UBN NEWSROOM | YERUSALEM — Redaksi UBN Newsroom melaporkan situasi terkini dari garis depan pertahanan Al-Aqsa. Blokade administratif dan aksi sepihak otoritas zionis kini memasuki fase yang sangat krusial.
Penjajah secara terang-terangan meluncurkan strategi sistematis untuk mengosongkan fasilitas administrasi, mengusir lembaga Wakaf Islam Yordania, dan memaksakan kendali de facto mereka atas situs suci umat Islam.
Berikut adalah laporan mendalam dan pernyataan sikap resmi yang diterima oleh meja redaksi secara utuh tanpa pengurangan:
Polisi pendudukan telah meningkatkan kebijakan mereka untuk mengosongkan sejumlah bangunan penting di Masjid Al-Aqsa yang suci dengan dalih keamanan yang dibuat-buat. Yang terbaru adalah Kubah Musa di bagian barat daya Al-Aqsa, sehingga jumlah fasilitas yang termasuk dalam rangkaian penargetan menjadi empat fasilitas, yang semuanya merupakan kantor pusat administrasi lembaga wakaf Islam yang berafiliasi dengan Yordania.
Otoritas pendudukan mengarang dalih keamanan terkait fasilitas-fasilitas ini, yang mereka gunakan untuk menyerbu, mendobrak kunci, dan mencegah pemasangan pengganti. Kemudian mereka membiarkannya terbuka sambil mengejar dan mengusir siapa pun yang masuk, dengan dalih bahwa fasilitas tersebut digunakan dalam “pelanggaran keamanan.”
Prosedur ini relatif mirip dengan apa yang mereka terapkan di area tempat shalat Bab al-Rahma selama 16 tahun antara tahun 2003 dan 2019 sebelum mereka mencoba merebutnya.
Hal ini mengharuskan penanganan pengosongan ini sebagai pendahuluan untuk merebut keempat fasilitas ini dan mencoba menempatkannya di bawah kendali dan pengelolaan polisi pendudukan secara bertahap, di samping mengganggu departemen Waqf yang beroperasi di dalamnya.

Comment