Ekonomi

BBM Mahal Tak Kunjung Turun: Perang AS–Iran Kian Menekan Daya Tahan Ekonomi Indonesia

Pertanyaannya kini bukan lagi sekadar mengapa harga naik, tetapi mengapa harga ini bertahan tinggi dan tidak kunjung turun.

Jawabannya kembali mengarah pada satu faktor utama: perang AS–Iran dan ketegangan di Selat Hormuz. Jalur ini merupakan salah satu titik paling krusial dalam distribusi energi global. Ketika terjadi gangguan atau penutupan, efeknya langsung menjalar ke harga minyak dunia, biaya logistik, dan stabilitas pasokan energi.

Bagi negara seperti Indonesia yang masih memiliki ketergantungan pada impor energi, gejolak ini menjadi tekanan yang tidak bisa dihindari. Harga yang naik cepat, tetapi sulit turun, adalah salah satu karakter dari pasar energi ketika konflik geopolitik belum menemukan titik akhir.

Hingga saat ini, negosiasi antara Teheran dan Washington juga belum menunjukkan kemajuan signifikan. Bahkan, menurut laporan Al Jazeera, puluhan negara mendesak pembukaan kembali Selat Hormuz secara “mendesak dan tanpa hambatan”. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global, bukan hanya krisis energi.

Dengan kata lain, dampaknya tidak berhenti pada BBM. Ia bisa merambat ke biaya produksi, distribusi, hingga harga pangan.

BPJPH Terbitkan Aturan Sanksi Administratif, Perkuat Kepatuhan Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal

Pages: 1 2 3 4

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *