Olahraga
Home » Pelatih Tim Mesir: Palestina Bukan Soal Agama Tapi Kemanusiaan

Pelatih Tim Mesir: Palestina Bukan Soal Agama Tapi Kemanusiaan

JAKARTA, UBN NEWSROOM – Pelatih tim nasional Mesir, Hossam Hassan, menegaskan bahwa kepedulian terhadap rakyat Palestina merupakan persoalan kemanusiaan, bukan sekadar agama maupun kebangsaan.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menjawab pertanyaan seorang jurnalis asal Turki dalam konferensi pers menjelang pertandingan Mesir melawan Argentina. Respons ini menyusul aksi Hassan yang mengibarkan bendera Palestina dan mendedikasikan kemenangan Mesir atas Australia kepada rakyat Palestina.

Aksi Hassan tersebut menarik perhatian media internasional dan memicu berbagai tanggapan di media sosial. Dalam konferensi pers, ia menjelaskan bahwa solidaritas yang ditunjukkannya murni lahir dari empati terhadap penderitaan warga sipil.

Empati Tak Mengenal Agama dan Kebangsaan

Mengawali jawabannya, Hassan menyampaikan salam kepada jurnalis dan masyarakat Turki. Ia menegaskan bahwa kepedulian terhadap penderitaan rakyat Palestina merupakan panggilan nurani yang seharusnya dimiliki setiap manusia.

“Jika ada seseorang di dunia ini yang tidak merasakan penderitaan rakyat Palestina, maka ia bukan manusia. Tidak peduli apakah ia orang Arab, orang Eropa, atau berasal dari mana pun,” ujarnya.

Menurut Hassan, empati terhadap penderitaan warga sipil tidak boleh dibatasi oleh sekat-sekat identitas. Baginya, tragedi kemanusiaan adalah persoalan universal yang menyentuh hati nurani setiap manusia tanpa memandang agama, suku, maupun kewarganegaraan.

Indonesia Kembali Gagal di Piala AFF 2026

Menyoroti Hak Asasi Manusia

Hassan juga menyoroti pentingnya konsistensi dalam menjunjung nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM). Ia memberikan kritik reflektif terhadap standar ganda yang sering terjadi di dunia internasional:

  • Kepedulian Terhadap Hewan: Masyarakat global sering kali menunjukkan empati yang besar ketika hewan mengalami perlakuan tidak layak.
  • Apatisme Terhadap Manusia: Di sisi lain, perhatian yang sama sering kali absen ketika perempuan dan anak-anak menjadi korban serangan visual setiap hari.

“Bagaimana dengan hak asasi manusia ketika anak-anak dan perempuan menjadi sasaran serangan setiap hari?” tanyanya.

Ia menggambarkan kontras tajam antara masyarakat luar yang hidup nyaman dengan akses makanan, air bersih, dan tempat tinggal layak, sementara rakyat Palestina harus bertahan hidup di tengah kehancuran konflik.

“Ini tidak ada hubungannya dengan apakah seseorang Muslim atau Kristen, ataupun dengan kewarganegaraannya. Ini bukan persoalan agama ataupun kebangsaan,” tegas Hassan.

Sepak Bola sebagai Suara Kemanusiaan

Hassan mengajak masyarakat dunia membayangkan hidup sekadar untuk satu hari saja tanpa makanan, air, tempat berlindung, serta perlindungan dari cuaca ekstrem.

Persebaya Juara Piala Presiden 2026 Usai Taklukkan Persib Lewat Adu Penalti

Ia menegaskan bahwa dirinya adalah seorang manusia terlebih dahulu sebelum menjadi orang Arab ataupun warga negara Mesir. Menutup pernyataannya, ia menekankan bahwa sepak bola bisa menjadi medium yang kuat untuk menyampaikan pesan perdamaian kepada masyarakat internasional.

“Melalui sepak bola, kami mengirimkan pesan kepada seluruh dunia: Tolong, biarkan rakyat Palestina hidup. Tolong, biarkan mereka hidup.

Perspektif UBN NEWSROOM

Pernyataan Hossam Hassan menggarisbawahi bahwa isu Palestina kerap dipandang oleh figur publik sebagai persoalan kemanusiaan universal yang melampaui batas geopolitik.

  • Dalam Perspektif Peradaban Islam: Menjaga martabat manusia (karāmah al-insān) merupakan prinsip utama. Kehidupan manusia adalah amanah yang harus dihormati tanpa memandang latar belakang. Oleh karena itu, perlindungan terhadap perempuan, anak-anak, dan warga sipil adalah kewajiban moral yang mutlak.
  • Dalam Perspektif Global: Terlepas dari konstelasi politik internasional, aksi Hassan mengingatkan dunia bahwa olahraga dapat bertransformasi menjadi media diplomasi yang kuat, membangun empati, serta menyuarakan hak hidup setiap manusia.
Lebih Pilih Salat Jumat ketimbang Trofi, Pelatih Senegal Pape Thiaw Viral di Piala Dunia 2026

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *