PERSPEKTIF UBN NEWSROOM | Triliunan Rupiah Hilang, Keamanan Aset Digital Dipertanyakan
Kemajuan Teknologi Tidak Menghapus Risiko
Peretasan Binance memperlihatkan bahwa besarnya perusahaan, jumlah pengguna, dan nilai aset yang dikelola tidak otomatis menjamin keamanan. Bahkan, platform dengan infrastruktur teknologi besar tetap dapat menjadi sasaran serangan ketika terdapat celah dalam sistem, prosedur internal, maupun pengelolaan akses karyawan.
Kejadian ini juga mengingatkan bahwa aset digital bukan sekadar angka yang bergerak di layar. Di baliknya terdapat dana, kepercayaan, dan kepentingan ekonomi jutaan orang. Ketika sistem keamanan gagal, dampaknya dapat menjalar jauh melampaui perusahaan yang menjadi sasaran.
Karena itu, tanggung jawab bursa tidak cukup berhenti pada pengumuman bahwa kerugian akan ditanggung. Transparansi penyelidikan, perlindungan pengguna, penguatan sistem keamanan, dan pertanggungjawaban yang jelas harus menjadi bagian dari pemulihan kepercayaan.
Islam Mengajarkan Amanah dan Kehati-hatian
Dalam Islam, harta merupakan amanah yang harus dijaga dan tidak boleh diperoleh atau diambil melalui cara yang batil. Allah SWT berfirman:
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَأْكُلُوٓا۟ أَمْوَٰلَكُم بَيْنَكُم بِٱلْبَٰطِلِ إِلَّآ أَن تَكُونَ تِجَـٰرَةً عَن تَرَاضٍ مِّنكُمْ
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu.” (QS. An-Nisa: 29)
Ayat ini menegaskan larangan mengambil harta orang lain melalui cara yang tidak benar. Pencurian aset digital, termasuk melalui peretasan dan penyalahgunaan akses, bertentangan dengan prinsip tersebut karena merampas hak pemilik harta tanpa kerelaan.
Di sisi lain, pihak yang mengelola dana dan aset milik pengguna juga memikul tanggung jawab amanah. Keamanan sistem, pengawasan internal, dan perlindungan terhadap hak pengguna merupakan bagian dari tanggung jawab tersebut.
Jangan Tergiur Keuntungan Tanpa Memahami Risiko
Bagi masyarakat, insiden ini menjadi pengingat bahwa investasi aset digital memiliki risiko yang tidak boleh diabaikan. Popularitas sebuah bursa, besarnya jumlah pengguna, maupun janji keuntungan tidak seharusnya membuat seseorang mengabaikan keamanan dan kemampuan memahami risiko.
Masyarakat perlu memastikan platform yang digunakan memiliki tata kelola yang jelas, memahami mekanisme penyimpanan aset, menjaga keamanan akun, serta tidak sembarangan membagikan kata sandi maupun kode autentikasi.
Pada akhirnya, teknologi keuangan harus berkembang seiring tanggung jawab dan perlindungan terhadap manusia. Keuntungan tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran kemajuan industri kripto. Keamanan, kejujuran, dan amanah dalam menjaga harta juga harus menjadi prinsip utama.
Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban
UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.
Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Dukungan tanggap bencana gempa NTT dapat disalurkan melalui: BSI 6070111520 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.
UBN Newsroom — Strategic Islamic Newsroom.
Kebenaran yang teruji, narasi yang berakar pada wahyu.

Comment