JAKARTA | UBN Newsroom — Senin, 10 Agustus 2026 M / 26 Safar 1448 H. Yayasan Pusat Peradaban Islam (YPPI) Ar-Rahman Qur’anic Learning Center (AQL) menggagas gerakan sosial bertajuk “Kedaulatan Pangan, Ketahanan Bangsa” dengan target penyaluran 81 ribu paket makanan dan 81 ribu paket sembako dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ketua YPPI AQL, Ustaz Iswahyudi Mukhlis, mengatakan gerakan tersebut merupakan ikhtiar untuk membangun kepedulian masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan melalui aksi nyata.
“Kita ingin mewujudkan semangat keberkahan melalui aksi nyata. Kemudian memperkuat kepedulian dan partisipasi dalam membangun ketahanan serta kedaulatan pangan Indonesia,” ujar Ustaz Iswahyudi, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, gerakan tersebut tidak hanya dijalankan oleh AQL, tetapi terbuka bagi masjid, sekolah, komunitas, lembaga pendidikan, serta berbagai elemen masyarakat.
Masing-masing pihak dapat berpartisipasi dengan menyalurkan bantuan secara mandiri kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kita berharap seluas mungkin. Masjid, sekolah kita ajak. Mereka bisa bagi-bagi sendiri. Siapa pun boleh ikut gerakan ini. Kita sebagai inisiator saja,” katanya.
Simbol 81 Tahun Kemerdekaan
Ustaz Iswahyudi menjelaskan, target 81 ribu paket makanan dan 81 ribu paket sembako dipilih sebagai simbol peringatan 81 tahun kemerdekaan Indonesia.
Paket makanan diperkirakan bernilai Rp20 ribu per paket, sedangkan paket sembako sekitar Rp150 ribu per paket. Jika seluruh target terealisasi, total nilai program diperkirakan mencapai sekitar Rp14 miliar.
“Totalnya sekitar Rp14 miliar. Harga satu paket makanan Rp20 ribu, satu paket sembako Rp150 ribu,” ujarnya.
Penyaluran bantuan akan diarahkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain wilayah Jabodetabek, program tersebut diharapkan menjangkau berbagai daerah yang menjadi wilayah dakwah dan binaan AQL.
Sejumlah unit AQL yang telah disiapkan untuk terlibat antara lain di Jonggol, Megamendung, dan Purwakarta. Penyaluran juga akan dilakukan di lingkungan sekitar unit-unit tersebut.
AQL menargetkan gerakan tersebut tidak berhenti pada momentum peringatan HUT ke-81 RI. Menurut Ustaz Iswahyudi, program ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi sosial yang berkelanjutan.
“Tujuannya menggerakkan kolaborasi antara individu, komunitas, dan berbagai lembaga dalam gerakan berbagi pangan secara nasional.
Kemudian membangun gerakan sosial yang berkelanjutan untuk memperkuat ketangguhan bangsa melalui kepedulian, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Ia menilai gerakan berbagi pangan juga relevan di tengah tekanan ekonomi yang dirasakan sebagian masyarakat, termasuk dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) dan menurunnya daya beli akibat kenaikan harga kebutuhan.
“Siapa pun boleh ikut untuk memeriahkan kemerdekaan dengan aksi sosial di tengah kondisi Indonesia yang dari segi ekonomi sedang tidak baik-baik saja. Banyak terjadi PHK, daya beli berkurang karena barang-barang semua naik,” ujarnya.
Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat kepahlawanan dan kepedulian sosial.
“Paling tidak dengan adanya aksi kepedulian ini sedikit mengurangi beban saudara-saudara kita yang membutuhkan dan juga terus menanamkan jiwa kepahlawanan, tidak egois, di tengah kondisi bangsa yang tidak baik-baik saja,” katanya.
Semarak Kemerdekaan di Unit AQL
Selain penyaluran makanan dan sembako, AQL menyiapkan sejumlah kegiatan untuk memeriahkan HUT ke-81 RI di berbagai unit pendidikan dan dakwahnya.
Kegiatan tersebut meliputi upacara kemerdekaan, pemasangan atribut merah putih, dialog kebangsaan bersama tokoh masyarakat, serta kegiatan sosial dan perlombaan yang melibatkan masyarakat sekitar.
AQL sebelumnya juga berencana menggelar konvoi sebagai bagian dari rangkaian kegiatan kemerdekaan. Namun, rencana tersebut dibatalkan dan dialihkan menjadi kegiatan dialog kebangsaan serta aksi berbagi pangan.
Ustaz Iswahyudi menegaskan bahwa gerakan “Kedaulatan Pangan, Ketahanan Bangsa” terbuka bagi masyarakat luas dan tidak mensyaratkan peserta menjadi bagian dari AQL.
Menurutnya, setiap individu, komunitas, masjid, sekolah, maupun lembaga dapat mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing.
Perspektif UBN Newsroom
Gerakan berbagi pangan ini menunjukkan bahwa momentum kemerdekaan dapat diisi melalui aksi nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Kedaulatan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pangan secara nasional, tetapi juga kepedulian dan gotong royong agar masyarakat yang membutuhkan tetap memiliki akses terhadap kebutuhan dasar.
Perspektif Syariah Compliance
Semangat berbagi pangan sejalan dengan prinsip ta’awun atau saling menolong dalam kebaikan. Allah SWT berfirman:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan ketakwaan, dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan.”
(QS. Al-Ma’idah: 2)
Dukungan Operasional Dakwah dan Jurnalisme Peradaban
UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.
Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom dapat disalurkan melalui:
BSI 7779700091
a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.
Dengan demikian, kepedulian terhadap pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat dapat menjadi bagian dari amal sosial sekaligus wujud penguatan ukhuwah dan kepedulian terhadap sesama.

Comment