Advertisement
Uncategorized
Home » IBF Ke-24 2026 Usung IQRA’ REBORN, Bangkitkan Literasi Islam

IBF Ke-24 2026 Usung IQRA’ REBORN, Bangkitkan Literasi Islam

JAKARTA, UBN NEWSROOM — Jumat, 26 Jumadilawal 1448 H / 6 November 2026 M.

Islamic Book Fair (IBF) ke-24 akan kembali diselenggarakan pada 9–13 Desember 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta. Mengusung tema “IQRA’ REBORN: Langkah Emas, Gerakan Literasi Islam Indonesia”, perhelatan yang diselenggarakan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) DKI Jakarta ini membawa misi membangkitkan tradisi membaca, memperkuat budaya ilmu, dan menjadikan literasi Islam sebagai fondasi pembangunan peradaban bangsa.

Tema tersebut memiliki keterkaitan dengan semangat Hari Santri Nasional, yakni “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.” Keduanya menegaskan bahwa cita-cita Indonesia Emas membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, berilmu, berkarakter, serta memiliki tradisi literasi yang kuat.

Ketua IBF ke-24 Tahun 2026, Dr. Abdul Hakim, menyampaikan bahwa perjalanan menuju Indonesia Emas harus diawali dengan langkah emas. Langkah tersebut diwujudkan melalui semangat IQRA’ REBORN, yaitu menghidupkan kembali tradisi membaca sebagai fondasi kemajuan umat dan bangsa.

IQRA’ REBORN: Menghidupkan Kembali Tradisi Keilmuan Islam

Aksi Rakyat Bela Indonesia Soroti Dugaan Penyadapan dan Desak Pemakzulan

Semangat membaca yang diusung IBF tidak sekadar dimaknai sebagai aktivitas mengeja tulisan, mengumpulkan informasi, atau menambah pengetahuan. Lebih dari itu, membaca harus mengembalikan manusia kepada kesadaran tentang hakikat penciptaan, hubungan dengan Allah SWT, serta tanggung jawab membangun kehidupan.

Semangat tersebut berakar pada wahyu pertama yang diturunkan kepada Rasulullah SAW melalui Surah Al-’Alaq ayat 1–5:

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ ۝ خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ ۝ اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ ۝ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ۝ عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”

(QS. Al-’Alaq [96]: 1–5)

Aksi Rakyat Bela Indonesia Sampaikan Lima Tuntutan

Pesan tersebut menjadi ruh utama gerakan IQRA’ REBORN. Membaca harus bernilai ibadah, membangun kesadaran ketuhanan, melahirkan ilmu yang bermanfaat, membentuk akhlak, dan menghadirkan kemaslahatan bagi kehidupan.

Dengan demikian, literasi Islam tidak berhenti pada gerakan membaca buku, tetapi menjadi gerakan membangun manusia yang berilmu, beradab, dan mampu memberikan kontribusi bagi peradaban.

Apresiasi Buku Terbaik dan Tokoh Perbukuan Islam 2026

Sebagai bagian dari upaya mengembangkan ekosistem literasi Islam, IBF ke-24 akan menghadirkan program apresiasi dan penghargaan bagi karya-karya terbaik dunia perbukuan Islam Indonesia.

Terdapat empat kategori nominasi buku terbaik yang akan dikurasi oleh panitia, yaitu:

Aksi Rakyat Bela Indonesia Gelar Konsolidasi Jelang Aksi Nasional

  1. Buku Terbaik Kategori Nonfiksi.
  2. Buku Terbaik Kategori Fiksi.
  3. Buku Terbaik Kategori Anak.
  4. Buku Terbaik Kategori Terjemahan.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas, produktivitas, dan kontribusi penulis serta penerbit dalam mengembangkan khazanah literasi Islam. Melalui program ini, IBF mendorong lahirnya karya bermutu yang kaya gagasan, mencerahkan pemikiran, memperkuat nilai keislaman, dan relevan dengan tantangan zaman.

Selain penghargaan buku terbaik, IBF juga akan mengumumkan penerima penghargaan Tokoh Perbukuan Islam Tahun 2026 yang diberikan oleh IKAPI DKI Jakarta.

Dalam penyelenggaraan sebelumnya, penghargaan tersebut diberikan kepada sejumlah tokoh yang dinilai memiliki kontribusi nyata dalam dunia ilmu, pendidikan, dakwah, dan perbukuan Islam, yakni:

  1. Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.Phil., Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor.
  2. K.H. Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor.
  3. Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Ketiganya merepresentasikan figur intelektual dan pemimpin umat yang berkontribusi melalui pemikiran, pendidikan, dakwah, serta gerakan nyata dalam membangun peradaban.

Adapun sosok penerima penghargaan Tokoh Perbukuan Islam 2026 masih menjadi salah satu hal yang dinantikan. Pengumuman tersebut dijadwalkan berlangsung pada pembukaan IBF ke-24, 9 Desember 2026, bersamaan dengan pengumuman para penulis dan penerbit penerima penghargaan buku terbaik.

Dari Gerakan Membaca Menuju Gerakan Peradaban

IBF ke-24 diharapkan menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan industri perbukuan. Perhelatan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan literasi Islam Indonesia sekaligus ruang pertemuan bagi penulis, penerbit, ulama, akademisi, pendidik, santri, komunitas literasi, dan masyarakat luas.

Indonesia Emas membutuhkan generasi yang tidak hanya mampu membaca, tetapi juga berpikir kritis, menghasilkan gagasan, menulis, dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Melalui tema IQRA’ REBORN, IBF mengajak masyarakat kembali menghidupkan tradisi keilmuan Islam dan menjadikan buku sebagai jembatan menuju kemajuan umat. Islamic Book Fair ke-24 akan berlangsung pada 9–13 Desember 2026 di JICC, Senayan, Jakarta, dengan semangat “Langkah Emas, Gerakan Literasi Islam Indonesia.”

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement