SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Internasional

Iran Hujani Israel dengan Rudal Pasca Israel Serang Udara di Beirut, Pasar Global Guncang

Dampak Ekonomi: Harga Minyak Dunia Melonjak 3%

Respons pasar keuangan dan komoditas global terhadap pemboman terbaru ini terjadi secara instan. Begitu pasar perdagangan internasional dibuka pada Senin pagi, harga minyak mentah dunia langsung meroket tajam akibat kekhawatiran gangguan pasokan di Selat Hormuz.

Para analis ekonomi memprediksi, jika ketegangan antara Iran dan Israel tidak mereda dalam 48 jam ke depan, harga energi global berpotensi mengalami guncangan yang lebih besar dan memicu inflasi di berbagai negara.

PERSPEKTIF & ANALISIS REDAKSI UBN NEWSROOM

Mengapa Selat Hormuz Menjadi Kartu AS yang Sesungguhnya?

Serangan rudal Iran ke Pangkalan Udara Ramat David bukan sekadar aksi balas dendam militer atas pengeboman Beirut. Ini adalah pesan geopolitik dengan target audiens yang jauh lebih besar: Gedung Putih dan Pasar Energi Global.

Di balik retorika militer yang agresif dari Yerusalem dan Teheran, UBN Newsroom melihat ada tiga dinamika krusial yang mengonfirmasi mengapa konflik kali ini jauh lebih berbahaya:

  1. Celah Hukum Gencatan Senjata AprilTragedi terbesar dari eskalasi ini adalah kegagalan struktural dalam kesepakatan damai awal April lalu. Gencatan senjata tersebut dirancang dengan fokus yang terlalu sempit pada koridor Israel-Gaza, namun meninggalkan wilayah abu-abu (gray area) di Lebanon selatan dan wilayah maritim. Akibatnya, Lebanon kembali menjadi lapangan proksi di mana kedua belah pihak merasa bebas bertukar api secara formal—hingga akhirnya Iran memutuskan untuk melompati batasan proksi tersebut dan menyerang secara langsung.
  2. Kalkulasi Diplomasi Transaksional Donald TrumpIntervensi kilat Presiden Donald Trump mencerminkan gaya diplomasi khasnya yang transaksional. Namun, pendekatan “berbagi pukulan secara adil” ini menghadapi tembok tebal di Yerusalem. Kepala Staf IDF, Jenderal Eyal Zamir, berada di bawah tekanan politik domestik yang masif untuk menunjukkan pencegahan (deterrence) yang mutlak. Menahan diri setelah wilayah kedaulatan dihujani rudal balistik secara langsung akan dianggap sebagai kelemahan politik bagi pemerintahan Benjamin Netanyahu.
  3. Selat Hormuz: Senjata Ekonomi TeheranMengapa pasar finansial begitu sensitif? Karena Iran tahu mereka tidak bisa memenangkan perang atrisi udara jangka panjang melawan kombinasi teknologi Israel dan AS. Oleh karena itu, senjata terkuat Teheran bukanlah rudal balistik, melainkan kemampuan mereka untuk memblokade Selat Hormuz—jalur pipa nadi yang mengalirkan seperlima pasokan minyak dunia. Dengan mengaitkan serangan ini ke jalur logistik laut, Iran sedang menyandera ekonomi global agar dunia internasional ikut menekan Israel untuk menahan diri.
Negosiator Utama Iran Tegaskan Selat Hormuz Tak Dibuka Sebelum Tuntutan Teheran Dipenuhi

Pages: 1 2 3 4

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement