
WASHINGTON, UBN NEWSROOM — Kamis, 25 Jumadilawal 1448 H / 5 November 2026 M.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pemerintahannya akan menghentikan pemberian bantuan militer tahunan kepada Israel pada akhir 2026. Pernyataan tersebut mengejutkan sejumlah pejabat militer dan pertahanan Israel, yang mengaku belum menerima pemberitahuan resmi mengenai perubahan kebijakan tersebut.
Trump menyampaikan pernyataan itu dalam wawancara melalui telepon dengan program Fox & Friends pada Selasa (3/11). Ia mengklaim telah mencapai kesepakatan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mengakhiri bantuan tersebut karena Israel dinilai telah memiliki kemampuan ekonomi yang cukup untuk membiayai kebutuhan pertahanannya sendiri.
Trump Sebut Israel Tak Lagi Membutuhkan Bantuan

Dalam wawancara tersebut, Trump menyebut AS selama ini memberikan sekitar 4 miliar dolar AS per tahun kepada Israel. Ia mengatakan kedua negara telah menyepakati penghentian bantuan itu dan menyebut Israel tidak lagi membutuhkan dukungan finansial tersebut.
Trump juga menyatakan bahwa AS tetap akan membantu Israel apabila negara itu menghadapi kebutuhan mendesak. Namun, ia tidak menjelaskan secara terperinci skema penghentian bantuan, jenis pendanaan yang akan dihentikan, maupun mekanisme pelaksanaannya.
Pejabat Israel Mengaku Terkejut

Pernyataan Trump dilaporkan mengejutkan sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan, Kementerian Pertahanan, dan militer Israel. Seorang pejabat senior pertahanan Israel yang dikutip lembaga penyiaran publik Kan menyatakan bahwa pihaknya tidak memperkirakan pengumuman tersebut akan disampaikan saat itu.
Pejabat tersebut mengatakan komunikasi dengan pihak Amerika masih berlangsung dan lembaga terkait akan mempelajari dampak dari pernyataan tersebut. Hingga pemberitaan itu diterbitkan, belum ada dokumen resmi yang diterima oleh para pejabat teknis Israel mengenai penghentian bantuan tersebut.
Kesepakatan Bantuan AS-Israel Masih Berlaku hingga 2028

Pernyataan Trump juga memunculkan pertanyaan mengenai keberlanjutan kesepakatan bantuan militer AS-Israel. Berdasarkan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MOU) yang ditandatangani pada 2016, AS berkomitmen menyediakan bantuan militer senilai 38 miliar dolar AS untuk periode tahun fiskal 2019–2028, dengan tetap bergantung pada persetujuan anggaran Kongres.
Skema tersebut mencakup 3,3 miliar dolar AS per tahun melalui program Foreign Military Financing dan 500 juta dolar AS untuk program pertahanan rudal bersama, sehingga totalnya mencapai 3,8 miliar dolar AS per tahun. Dengan demikian, pernyataan Trump mengenai penghentian bantuan pada akhir 2026 belum dengan sendirinya menjelaskan bagaimana komitmen yang masih berjalan hingga 2028 akan diubah.
Laporan Reuters yang diterbitkan melalui Al-Monitor juga menyebut Trump mengaitkan rencana tersebut dengan kritik politik di dalam negeri AS terhadap besarnya bantuan yang diberikan kepada Israel. Sementara itu, belum terdapat rincian resmi mengenai perubahan kebijakan dan konsekuensinya terhadap seluruh bentuk kerja sama pertahanan kedua negara.

Comment