MANGGARAI TIMUR | UBN Newsroom — Rabu, 6 Rabiul Awal 1448 H / 19 Agustus 2026 M.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau posko pengungsian penyintas gempa bumi di Lambaleda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026).
Keduanya membawa sejumlah bantuan sekaligus berdialog langsung dengan warga untuk mengetahui kebutuhan mendesak di lokasi pengungsian. Dalam dialog tersebut, warga menyampaikan kebutuhan bayi, beras, serta kebutuhan pokok lainnya masih menjadi prioritas.

Titiek Pertanyakan Bantuan Presiden
Dalam kesempatan tersebut, Titiek menanyakan kepada warga apakah bantuan dari Presiden sudah tiba di lokasi pengungsian.
“Bantuan Pak Presiden sudah sampai belum?” tanya Titiek.
Warga kemudian menjawab bahwa bantuan tersebut belum sampai ke lokasi mereka.
“Belum,” jawab warga.
Mendengar jawaban tersebut, Titiek kemudian meminta penjelasan kepada Gubernur NTT Melki Laka Lena yang turut berada di lokasi.
“Belum?! Ke mana Pak Gub? Bantuan Pak Presiden kok belum sampai sini?” ujar Titiek.
Melki menjelaskan bahwa bantuan Presiden masih dalam proses pendistribusian dan sebagian bantuan sebelumnya telah disalurkan oleh tim di daerah.
“Izin, Bu. Mungkin kemarin yang baru dibagi sama tim baru di daerah. Tapi yang ini gelombang kedua, yang nanti diproses lagi,” jelas Melki.
Titiek kemudian meminta agar bantuan tersebut segera disampaikan kepada warga yang berada di pengungsian.
“Nah, jadi dapat bantuan dari Pak Presiden. Mudah-mudahan segera ya, Pak, disampaikan,” kata Titiek.
Warga Sampaikan Kebutuhan Mendesak
Selain persoalan beras, warga juga menyampaikan kebutuhan lain yang mendesak, terutama kebutuhan bayi dan bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama berada di pengungsian.
Dialog tersebut menjadi bagian dari kunjungan Titiek Soeharto dan Kapolri untuk melihat secara langsung kondisi penyintas serta memastikan kebutuhan masyarakat terdampak gempa dapat diketahui dan ditindaklanjuti.
Kondisi warga yang masih bertahan di pengungsian membuat distribusi bantuan menjadi salah satu kebutuhan utama dalam masa tanggap darurat.

Perspektif UBN Newsroom
Bantuan Harus Tepat Sasaran
Dalam situasi bencana, kecepatan dan ketepatan distribusi bantuan menjadi bagian penting dari pelayanan kepada masyarakat. Bantuan yang telah disiapkan perlu dipastikan benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan, terutama kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, lansia, dan warga yang kehilangan akses terhadap kebutuhan dasar.
Pemerintah pusat dan daerah perlu memperkuat koordinasi agar tidak terjadi keterlambatan distribusi maupun ketimpangan bantuan di antara lokasi-lokasi pengungsian.
Islam mengajarkan pentingnya menunaikan amanah dan memberikan hak kepada yang berhak menerimanya.
Allah SWT berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.”
(QS. An-Nisa: 58)
Dalam konteks penanganan bencana, distribusi bantuan bukan hanya persoalan administratif, tetapi juga amanah kemanusiaan yang harus dilaksanakan secara cepat, transparan, tepat sasaran, dan bertanggung jawab.
Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban
UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.
Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom serta Dukungan tanggap bencana gempa NTT dapat disalurkan melalui:
BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal
YouTube UBN Newsroom.

Comment