SUMEDANG, UBN NEWSROOM —Ahad, 22 Rabiul Akhir 1448 H / 4 Oktober 2026 M.
Di sebuah ruangan berdinding warna-warni di Tanjungsari, Sumedang, suara tawa anak-anak memenuhi udara pada Jumat pagi (2/10/2026). Sebanyak 25 anak TK Bunga Dewi mengikuti kegiatan edukasi Palestina di Palestine Center 171 melalui permainan, cerita, dan aktivitas interaktif.
Ruangan dihiasi gambar semangka, kain keffiyeh, cermin berbentuk peta Palestina, serta mozaik Masjid Al-Aqsa. Bagi anak-anak tersebut, kegiatan itu menjadi ruang bermain sekaligus kesempatan mengenal kehidupan anak-anak seusia mereka di Gaza.

MENGENAL GAZA MELALUI CERITA
Melalui layar edukasi, anak-anak diajak melihat pesisir Gaza yang sebelumnya menjadi tempat kehidupan dan rekreasi masyarakat. Pemandangan tersebut kemudian dibandingkan dengan kondisi kawasan yang telah mengalami kehancuran akibat konflik.
Seorang murid bertanya, “Pantai itu bukannya seharusnya jadi tempat wisata. Mengapa hancur?” Pertanyaan sederhana tersebut menunjukkan bagaimana anak-anak mulai berusaha memahami realitas perang yang terjadi jauh dari kehidupan mereka.
BELAJAR PEDULI MELALUI PERMAINAN
Edukasi dilanjutkan melalui kisah interaktif tentang sosok Nadia yang berbelanja di supermarket. Dalam permainan tersebut, anak-anak diajak mengenali pilihan produk dan memahami bahwa keputusan konsumsi dapat berkaitan dengan isu kemanusiaan.
Salah satu peserta, Alifah, mengaku tidak ingin membeli produk yang menurutnya mendukung Israel. “Aku nggak mau beli yang dukung Israel lagi,” katanya.
Permainan ular tangga kemudian mengajak anak-anak melakukan perjalanan simbolis dari Indonesia menuju Masjidil Haram, Masjid Nabawi, hingga Masjidil Aqsa. Melalui permainan tersebut, mereka diperkenalkan pada kedudukan Al-Aqsa sebagai salah satu tempat suci umat Islam.
Selama sekitar satu setengah jam, enam pendamping muda mengemas isu Palestina melalui pendekatan yang sesuai dengan dunia anak. Kesedihan akibat konflik diperkenalkan melalui cerita, permainan, dan aktivitas yang memungkinkan mereka memahami nilai empati secara perlahan.
MENANAMKAN EMPATI SEJAK DINI
Tahira Alifah, ketua pelaksana kegiatan, berharap pengalaman tersebut menjadi core memory atau kenangan inti yang terus menumbuhkan kepedulian anak-anak terhadap Palestina hingga mereka dewasa.
Di tengah kondisi anak-anak Gaza yang terdampak konflik sejak Oktober 2023, anak-anak di Sumedang masih dapat bermain, belajar, dan menikmati masa kanak-kanak dengan aman. Dari sebuah ruang sederhana di Jawa Barat, mereka diajak mengenal penderitaan anak-anak lain sekaligus menumbuhkan rasa persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama.


Comment