SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasional
Home » Sumbang 5 Ton Rendang untuk Penyintas Gempa NTT, Sumbar Bergerak dari Dapur hingga Udara

Sumbang 5 Ton Rendang untuk Penyintas Gempa NTT, Sumbar Bergerak dari Dapur hingga Udara

Padang, Sumatera Barat | UBN Newsroom — Rabu, 6 Safar 1448 H / 19 Agustus 2026 M.

Sebanyak 5 ton rendang disiapkan masyarakat Sumatera Barat untuk dikirim kepada penyintas gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan pangan tersebut dimasak oleh ratusan tangan di Sentra Rendang Kota Padang sebagai bentuk solidaritas masyarakat Sumbar kepada warga NTT yang tengah menghadapi masa sulit pascagempa.

Gerakan tersebut mengangkat semangat pepatah Minangkabau, “Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang,” yang bermakna beban berat dipikul bersama dan beban ringan dijinjing bersama.

Bagi masyarakat Sumatera Barat, pengalaman menghadapi bencana menjadi salah satu alasan untuk bergerak membantu daerah lain yang sedang mengalami musibah.

Ratusan Tangan Bergerak di Sentra Rendang Padang

Ribuan warga masih mengungsi, bantuan gempa Flores terus dikebut

Persiapan bantuan dilakukan secara bersama-sama. Ibu-ibu, pelaku usaha rendang, hingga masyarakat lainnya terlibat dalam proses memasak dan menyiapkan rendang untuk dikirim ke NTT.

Di Sentra Rendang Kota Padang, ratusan orang bergotong royong menyiapkan makanan tersebut. Tidak hanya memasak, masyarakat juga turut membantu dalam proses pengemasan hingga persiapan pengiriman.

Gerakan tersebut menggambarkan semangat gotong royong masyarakat Sumbar untuk membantu saudara sebangsa yang sedang menghadapi bencana.

“Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang.”

Pepatah tersebut kembali diwujudkan melalui aksi nyata, bukan sekadar menjadi ungkapan budaya.

Prabowo Ajukan Penjualan KRI Ki Hajar Dewantara ke DPR

Rendang Dipilih untuk Bertahan di Tengah Keterbatasan

Rendang dipilih sebagai bantuan pangan karena memiliki daya tahan yang panjang dan dapat disimpan dalam kondisi tanpa listrik.

Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam unggahan Asar Humanity Sumbar, rendang tersebut dikemas sekitar 2,5 ons per bungkus dan dapat bertahan hingga tiga bulan.

Kondisi tersebut menjadi pertimbangan penting karena sebagian wilayah terdampak gempa NTT masih menghadapi keterbatasan fasilitas, termasuk gangguan listrik.

Dengan karakteristik tersebut, rendang diharapkan dapat menjadi sumber pangan yang praktis bagi keluarga penyintas selama masa tanggap darurat.

Titiek Soeharto Soroti Bantuan Presiden Belum Tiba di Pengungsian Gempa NTT

700 Kilogram Sudah Diterbangkan ke NTT

Dari total 5 ton rendang yang disiapkan, sebanyak 700 kilogram telah diberangkatkan menggunakan pesawat Hercules TNI Angkatan Udara menuju lokasi pengungsian di NTT.

Pengiriman melalui jalur udara menjadi salah satu upaya untuk mempercepat distribusi bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Setiap kilogram rendang yang dikirim membawa pesan solidaritas bahwa para penyintas gempa di NTT tidak menghadapi masa sulit seorang diri.

Sementara itu, sekitar 4,3 ton rendang lainnya masih dalam proses persiapan dan menunggu pengiriman berikutnya.

Perjalanan bantuan tersebut belum selesai. Dapur-dapur di Padang masih terus menyala untuk menyelesaikan persiapan rendang yang akan dikirim kepada para penyintas di NTT.

Dari Sumbar untuk Saudara di NTT

Gerakan kemanusiaan ini menunjukkan bagaimana masyarakat yang pernah merasakan dampak bencana dapat mengubah pengalaman tersebut menjadi kepedulian terhadap sesama.

Bagi masyarakat Sumbar, pengalaman menghadapi gempa dan kehilangan menjadi pengingat bahwa bantuan tidak selalu harus datang dari tempat yang jauh. Solidaritas dapat tumbuh dari pengalaman bersama sebagai masyarakat yang pernah menghadapi musibah.

Ratusan tangan yang bergerak di dapur, para pelaku usaha yang turut menyumbangkan tenaga, hingga dukungan pengiriman melalui jalur udara menjadi bagian dari satu ikhtiar untuk meringankan beban penyintas gempa di NTT.

Perspektif UBN Newsroom 

Solidaritas sebagai Kekuatan Bangsa

Bagi UBN Newsroom, pengiriman 5 ton rendang dari Sumatera Barat menuju NTT memperlihatkan bahwa ketangguhan bangsa tidak hanya dibangun melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga melalui solidaritas masyarakat.

Bantuan pangan menjadi kebutuhan penting dalam situasi bencana. Namun, nilai yang lebih besar dari bantuan tersebut adalah pesan bahwa masyarakat terdampak tidak dibiarkan menghadapi kesulitan seorang diri.

Semangat “Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang” menunjukkan bahwa gotong royong masih menjadi kekuatan sosial yang relevan dalam menghadapi berbagai krisis.

Kekuatan tersebut perlu terus dirawat agar penanganan bencana tidak hanya bergantung pada bantuan institusional, tetapi juga diperkuat oleh kepedulian masyarakat dari berbagai daerah.

Meringankan Beban Sesama

Islam mengajarkan umatnya untuk saling menolong dalam kebaikan dan membantu mereka yang sedang menghadapi kesulitan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksaan-Nya.”

QS. Al-Ma’idah [5]: 2

Semangat membantu penyintas bencana merupakan bentuk nyata dari nilai ta’awun atau tolong-menolong dalam kebaikan.

Bantuan yang dikirim dari Sumatera Barat menuju NTT juga menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama tidak dibatasi oleh jarak geografis. Ketika sebagian saudara sedang menghadapi kesulitan, masyarakat di daerah lain dapat mengambil bagian sesuai kemampuan yang dimiliki.

Ikut Memikul dari Jauh

Bantuan 5 ton rendang tersebut pada akhirnya bukan hanya tentang makanan yang dikirim dari Padang menuju NTT.

Di dalamnya terdapat tenaga ratusan orang yang memasak, mengemas, mengangkut, dan mengirimkan bantuan. Ada pula kepedulian masyarakat yang ingin memastikan saudara mereka di wilayah terdampak gempa tetap memiliki dukungan pangan.

Sebanyak 700 kilogram telah lebih dahulu diterbangkan. Sementara 4,3 ton lainnya masih menunggu untuk menyusul.

Dari dapur-dapur di Padang hingga lokasi pengungsian di NTT, satu pesan yang dibawa adalah bahwa beban yang berat akan terasa lebih ringan ketika dipikul bersama.

Dukungan Dakwah & Jurnalisme Peradaban

UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang mengangkat kehidupan umat, kemanusiaan, kebangsaan, serta berbagai peristiwa yang memiliki dampak bagi masyarakat.

Dukungan terhadap operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom menjadi bagian dari ikhtiar menjaga keberlanjutan kerja-kerja informasi yang menghadirkan kebenaran yang teruji dan narasi yang berakar pada wahyu.

Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom dapat disalurkan melalui:

BSI 7779700091

a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam

Ikuti UBN Newsroom untuk mendapatkan informasi dan analisis strategis mengenai umat, bangsa, kemanusiaan, dan peradaban.

UBN Newsroom — Strategic Islamic Newsroom.

Kebenaran yang teruji, narasi yang berakar pada wahyu.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement