PERSPEKTIF UBN NEWSROOM | Muakhah sebagai Fondasi Persatuan dan Kekuatan Peradaban Umat
Persatuan Tidak Cukup Berhenti pada Seruan
Persatuan umat Islam merupakan kebutuhan mendasar dalam membangun kekuatan sosial, pendidikan, ekonomi, dan dakwah. Namun, persatuan tidak akan terwujud apabila hubungan antarkelompok masih dibatasi oleh prasangka, kedengkian, persaingan pengaruh, dan kepentingan organisasi.
Apa yang disampaikan UBN dalam Silaturahmi Nasional PAJIM menjadi pengingat bahwa pengalaman menimba ilmu agama, termasuk di pusat peradaban Islam seperti Madinah, seharusnya melahirkan tanggung jawab untuk membangun persaudaraan.
Alumni perguruan tinggi Islam tidak cukup hanya memiliki pengetahuan keislaman. Pengetahuan tersebut harus tercermin dalam akhlak, sikap saling menghormati, dan kesediaan bekerja sama demi kepentingan umat.
Membersihkan Hati sebagai Syarat Persaudaraan
Allah SWT memberikan tuntunan mengenai pentingnya menjaga hati dari kedengkian terhadap sesama orang beriman. Hal ini termaktub dalam Surah Al-Hasyr ayat 10:
وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
Artinya:
“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa, ‘Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh, Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang.’”
(QS. Al-Hasyr [59]: 10).
Ayat ini memberikan landasan penting bahwa persaudaraan tidak hanya dibangun melalui pertemuan fisik, tetapi juga membutuhkan kebersihan hati. Doa agar Allah menghilangkan ghill menunjukkan bahwa seorang Muslim semestinya tidak memelihara kebencian dan kedengkian terhadap saudaranya sendiri.
Dalam konteks alumni Madinah, pesan tersebut relevan untuk membangun hubungan yang melampaui batas organisasi, afiliasi lembaga, maupun perbedaan lingkungan dakwah.
Persatuan yang kokoh harus dimulai dari kesediaan untuk saling memaafkan, mendoakan, dan mengakui kontribusi masing-masing pihak.
Dari Persaudaraan Menuju Kekuatan Ekonomi
Keteladanan masyarakat Madinah juga memperlihatkan bahwa persaudaraan harus melahirkan kekuatan nyata. Muakhah tidak berhenti pada hubungan emosional, tetapi menjadi fondasi solidaritas sosial dan kehidupan ekonomi masyarakat.
Karena itu, rencana mempertemukan pengelola pesantren, lembaga pendidikan, dan koperasi alumni dengan Kementerian Koperasi merupakan langkah yang patut didorong. Kolaborasi tersebut dapat membuka peluang penguatan kelembagaan, jaringan usaha, dan pemberdayaan ekonomi umat.
Namun, keberhasilan kerja sama tidak diukur dari banyaknya pertemuan atau dokumen kesepakatan yang dihasilkan. Ukurannya adalah realisasi program dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Menghimpun Potensi untuk Membangun Peradaban
UBN Newsroom memandang bahwa persatuan alumni Madinah dapat menjadi contoh bagaimana perbedaan organisasi dan jaringan dakwah tidak harus menjadi penghalang untuk bekerja bersama.
Setiap lembaga memiliki kapasitas, pengalaman, dan sumber daya yang dapat saling melengkapi. Apabila potensi tersebut dihimpun dalam semangat ukhuwah, kontribusinya akan jauh lebih besar dibandingkan ketika masing-masing berjalan sendiri.
Muakhah dengan demikian bukan sekadar mengenang sejarah persaudaraan kaum Muhajirin dan Ansar, melainkan menghadirkan kembali nilai-nilai tersebut dalam kehidupan umat hari ini.
Persatuan harus melahirkan kerja nyata, persaudaraan harus menghasilkan kemaslahatan, dan ilmu harus berujung pada pengabdian. Dari sinilah alumni Madinah diharapkan mampu mengambil peran sebagai lokomotif dakwah yang tidak hanya kuat dalam pemikiran, tetapi juga kokoh dalam persaudaraan dan nyata dalam membangun peradaban umat.
⸻
DUKUNGAN OPERASIONAL DAKWAH & JURNALISME PERADABAN
UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.
Keberlangsungan kerja dakwah dan jurnalisme membutuhkan dukungan bersama. Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom serta dukungan tanggap bencana dapat disalurkan melalui:
BSI 7779700091
a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.
UBN Newsroom — Strategic Islamic Newsroom.
Kebenaran yang teruji, narasi yang berakar pada wahyu.

Comment