan gerakan kolektif yang konsisten dan terarah. Menurutnya, solidaritas tidak boleh berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi harus diwujudkan melalui pendidikan, media, diplomasi masyarakat, kegiatan kemanusiaan, dan penguatan jejaring advokasi.

Comment