MANGGARAI, NTT | UBN Newsroom — Rabu, 6 Rabiul Awal 1448 H / 19 Agustus 2026 M.Ribuan warga masih mengungsi setelah gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026). Sedikitnya 70 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara warga di sejumlah wilayah Manggarai masih menghadapi keterbatasan makanan, obat-obatan, dan air bersih.
Laporan jurnalis Al Jazeera Jessica Washington dari Manggarai menunjukkan bahwa bantuan telah mencapai sejumlah masyarakat, tetapi belum seluruh penyintas mendapatkannya.
Di salah satu desa, warga bahkan memasang tulisan di pinggir jalan yang berbunyi, “Kami sangat-sangat butuh bantuan.”
Seorang warga mengatakan mereka belum menerima bantuan sejak gempa terjadi.
“Kami sejak tanggal 15 sampai hari ini tidak mendapat bantuan sama sekali, baik dari pemerintah maupun dari desa,” ujarnya.

Ribuan warga masih mengungsi
Lebih dari 9.000 orang dilaporkan mengungsi di seluruh Provinsi Nusa Tenggara Timur. Di Manggarai, dampak gempa terlihat dari banyaknya rumah warga yang rusak dan hancur.
Desa Riong menjadi salah satu wilayah yang mengalami kerusakan parah. Sejumlah rumah hancur total, sementara warga harus bertahan dalam kondisi darurat.
Warga membuat tenda pengungsian secara mandiri menggunakan lembaran plastik dan bambu. Tempat berlindung tersebut terasa sangat panas pada siang hari dan dingin pada malam hari.
Kondisi tersebut semakin memprihatinkan karena anak-anak juga harus tidur di dalam tenda darurat dengan fasilitas yang sangat terbatas.
Pemerintah kirim 253 ton bantuan
Di tengah kebutuhan yang masih mendesak, pemerintah terus mempercepat pengiriman logistik ke wilayah terdampak.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan pemerintah kembali mengirim 65 ton logistik pada Rabu (19/8/2026). Dengan pengiriman tersebut, total bantuan yang telah dikirim sejak hari pertama gempa mencapai 253 ton.
Bantuan tersebut mencakup makanan, air minum, tenda pengungsian, perlengkapan kesehatan, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya bagi masyarakat terdampak.
Distribusi bantuan dilakukan melalui jalur udara, laut, dan darat. Pemerintah juga menyiapkan posko distribusi di Labuan Bajo dan Maumere untuk mempercepat penyaluran ke sejumlah wilayah terdampak, termasuk Manggarai dan Ngada.
Lebih dari 3.500 personel TNI-Polri juga telah dikerahkan dan tersebar di sejumlah wilayah terdampak.
Meski bantuan terus dikirim, laporan dari lapangan menunjukkan masih terdapat sejumlah lokasi pengungsian mandiri yang belum menerima bantuan secara optimal. Kondisi ini membuat percepatan distribusi hingga ke desa-desa terpencil tetap menjadi pekerjaan penting dalam fase tanggap darurat.

Kebutuhan dasar masih mendesak
Keterbatasan bantuan membuat kebutuhan dasar menjadi persoalan utama bagi sebagian penyintas. Makanan, obat-obatan, dan terutama air bersih masih sangat dibutuhkan.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa penanganan pascabencana tidak hanya membutuhkan evakuasi dan penyelamatan korban, tetapi juga distribusi bantuan yang cepat, merata, dan sesuai dengan kondisi di setiap titik terdampak.
Pemerintah dan berbagai lembaga kemanusiaan terus melakukan upaya penanganan, sementara kebutuhan di lapangan masih berkembang seiring proses pendataan dan pemulihan.
Perspektif UBN Newsroom
Ketika penyintas masih menunggu bantuan
Bencana tidak berakhir ketika gempa berhenti. Bagi penyintas, fase setelah bencana justru menjadi masa panjang untuk bertahan hidup, mencari tempat tinggal, mendapatkan makanan, air bersih, layanan kesehatan, serta memulihkan kehidupan keluarga.
Pengiriman ratusan ton logistik menunjukkan besarnya upaya penanganan. Namun, ukuran keberhasilan tanggap darurat bukan hanya jumlah bantuan yang diberangkatkan, melainkan sejauh mana bantuan tersebut benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan.
Karena itu, koordinasi antara pemerintah, lembaga kemanusiaan, relawan, masyarakat, dan donatur menjadi penting agar bantuan tidak berhenti di pusat distribusi, tetapi menjangkau desa-desa dan titik pengungsian yang paling membutuhkan.
Bagi jurnalisme peradaban, kesaksian penyintas dan kondisi di lapangan perlu terus direkam agar masyarakat luas mengetahui situasi sebenarnya dan dapat ikut mengambil bagian dalam upaya kemanusiaan.
Menolong dalam kesulitan
Islam mengajarkan kepedulian terhadap orang yang sedang berada dalam kesulitan. Membantu memenuhi kebutuhan dasar manusia merupakan bagian dari kepedulian sosial dan perwujudan kasih sayang kepada sesama.
Allah SWT berfirman:
«وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksa-Nya.”
(QS. Al-Ma’idah: 2)»
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa membantu penyintas bencana merupakan bagian dari ikhtiar kebajikan yang membutuhkan kerja bersama.
Dalam konteks bencana Flores, semangat ta’awun, amanah, ihsan, dan kemaslahatan perlu diwujudkan melalui bantuan yang cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Dari bantuan menuju pemulihan
Kebutuhan penyintas tidak berhenti pada makanan dan air bersih. Setelah kondisi darurat teratasi, masyarakat juga membutuhkan tempat tinggal yang layak, fasilitas ibadah, layanan kesehatan, pendidikan bagi anak-anak, serta pemulihan mata pencaharian.
Karena itu, solidaritas terhadap penyintas gempa Flores perlu dijaga dalam jangka panjang.
Setiap bantuan yang sampai kepada warga bukan hanya memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengembalikan harapan mereka untuk bangkit dan membangun kembali kehidupan.
Dukung operasional dakwah & jurnalisme peradaban
UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang mengangkat persoalan umat, kemanusiaan, kebangsaan, serta berbagai ikhtiar yang menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.
Dukungan terhadap operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom menjadi bagian dari ikhtiar menjaga keberlanjutan kerja-kerja informasi yang menghadirkan kebenaran yang teruji dan narasi yang berakar pada wahyu.
Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom dapat disalurkan melalui:
BSI 7779700091
a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.
UBN Newsroom — Strategic Islamic Newsroom.
Kebenaran yang teruji, narasi yang berakar pada wahyu.

Comment