SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agama Palestina
Home » 70 Ribu Jamaah Shalat Jumat di Masjidil Aqsha di Tengah Pembatasan Ketat

70 Ribu Jamaah Shalat Jumat di Masjidil Aqsha di Tengah Pembatasan Ketat

Jakarat | UBN Newsroom — Jumat, 1 Rabiul Awal 1448 H / 14 Agustus 2026 M.
Sekitar 70.000 jamaah Palestina melaksanakan shalat Jumat di Masjidil Aqsha, Al-Quds, Jumat (14/8/2026). Jumlah tersebut tercatat di tengah pembatasan ketat yang diberlakukan otoritas pendudukan Israel terhadap akses menuju kompleks Masjidil Aqsha dan kawasan Kota Tua Yerusalem.

Departemen Wakaf Islam di Yerusalem menyebut puluhan ribu jamaah tetap berdatangan untuk menunaikan shalat Jumat meskipun harus melewati pemeriksaan dan sejumlah pembatasan di berbagai titik menuju masjid.

Khutbah Menyerukan Menjaga Amanah AL-AQSHA

Dalam khutbah Jumat, khatib menyerukan kepada masyarakat Palestina dan umat Islam untuk memandang Al-Quds dan Masjidil Aqsha sebagai amanah yang harus dijaga.

“Wahai para penjaga Al-Aqsha yang tangguh, sesungguhnya Kota Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha yang diberkahi adalah amanah yang berada di pundak kita, dan amanah milik kaum Muslimin seluruhnya,” demikian penggalan khutbah yang disampaikan di Masjidil Aqsha.

Menyongsong Lima Abad Jakarta, MUI DKI Jakarta Perkuat Khidmah Keumatan melalui Mukerda 2026

Khatib mengingatkan bahwa amanah tersebut merupakan tanggung jawab bersama, baik bagi para pemimpin maupun masyarakat. Ia juga mengutip firman Allah SWT dalam QS. Ash-Shaffat ayat 24 tentang pertanggungjawaban manusia atas amanah yang diberikan kepadanya.

Rasulullah ﷺ juga bersabda:
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.”

Masjidil Aqsha Tetap Menjadi Ruang Ibadah

Dalam khutbah tersebut, Masjidil Aqsha digambarkan sebagai tempat yang memiliki kedudukan penting dalam sejarah dan kehidupan masyarakat Palestina.
Khatib menegaskan bahwa seruan kepada Allah akan terus dikumandangkan di Masjidil Aqsha dan kawasan Al-Quds. Masjid tersebut juga disebut sebagai bagian dari identitas, sejarah, serta kehidupan masyarakat Palestina.

“Inilah kesucianku dan kehormatanku. Di sinilah akar dan sejarah nenek moyangku. Di sinilah tempat kelahiran, masa kanak-kanak, masa muda, hingga masa tua. Tanah ini adalah tanah kami, dan masjid ini adalah masjid kami,” demikian penggalan khutbah tersebut.

Seleksi PPIH Kesehatan Haji 2027 Dibuka, Pendaftaran Mulai 20 Agustus

Jamaah Hadapi Pemeriksaan Di Sejumlah Titik

Melansir Palestinian Information Center, Jumat (14/8/2026), sejumlah pemuda Palestina dilaporkan tidak dapat memasuki kompleks Masjidil Aqsha karena tidak lolos pemeriksaan pasukan Israel.

Pasukan Israel disebut memasang penghalang logam di sejumlah ruas jalan menuju Kota Tua dan Masjidil Aqsha. Jamaah juga menjalani pemeriksaan kartu identitas sebelum dapat melanjutkan perjalanan.

Pembatasan tersebut tidak hanya terjadi menjelang shalat Jumat. Pada pagi hari, ribuan warga Palestina juga dilaporkan melaksanakan shalat Subuh di Masjidil Aqsha.
Setiap Jumat dan hari besar Islam, warga Palestina dari berbagai wilayah berupaya mendatangi Masjidil Aqsha. Mereka harus melewati sejumlah pos pemeriksaan yang berada di berbagai jalur menuju kompleks masjid.

Al-Aqsha Dan Tanggung Jawab Umat

Seni Jadi Ruang Pulih bagi Penyintas Muda Gaza dari Trauma Perang

Masjidil Aqsha memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Masjid ini merupakan kiblat pertama umat Islam dan menjadi salah satu dari tiga masjid yang memiliki keutamaan khusus untuk dikunjungi.

Kehadiran puluhan ribu jamaah di tengah berbagai pembatasan menunjukkan bahwa Masjidil Aqsha tetap menjadi bagian penting dari kehidupan spiritual dan identitas masyarakat Palestina.
Bagi umat Islam, perhatian terhadap Al-Aqsha tidak semata-mata berkaitan dengan bangunan fisik, tetapi juga dengan tanggung jawab menjaga kehormatan tempat suci serta memastikan hak umat untuk beribadah.

PERSPEKTIF UBN NEWSROOM

Al-Aqsa Sebagai Amanah

Al-Qur’an mengajarkan bahwa setiap amanah akan dimintai pertanggungjawaban. Karena itu, kepedulian terhadap Masjidil Aqsha harus diwujudkan melalui cara-cara yang menjaga nilai kemanusiaan, keadilan, dan kehormatan tempat suci.
Allah SWT berfirman:
وَقِفُوهُمْ ۖ إِنَّهُم مَّسْئُولُونَ
“Dan tahanlah mereka, sesungguhnya mereka akan ditanya dan dimintai pertanggungjawaban.”
(QS. Ash-Shaffat: 24)

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa setiap manusia memiliki tanggung jawab atas amanah yang berada dalam ruang kewajibannya.
Masjidil Aqsha bukan hanya simbol sejarah, tetapi juga tempat ibadah yang memiliki kedudukan penting bagi umat Islam. Karena itu, menjaga keberadaannya, memastikan akses ibadah, serta membela hak masyarakat untuk beribadah secara damai merupakan bagian dari kepedulian terhadap keadilan.

Pada saat yang sama, perjuangan menjaga tempat suci harus tetap mengedepankan prinsip kemanusiaan, perlindungan terhadap jiwa, serta penyelesaian yang adil dan bermartabat.
Al-Aqsha mengajarkan bahwa sebuah tempat suci bukan hanya tentang bangunan, tetapi tentang iman, sejarah, amanah, dan tanggung jawab yang diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya.
Penulis: Tim UBN Newsroom

Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban

UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.

Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom serta Dukungan tanggap bencana gempa NTT dapat disalurkan melalui: BSI
BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam

Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal

YouTube UBN Newsroom.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement