SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agama Nasional
Home » MUI Kota Bekasi Dorong Masjid Gelar Sholat Istisqa

MUI Kota Bekasi Dorong Masjid Gelar Sholat Istisqa

BEKASI — Ahad, 2 Rabiul Akhir 1448 H / 13 September 2026 M.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi mendorong masjid, pondok pesantren, dan umat Islam di seluruh wilayah Kota Bekasi untuk melaksanakan sholat istisqa secara berjamaah. Sholat sunnah tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan yang bermanfaat dan membawa keberkahan.

Imbauan tersebut tertuang dalam Surat MUI Kota Bekasi Nomor Ket.-280/DP-K.XII.XV/IX/2026 tentang Pelaksanaan Sholat Istisqa yang diterbitkan di Bekasi pada 10 September 2026. Surat itu ditandatangani Ketua Umum MUI Kota Bekasi Drs. KH Saifuddin Siroj dan Sekretaris Umum KH Norkhakim, M.Pd.

MUI Kota Bekasi meminta MUI tingkat kecamatan, pimpinan pondok pesantren, dan pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) memfasilitasi pelaksanaan sholat istisqa secara berjamaah. Pelaksanaan diimbau dilakukan di lapangan terbuka atau halaman masjid dengan berkoordinasi bersama aparatur pemerintah setempat.

Dalam imbauannya, MUI juga mengajak umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak istighfar dan doa, serta memohon turunnya hujan yang membawa manfaat dan keberkahan. Para khatib dan imam masjid juga diajak menyisipkan doa istisqa dalam khutbah Jumat maupun setelah sholat fardhu.

MUI Dorong Kesiapan Pelaksanaan Wajib Halal Oktober 2026

Menyusul Kondisi Cuaca dan Abu Vulkanik

Imbauan sholat istisqa tersebut dikeluarkan dengan memperhatikan kondisi lingkungan dan cuaca yang berkembang. MUI Kota Bekasi turut menyinggung dampak sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau yang dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk Bekasi dan kawasan Jabodetabek.

Pemerintah Kota Bekasi sebelumnya juga meningkatkan langkah kewaspadaan terhadap potensi paparan abu vulkanik. Sejumlah kebijakan mitigasi dilakukan, termasuk imbauan penggunaan masker, pengurangan aktivitas luar ruangan, hingga penyesuaian kegiatan belajar di sekolah.

MUI memandang kondisi tersebut perlu dihadapi melalui ikhtiar bersama, baik secara lahiriah maupun batiniah. MUI tingkat kecamatan se-Kota Bekasi selanjutnya diminta menyosialisasikan imbauan tersebut kepada masyarakat agar pelaksanaan sholat istisqa dapat berlangsung secara luas dan khusyuk.

Seruan sholat istisqa juga muncul di sejumlah daerah Indonesia di tengah kondisi kekeringan dan gangguan lingkungan. MUI pusat sebelumnya mengajak umat Islam melaksanakan sholat istisqa sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan.

Prof Sudarnoto Dorong OKI Tindak Lanjuti Resolusi PBB untuk Palestina

Perspektif UBN Newsroom | Memohon Hujan, Menguatkan Ikhtiar

Sholat istisqa mengajarkan bahwa ketika manusia menghadapi keterbatasan di hadapan perubahan alam, seorang Muslim tidak hanya mengandalkan kemampuan dirinya. Ia diperintahkan untuk berikhtiar dengan ilmu, menjaga keselamatan, lalu merendahkan diri dan memohon pertolongan kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman:
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ۝ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا
Artinya:
“Maka aku berkata (kepada mereka), ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sungguh, Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu.’”
(QS. Nuh [71]: 10–11)

Dalam Islam, doa dan mitigasi bukanlah dua hal yang saling menggantikan. Memohon hujan melalui sholat istisqa merupakan ikhtiar spiritual, sementara menjaga kesehatan, mematuhi arahan petugas, menggunakan perlindungan ketika menghadapi abu vulkanik, dan mengikuti informasi resmi merupakan ikhtiar lahiriah.

Karena itu, masyarakat tidak perlu memilih antara berdoa atau berikhtiar. Keduanya berjalan bersama. Tangan manusia bekerja melakukan pencegahan, sementara hati tetap bergantung kepada Allah SWT.

Pemerintah Membatasi Penggunaan Gawai di Lingkungan Sekolah Binaan Kemenag

Di tengah kondisi alam yang terus berubah, sholat istisqa dapat menjadi momentum untuk memperbanyak istighfar, memperkuat kepedulian sosial, dan menyadari bahwa manusia memiliki keterbatasan. Semoga Allah SWT menurunkan hujan yang bermanfaat, menjaga masyarakat dari segala bahaya, serta memberikan keselamatan dan keberkahan bagi seluruh negeri.

Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban

UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.

Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Dukungan tanggap bencana gempa NTT dapat disalurkan melalui: BSI 6070111520 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam

Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement