Advertisement
Agama Nasional
Home » KH Syukron Makmun wafat pada usia 84 tahun, Gus Faiz ungkap wasiat sang ayah

KH Syukron Makmun wafat pada usia 84 tahun, Gus Faiz ungkap wasiat sang ayah

JAKARTA, UBN NEWSROOM — Senin, 8 Rabiul Awal1448 H / 19 Oktober 2026 M.

Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman, KH Syukron Makmun, wafat di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, Ahad (18/10/2026), dalam usia 84 tahun. Putra almarhum, KH Faiz Syukron Makmun, mengungkapkan sejumlah keinginan dan pesan sang ayah menjelang wafat, mulai dari keinginan berziarah hingga wasiat mengenai pemakaman.

Di hadapan ribuan orang yang hendak menyalatkan jenazah di Masjid Pondok Pesantren Daarul Rahman, Jagakarsa, Jakarta, Gus Faiz menceritakan bahwa kondisi kesehatan ayahnya menurun dalam dua pekan terakhir. Pada masa tersebut, almarhum sempat menyampaikan keinginan untuk mengunjungi sejumlah tempat dan sosok yang memiliki arti penting dalam kehidupannya.

KEINGINAN BERZIARAH SEBELUM WAFAT

Gus Faiz mengungkapkan bahwa ayahnya ingin berziarah kepada Habib Hasan di Singapura, mengunjungi makam ayahnya di Madura, serta berziarah ke Habib Luar Batang di Jakarta.

Presiden Prabowo dan Sekjen PBB Bahas Palestina, Guterres Apresiasi Langkah Indonesia

Namun, kondisi kesehatan KH Syukron semakin menurun akibat gangguan jantung yang berat. Menurut penuturan Gus Faiz, karena faktor usia, almarhum tidak dapat menjalani operasi dan akhirnya menjalani pemasangan ring jantung. Setelah tindakan tersebut, kondisinya sempat membaik hingga diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

Meski demikian, dokter berpesan agar selalu ada orang yang menemani KH Syukron pada malam hari.

Gus Faiz menuturkan bahwa dirinya menemani sang ayah sekitar pukul 01.30 dini hari sebelum beristirahat. Ketika waktu Subuh tiba, almarhum melaksanakan salat berjamaah bersama istrinya. Seusai salat, keduanya masih sempat berbincang seperti biasa.

“Sehabis shalat Subuh ngobrol biasa dengan saya,” kenang Gus Faiz, sebagaimana diberitakan NU Online, Ahad (18/10/2026).

Tidak lama kemudian, ibu Gus Faiz berteriak karena KH Syukron mengalami sesak napas. Gus Faiz segera membawa ayahnya ke rumah sakit.

Kapal Tanker Meledak Setelah Terkena Ranjau di Selat Hormuz. Pasokan Minyak Dunia Makin Sulit

Ia juga mengingat pesan sang ayah yang selalu meminta agar dibawa ke rumah sakit ketika sakit.

“Iz, bawa ke rumah sakit. Itu bagian dari ikhtiar. Ayah saya kalau sakit selalu minta ke rumah sakit,” tutur Gus Faiz, menirukan pesan almarhum.

WASIAT PEMAKAMAN DAN PESAN TERAKHIR

Selain menceritakan kondisi kesehatan ayahnya, Gus Faiz mengungkapkan pesan almarhum agar pengurusan jenazah dan pemakaman tidak ditunda terlalu lama setelah wafat.

KH Syukron juga berpesan agar orang-orang yang dikenalnya membantu mengurus rangkaian pemakaman, termasuk memimpin salat jenazah dan membimbing talqin.

Arab Saudi Tolak Tawaran Israel untuk Melawan Houthi.

“Cepat. Yang paling penting, teman-teman saya kamu kan tahu, tolong ada yang imami. Ada yang nalqini,” kata Gus Faiz, mengutip pesan ayahnya.

Untuk menindaklanjuti pesan tersebut, Gus Faiz meminta KH Mahfudz Asirun, Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), untuk mengimami salat jenazah. Ia juga meminta Habib Ali Abdurrahman Kwitang memimpin tahlil setelah pemakaman.

Gus Faiz menambahkan bahwa ayahnya telah menyampaikan wasiat sekitar lima tahun sebelumnya mengenai lokasi pemakaman, yakni di lingkungan Pondok Pesantren Daarul Rahman, Jagakarsa, Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Gus Faiz juga menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab apabila terdapat kewajiban almarhum terkait hak sesama manusia atau haqqul adami yang belum diselesaikan.

Ia memohon doa agar sang ayah mendapatkan kelapangan di alam barzakh, memperoleh rida dan rahmat Allah SWT, serta mendapatkan syafaat Rasulullah SAW.

JEJAK KH SYUKRON MAKMUN DI DUNIA PESANTREN

KH Syukron Makmun dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman di Jakarta. Kepergiannya meninggalkan duka bagi keluarga, para santri, dan masyarakat yang mengenal kiprahnya dalam pendidikan serta dakwah Islam.

Kabar wafatnya juga mendapat perhatian dari kalangan Nahdlatul Ulama. Sejumlah pihak menyampaikan belasungkawa atas kepergian ulama tersebut.

Kisah yang disampaikan Gus Faiz menjelang pemakaman memperlihatkan sisi personal almarhum, mulai dari keinginannya berziarah kepada sosok-sosok yang dihormati hingga pesannya agar pengurusan jenazah segera ditunaikan. Ia juga mengingatkan keluarga tentang pentingnya ikhtiar pengobatan ketika sakit dan tanggung jawab terhadap hak-hak sesama manusia.

PERNYATAAN DUKA SERIKAT JURNALIS MUSLIM INDONESIA

Bangsa Indonesia kehilangan KH Syukron Ma’mun, seorang alim yang sepanjang hayatnya mewakafkan ilmu, pemikiran, dan pengabdiannya untuk membimbing umat, menegakkan nilai-nilai Islam, serta menjaga keluhuran akhlak dan martabat bangsa.

Beliau bukan sekadar guru bagi para santri, melainkan juga teladan keteguhan prinsip, kedalaman ilmu, keberanian menyuarakan kebenaran, dan keikhlasan dalam berdakwah.

Jasad beliau boleh berpulang, tetapi ilmu, keteladanan, dan jejak perjuangannya akan terus hidup dalam ingatan umat dan perjalanan bangsa.

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal saleh beliau, mengampuni segala khilafnya, serta menganugerahkan tempat termulia di surga Firdaus.

Al-Fatihah.

Keluarga Besar
SERIKAT JURNALIS MUSLIM INDONESIA (SAJID)

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement