Advertisement
Uncategorized
Home » Ancaman Bom Ganggu Puluhan Penerbangan Eropa, Rusia dan Iran Disorot

Ancaman Bom Ganggu Puluhan Penerbangan Eropa, Rusia dan Iran Disorot

LONDON, UBN NEWSROOM — Jumat, 26 Jumadilawal 1448 H / 6 November 2026 M.

Gelombang ancaman bom terhadap pesawat komersial mengganggu puluhan penerbangan di berbagai negara Eropa dalam beberapa hari terakhir. Ancaman tersebut memicu pendaratan darurat, pengalihan rute, pengawalan jet tempur, hingga pemeriksaan keamanan intensif, meskipun sejauh ini tidak ditemukan bahan peledak pada pesawat yang diperiksa.

Puluhan Penerbangan Terdampak

Menurut laporan Reuters yang diperbarui pada Jumat (6/11/2026), hampir 30 penerbangan terdampak hingga Kamis, setelah sedikitnya tujuh penerbangan dan sebuah kapal pesiar menerima ancaman serupa pada Selasa (3/11/2026). Sementara itu, The Guardian mencatat sedikitnya 34 penerbangan terganggu sepanjang pekan tersebut, termasuk 25 ancaman yang berdampak pada penerbangan pada Kamis.

Sejumlah maskapai yang terdampak antara lain Air Europa, Iberia, Air Serbia, EasyJet, Finnair, Ryanair, Wizz Air, Aer Lingus, dan LOT Polish Airlines. Beberapa pesawat dialihkan ke bandara alternatif, sementara penerbangan lainnya tetap mendarat sesuai jadwal setelah menjalani pengawalan atau pemeriksaan keamanan.

Aksi Rakyat Bela Indonesia Soroti Dugaan Penyadapan dan Desak Pemakzulan

Bandara Heathrow dan Birmingham di Inggris juga menerima ancaman. Aparat keamanan menyatakan ancaman tersebut tidak kredibel setelah dilakukan penilaian, sedangkan pemeriksaan terhadap sejumlah pesawat di berbagai negara tidak menemukan benda mencurigakan.

Rusia dan Iran Disorot, Dalang Belum Terungkap

Hingga kini, belum ada pemerintah yang secara resmi mengidentifikasi pihak di balik rangkaian ancaman tersebut. Reuters melaporkan bahwa sejumlah pakar melihat pola gangguan ini berpotensi memiliki karakter serangan hibrida, yakni tindakan yang dapat mengganggu stabilitas tanpa harus melibatkan konfrontasi militer terbuka.

Kecurigaan terhadap Rusia muncul di tengah tuduhan sejumlah negara Eropa mengenai dugaan aktivitas sabotase dan operasi hibrida yang dikaitkan dengan Moskow. Denmark, Polandia, dan Rumania termasuk negara yang sebelumnya pernah menuduh Rusia terlibat dalam aktivitas semacam itu. Inggris juga pernah mengaitkan Iran dengan dugaan rencana serangan terhadap pangkalan udara Amerika Serikat.

Namun, belum ada bukti yang menghubungkan Rusia ataupun Iran dengan gelombang ancaman bom terhadap penerbangan kali ini. Kedua negara tersebut juga membantah tuduhan terkait berbagai aktivitas yang disebut sebagai serangan hibrida.

Aksi Rakyat Bela Indonesia Sampaikan Lima Tuntutan

Email Mengatasnamakan Kelompok Anti-Feminis

Salah satu petunjuk yang diselidiki berasal dari email ancaman yang diterima pengelola bandara Roma dan Milan. Pesan tersebut mengatasnamakan kelompok “Fighters of the Male State” dan memuat ancaman terhadap penerbangan yang datang dari Helsinki dan Dublin.

Kelompok Male State dikenal sebagai gerakan ultranasionalis sayap kanan Rusia yang memiliki pandangan misoginis. Namun, pendirinya, Vladislav Pozdnyakov, membantah keterlibatan kelompok tersebut dan menyatakan organisasi itu sudah tidak ada. Reuters juga belum dapat memastikan siapa pengirim email maupun keterkaitannya dengan ancaman lain di Eropa.

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement