JAKARTA | UBN Newsroom — Senin, 27 Juli 2026. Dewan Pengurus Pusat Persatuan Ummat Islam (DPP PUI) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat diplomasi kemanusiaan lintas negara.
Pada Senin (27/07/2026), delegasi DPP PUI yang dipimpin oleh Ketua Umum H. Raizal Arifin melakukan audiensi dengan Duta Besar Qatar untuk Indonesia, H.E. Dr. Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari, di Kedutaan Besar Qatar, Mega Kuningan, Jakarta.
Delegasi PUI yang turut hadir antara lain Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Dr. Adhe Nuansa Wibisono, Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan H. Nurhali Ahsan, dan Wakil Ketua Bidang Rekrutmen dan Pembinaan Anggota Dr. Nandar Sunandar.
Dalam pertemuan tersebut, H. Raizal Arifin menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya pemimpin besar Qatar, ayahanda Syeikh Hamad bin Khalifa Al Thani.
Ia menyampaikan doa kebaikan, rahmat, dan maghfirah bagi almarhum atas jasa-jasanya dalam membangun Qatar dan memperkuat hubungan baik dengan Indonesia sebagai sesama negara Muslim. Ia juga mendoakan kesehatan bagi pemimpin Qatar saat ini, Baginda Syeikh Tamim bin Hamad, agar diberikan kemudahan dan bimbingan Tuhan dalam memimpin bangsa ke depannya.
Ketua Umum DPP PUI menjelaskan latar belakang organisasi yang berdiri sejak 1917 dengan basis terbesar di Jawa Barat. Ia memaparkan bahwa PUI memiliki perkiraan 20 juta anggota tersebar di seluruh Indonesia, mengelola sekitar 2.500 sekolah dari madrasah diniyah, tsanawiyah, hingga aaliyah, serta memiliki 7 perguruan tinggi di Bandung, Bogor, Cirebon, Ciamis, dan Sukabumi.
Raizal Arifin juga menyampaikan undangan resmi kepada Duta Besar Sultan bin Mubarak untuk menghadiri agenda Mudzakarah Ulama yang direncanakan sekitar September 2026. Ia menyatakan bahwa kehadiran Dubes Qatar akan menjadi kebanggaan bagi PUI, sekaligus kesempatan bagi Dubes untuk memaparkan hubungan diplomasi kebudayaan Qatar-Indonesia, khususnya dalam tema keagamaan, pendidikan, dan dakwah Islam.
Dr. Adhe Nuansa Wibisono menambahkan bahwa sejumlah tokoh PUI aktif di dunia politik. Ia mengungkapkan Ustadz Ahmad Heryawan, tokoh PUI, pernah menjabat Gubernur Jawa Barat selama 10 tahun (2008–2018). Ia juga menyebutkan bahwa PUI memiliki beberapa perwakilan tokoh yang menjadi anggota DPR RI dari lintas partai, yang menurutnya menunjukkan karakter keterbukaan ormas PUI.
Menanggapi penyampaian belasungkawa PUI, Duta Besar Qatar Dr. Sultan bin Mubarak menyampaikan rasa terima kasih yang sedalamnya atas kepedulian yang ditunjukkan. Ia menyatakan bahwa kepergian Syeikh Hamad merupakan kehilangan besar bagi bangsa Qatar, namun solidaritas dari sahabat muslim di Indonesia menjadi bukti bahwa Qatar dan Indonesia adalah bersaudara.
Duta Besar Sultan juga menyambut baik undangan Mudzakarah Ulama.
“Saya merasa senang sekali mendapatkan undangan tersebut dan akan mencoba untuk menyesuaikan agenda agar dapat menghadiri undangan dari sahabat-sahabat PUI,” ujarnya antusias.
Pertemuan ditutup dengan komitmen kedua pihak untuk membangun komunikasi dan kolaborasi berkelanjutan. PUI bertekad tidak hanya memperkuat eksistensi di dalam negeri, tetapi juga meningkatkan kontribusi dalam jejaring kerja sama dengan negara-negara sahabat di Timur Tengah, terutama memperkuat hubungan baik dengan Qatar.
Perspektif UBN Newsroom
Diplomasi masyarakat (people-to-people diplomacy) menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat hubungan antarnegara, khususnya di antara negara-negara Muslim.
Silaturahmi antara organisasi kemasyarakatan Islam dan perwakilan diplomatik membuka ruang kolaborasi yang lebih luas di bidang pendidikan, dakwah, kemanusiaan, serta penguatan ukhuwah Islamiyah. Komunikasi yang berkelanjutan diharapkan dapat mempererat hubungan Indonesia dan Qatar serta memberikan kontribusi nyata bagi kemaslahatan umat.
Perspektif Syariah Compliance
Islam mengajarkan pentingnya menjaga ukhuwah, menyampaikan belasungkawa kepada sesama Muslim, serta membangun hubungan yang dilandasi kebaikan dan kerja sama.
Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat: 10)
Allah SWT juga berfirman: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.” (QS. Al-Ma’idah: 2)
Kedua ayat tersebut menegaskan bahwa mempererat persaudaraan, menyampaikan empati atas musibah yang menimpa sesama, serta membangun kerja sama dalam bidang pendidikan, dakwah, dan kemanusiaan merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai syariat Islam yang membawa kemaslahatan bagi umat.*

Comment