SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasional
Home » Gempa M 7,7 Guncang NTT, Gedung SDN Reo I Ambruk

Gempa M 7,7 Guncang NTT, Gedung SDN Reo I Ambruk

MANGGARAI | UBN Newsroom — Senin, 6 Rabiul Awal 1448 H / 18 Agustus 2026 M.

Bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Reo I di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami kerusakan parah hingga sebagian besar bangunannya roboh akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncazng wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026).

Berdasarkan pantauan langsung UBN Newsroom di lokasi pada Senin (17/8/2026), kerusakan terjadi hampir di seluruh struktur fasilitas pendidikan tersebut. Gedung utama sekolah tidak lagi berbentuk utuh setelah rangka atap ambruk dan menutupi area teras, sementara seng-seng penutup atap berserakan di halaman sekolah.

Bangunan Sekolah Rusak Parah

Dinding-dinding batako bangunan mengalami kerusakan berat berupa jebol dan retakan struktural. Sejumlah fasilitas belajar mengajar, termasuk puluhan meja dan kursi siswa, terlihat tertimpa material bangunan yang runtuh.

Ribuan warga masih mengungsi, bantuan gempa Flores terus dikebut

Kuatnya guncangan juga merusak fasilitas di luar gedung. Pagar beton serta papan nama sekolah yang mencantumkan angka tahun 1911 tampak patah dan tergeletak di tanah.

Kerusakan tersebut membuat kondisi SDN Reo I tidak memungkinkan digunakan seperti biasa sebelum dilakukan pemeriksaan keamanan dan penanganan terhadap bangunan yang terdampak.

Tidak Ada Laporan Korban dari Sekolah

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat laporan resmi mengenai korban jiwa maupun luka-luka dari pihak sekolah.

Kondisi tersebut tidak terlepas dari waktu terjadinya gempa utama yang berlangsung pada hari libur dan di luar jam kegiatan belajar mengajar. Meski demikian, kerugian material akibat kerusakan fasilitas pendidikan diperkirakan cukup besar.

Prabowo Ajukan Penjualan KRI Ki Hajar Dewantara ke DPR

Kerusakan sekolah juga berpotensi mengganggu aktivitas pendidikan bagi ratusan siswa SDN Reo I apabila tidak segera tersedia fasilitas belajar sementara.

Menanti Ruang Belajar Darurat

Masyarakat setempat dan pihak sekolah kini menanti respons dari Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai serta instansi terkait untuk menangani dampak kerusakan.

Pembersihan puing, pemeriksaan kelayakan bangunan, serta penyediaan tenda atau ruang kelas darurat menjadi kebutuhan penting agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan aman.

Dalam situasi pascabencana, keberlanjutan pendidikan menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian. Anak-anak penyintas tidak hanya membutuhkan bantuan pangan dan tempat tinggal, tetapi juga kepastian agar proses belajar mereka tidak terhenti terlalu lama.

Titiek Soeharto Soroti Bantuan Presiden Belum Tiba di Pengungsian Gempa NTT

Perspektif UBN Newsroom

Ketika Gempa Merobohkan Sekolah, Pendidikan Harus Tetap Berdiri

Robohnya SDN Reo I menunjukkan bahwa bencana tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga dapat mengancam keberlangsungan pendidikan anak-anak.

Bangunan sekolah dapat diperbaiki, tetapi waktu belajar anak-anak tidak dapat dikembalikan. Karena itu, respons pascabencana perlu memastikan keselamatan bangunan sekaligus menghadirkan ruang belajar yang aman dan layak bagi para siswa.

Pemerintah, masyarakat, dan lembaga kemanusiaan memiliki peran untuk memastikan anak-anak penyintas tetap mendapatkan haknya untuk belajar meskipun berada dalam situasi darurat.

Pembangunan kembali tidak cukup hanya dengan mendirikan bangunan baru. Infrastruktur pendidikan juga harus dibangun dengan memperhatikan ketahanan terhadap risiko bencana agar sekolah benar-benar menjadi tempat yang aman bagi generasi berikutnya.

Menjaga Pendidikan adalah Amanah

Islam memberikan perhatian besar terhadap ilmu dan pendidikan. Allah SWT berfirman:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

(QS. Al-Mujadilah [58]: 11)

Ayat tersebut mengingatkan bahwa ilmu memiliki kedudukan yang mulia. Karena itu, memastikan anak-anak tetap memperoleh pendidikan setelah bencana bukan sekadar persoalan pembangunan fasilitas, tetapi bagian dari menjaga masa depan generasi.

Dalam kondisi darurat, penyediaan ruang belajar sementara, perlengkapan sekolah, pendampingan psikososial, dan perlindungan terhadap anak menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kehidupan serta masa depan mereka.

Gempa boleh merobohkan bangunan, tetapi jangan sampai ikut merobohkan harapan anak-anak untuk belajar dan meraih masa depan.

Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban

UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.

Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom serta Dukungan tanggap bencana gempa NTT dapat disalurkan melalui: BSI
7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam

Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal
YouTube UBN Newsroom.

Penulis: Tim UBN Newsroom

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement