TEHERAN, UBN NEWSROOM — Jumat, 13 Rabiul Akhir 1448 H / 25 September 2026 M.
Iran memperingatkan perang yang mengguncang Timur Tengah dapat meluas hingga Samudra Hindia apabila Amerika Serikat (AS) atau Israel kembali melancarkan serangan terhadap wilayah dan kepentingan Teheran. Peringatan tersebut memperbesar kekhawatiran konflik akan menjalar dari dua jalur maritim strategis dunia, Selat Hormuz dan Bab al-Mandab, menuju kawasan Samudra Hindia.
Peringatan itu disampaikan Mayor Jenderal Yahya Rahim Safavi, penasihat militer senior Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, Kamis (24/9/2026). Safavi mengatakan angkatan bersenjata Iran telah mempersiapkan sejumlah skenario apabila AS atau Israel kembali menyerang.
“Kami tidak tahu apa yang ada dalam pikiran Trump dan Netanyahu,” kata Safavi seperti dilaporkan Anadolu Agency dengan mengutip kantor berita Iran, Fars.
Safavi mengatakan Iran telah menyiapkan diri menghadapi skenario terburuk apabila fasilitas atau kepentingan nasionalnya kembali menjadi sasaran. Dalam kondisi tersebut, ia memperingatkan wilayah konflik dapat bertambah luas.
“Sekarang perang telah menyebar dari Teluk dan Selat Hormuz ke Laut Merah, ada kemungkinan bahwa pada tahap berikutnya dari potensi perang dengan AS, front ini dapat meluas lebih jauh, ke Samudra Hindia atau tempat lainnya,” kata Safavi.
Penyebutan Samudra Hindia membuat peringatan terbaru Teheran memiliki arti strategis lebih luas. Kawasan itu bukan hanya salah satu jalur utama perdagangan dan energi dunia, tetapi juga menjadi lokasi Diego Garcia, pulau yang menampung fasilitas militer gabungan AS-Inggris.
Diego Garcia terletak sekitar 3.800 kilometer dari Iran. Pangkalan tersebut telah memiliki peran dalam operasi militer AS selama konflik dengan Iran dan mampu melayani pesawat pengebom jarak jauh Amerika.
Ancaman terhadap kawasan itu juga bukan sepenuhnya hipotetis. Pada Maret lalu, Iran mengarahkan dua rudal balistik ke pangkalan Diego Garcia. Satu dilaporkan gagal dalam penerbangan, sedangkan satu lainnya dicegat.
Karena itu, pernyataan Safavi memperluas kembali perhatian terhadap kemungkinan konflik bergerak keluar dari pusat pertempuran di Teluk. Jika Selat Hormuz, Laut Merah, Bab al-Mandab, dan Samudra Hindia sekaligus terseret dalam eskalasi, dampaknya dapat menjangkau jalur energi dan perdagangan jauh di luar Timur Tengah.
DUA SELAT STRATEGIS
Peringatan Iran muncul ketika dua titik sempit pelayaran internasional, Selat Hormuz dan Bab al-Mandab, menjadi bagian penting dari konflik.
Selat Hormuz menghubungkan Teluk dengan Laut Arab dan menjadi salah satu jalur utama ekspor minyak dan gas negara-negara Teluk. Konflik telah mengganggu pelayaran di kawasan tersebut dan ikut memberikan tekanan terhadap pasar energi internasional.
Iran kini mengaitkan pembukaan kembali Hormuz dengan sejumlah persyaratan terhadap Washington. Reuters melaporkan Teheran menyatakan kesediaannya membuka kembali jalur strategis tersebut dalam waktu sekitar sepekan apabila AS mengurangi tekanan militer dan mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran.
Pada saat yang sama, persoalan baru berkembang di sisi lain Jazirah Arab.
Kelompok Houthi yang didukung Iran telah memperluas wilayah yang dikuasainya di Yaman. Reuters melaporkan pasukan Houthi merebut pesisir Laut Merah Yaman dan kemudian bergerak menuju dataran tinggi untuk mengamankan posisi strategis.
Kemajuan tersebut membuat perhatian internasional kembali tertuju kepada Bab al-Mandab. Selat sempit di antara Yaman dan Tanduk Afrika itu menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan selanjutnya Samudra Hindia.
Associated Press melaporkan Houthi telah memperluas penguasaan di Yaman barat, termasuk kawasan strategis Bab al-Mandab. Seorang pejabat senior Houthi mengatakan kelompok tersebut tidak berniat menyerang kapal-kapal AS kecuali terkait dengan pihak Saudi, di tengah eskalasi baru perang Yaman.
Perkembangan itu membuat dua pintu masuk-keluar kawasan Teluk dan Laut Merah menghadapi tekanan secara bersamaan. Rusia dan Arab Saudi bahkan menyerukan agar pelayaran melalui Hormuz dan Bab al-Mandab dijamin tetap aman dan tanpa hambatan.
HOUTHI UBAH PETA KONFLIK
Kemajuan Houthi di Yaman memberikan dimensi baru bagi posisi regional Iran. Reuters melaporkan serangan besar kelompok tersebut telah menghasilkan penguasaan wilayah strategis dekat Bab al-Mandab serta pulau-pulau yang sebelumnya berada di bawah pengaruh Saudi.
Perubahan itu berpotensi meningkatkan kemampuan Houthi memengaruhi pelayaran melalui Laut Merah. Bagi Iran, perkembangan tersebut juga menambah bobot strategis kelompok sekutunya ketika Teheran sendiri berhadapan dengan AS di sekitar Hormuz.
Iran selama bertahun-tahun diketahui mendukung Houthi. Teheran membantah mengendalikan operasi kelompok tersebut, sementara AS dan negara-negara Teluk menuduh dukungan Iran menjadi faktor penting dalam kemampuan militer Houthi.
Konflik terbaru di Yaman juga menimbulkan konsekuensi kemanusiaan. Reuters melaporkan sedikitnya 112 ribu orang mengungsi di dalam negeri akibat gelombang pertempuran terbaru, sementara ribuan lainnya melarikan diri dengan perahu menuju Djibouti.
Pertempuran juga telah menyentuh Arab Saudi. AP melaporkan Houthi pada 19 September mencoba menyerang Riyadh dengan rudal balistik, selain mengklaim sejumlah serangan terhadap infrastruktur Saudi.
Dengan konflik bergerak di sekitar Hormuz sekaligus Bab al-Mandab, pernyataan Safavi mengenai Samudra Hindia menunjukkan bagaimana Teheran melihat geografi perang dalam skala yang semakin luas.
DIEGO GARCIA MASUK PERHITUNGAN
Di tengah ancaman tersebut, posisi Diego Garcia menjadi penting.
Pangkalan gabungan AS-Inggris itu berada di Kepulauan Chagos di tengah Samudra Hindia. Lokasinya memungkinkan militer AS memproyeksikan kekuatan ke Timur Tengah sekaligus kawasan Indo-Pasifik.
The Guardian sebelumnya melaporkan AS menggunakan fasilitas Inggris, termasuk Diego Garcia, untuk operasi yang dikaitkan dengan konflik Iran. Pangkalan itu mampu menampung pesawat strategis jarak jauh dan telah menjadi bagian dari infrastruktur militer AS selama perang.
Iran pun sebelumnya telah memperlihatkan bahwa Diego Garcia masuk dalam perhitungan militernya. Pada 19 Maret, Teheran meluncurkan dua rudal balistik ke arah pangkalan tersebut.
Artinya, ketika Safavi sekarang berbicara mengenai kemungkinan perluasan front ke Samudra Hindia, kawasan yang disebutnya bukan ruang geografis tanpa aset militer yang berkaitan dengan perang.
Namun, Safavi tidak secara eksplisit mengatakan dalam pernyataan terbaru tersebut bahwa Iran akan menyerang Diego Garcia. Pernyataannya menyebut kemungkinan perluasan geografis konflik ke Samudra Hindia jika terjadi serangan baru. Karena itu, penyebutan pangkalan AS-Inggris tersebut merupakan konteks strategis, bukan target spesifik yang diumumkan Safavi.
ANCAMAN BERJALAN BERSAMA DIPLOMASI
Peringatan keras dari Teheran justru muncul ketika jalur diplomasi kembali dibuka di New York.
Delegasi Iran dan AS berada di kota tersebut dalam rangka Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sejumlah negara, termasuk Qatar, Pakistan, dan Mesir, terlibat dalam upaya mediasi untuk mempersempit perbedaan kedua pihak.
Reuters melaporkan Iran telah menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu sekitar satu pekan apabila Washington mengurangi tekanan militernya dan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Delegasi Iran di New York juga disebut memiliki kewenangan untuk mengejar jalur diplomatik.
The National melaporkan kontak antara kedua pihak sejauh ini lebih banyak digunakan untuk memperjelas posisi daripada menghasilkan terobosan. Iran tetap menuntut langkah konkret dari Washington sebelum perundingan formal dapat bergerak maju.
Teheran antara lain mengaitkan pembukaan kembali Hormuz dengan pengurangan tekanan militer dan blokade. Washington, sebaliknya, menginginkan konsesi dari Iran sebelum mengambil langkah yang diminta Teheran.
Iran juga menginginkan pencabutan sanksi sebagai bagian dari proses yang lebih luas. Perbedaan urutan langkah tersebut menjadi salah satu hambatan bagi tercapainya kesepakatan.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mempertahankan kebijakan militernya terhadap Iran dalam pidato di Majelis Umum PBB. AP melaporkan Trump membela keputusan pemerintahannya dalam perang tersebut, sementara upaya diplomatik tetap berlangsung di sela-sela pertemuan para pemimpin dunia di New York.
Kondisi itu menciptakan dua jalur yang berjalan beriringan: ancaman eskalasi militer dan upaya diplomasi.
Dari Teheran, Safavi memperingatkan bahwa perang berikutnya dapat menjangkau Samudra Hindia. Dari New York, diplomat Iran dan AS melalui mediator membicarakan jalan menuju penghentian konflik dan pembukaan kembali Hormuz.
RISIKO MELUAS KE JALUR PERDAGANGAN DUNIA
Perluasan konflik ke Samudra Hindia akan memiliki konsekuensi yang jauh melampaui Iran dan Amerika Serikat. Samudra tersebut menghubungkan jalur perdagangan dari Teluk dan Laut Merah menuju Asia Selatan, Asia Tenggara, Afrika, dan kawasan lain.
Karena itu, kekhawatiran utama bukan hanya kemungkinan munculnya medan tempur baru. Gangguan terhadap rangkaian Hormuz–Laut Arab–Samudra Hindia serta Bab al-Mandab–Laut Merah dapat meningkatkan risiko bagi kapal komersial, pengiriman energi, dan rantai pasok internasional.
Dampak gangguan dua jalur tersebut telah mulai terlihat. Reuters melaporkan eskalasi di Yaman dan Hormuz telah memaksa perubahan jalur ekspor minyak serta meningkatkan biaya pelayaran dan bahan bakar.
Itulah yang membuat peringatan Safavi memiliki arti lebih besar daripada sekadar retorika militer antara Teheran dan Washington.
Selat Hormuz berada di bawah tekanan. Houthi memperluas pengaruhnya di sekitar Bab al-Mandab. Diego Garcia berada di tengah Samudra Hindia dan telah terlibat dalam dimensi militer konflik.
Kini Iran memperingatkan bahwa serangan baru dapat membuat garis perang bergerak lebih jauh lagi.
Pada saat yang sama, perundingan tidak langsung masih berlangsung di New York. Hasil diplomasi tersebut akan menentukan apakah ancaman perluasan perang tetap menjadi peringatan—atau menjadi babak baru konflik yang telah bergerak jauh melampaui perbatasan Iran.
PERSPEKTIF UBN NEWSROOM
RISIKO ESKALASI DARI TELUK MENUJU JALUR MARITIM GLOBAL
Peringatan mengenai kemungkinan meluasnya konflik hingga Samudra Hindia menunjukkan bahwa eskalasi di Timur Tengah dapat memiliki dampak yang melampaui wilayah tempat pertempuran berlangsung. Hormuz dan Bab al-Mandab merupakan jalur pelayaran yang menghubungkan kawasan energi Timur Tengah dengan jaringan perdagangan internasional.
Ketika keamanan dua jalur tersebut terganggu, dampaknya dapat dirasakan melalui perubahan rute pelayaran, biaya pengiriman, pasokan energi, serta rantai pasok global. Karena itu, perkembangan militer di kawasan perlu dibaca bersamaan dengan perkembangan diplomasi yang sedang berlangsung.
AMANAH DALAM MENCEGAH MELUASNYA KONFLIK
Islam mengajarkan pentingnya menjaga perdamaian dan tidak membiarkan konflik berkembang menjadi kerusakan yang lebih luas. Ketika terdapat jalan menuju perdamaian, jalan tersebut perlu ditempuh dengan tetap menjaga kewaspadaan dan keadilan.
فَإِن جَنَحُوا۟ لِلسَّلْمِ فَٱجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ
“Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”
(Q.S. Al-Anfal [8]: 61)
Dalam konteks konflik yang berpotensi meluas ke jalur perdagangan internasional, upaya diplomasi dan pencegahan eskalasi menjadi penting untuk melindungi kehidupan manusia, keamanan pelayaran, serta kepentingan masyarakat yang terdampak oleh konflik.
CATATAN REDAKSI
Sumber: Anadolu Agency, Fars, Reuters, Associated Press (AP), The Guardian, dan The National sebagaimana dirujuk dalam naskah.
DUKUNGAN OPERASIONAL DAKWAH & JURNALISME PERADABAN
UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.
Keberlangsungan kerja dakwah dan jurnalisme membutuhkan dukungan bersama. Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom serta dukungan tanggap bencana dapat disalurkan melalui:
BSI 7779700091
a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.
UBN Newsroom — Strategic Islamic Newsroom.
Kebenaran yang teruji, narasi yang berakar pada wahyu.

Comment