Internasional
Home » Krisis Reputasi Israel di Amerika: Dukungan yang Mulai Retak dari Dalam

Krisis Reputasi Israel di Amerika: Dukungan yang Mulai Retak dari Dalam

Sabtu, 25 April 2026 | 8 Dzulqa’dah 1447 H

JAKARTA — Selama puluhan tahun, kekuatan Israel tidak hanya bertumpu pada superioritas militer, tetapi juga pada konstruksi citra yang kuat di panggung global. Di Amerika Serikat, Israel lama diposisikan sebagai sekutu demokratis, korban ancaman kawasan, sekaligus benteng strategis Barat di Timur Tengah. Namun, konstruksi citra tersebut kini menunjukkan tanda-tanda keretakan yang signifikan.

Data dari Institute for National Security Studies (INSS) Israel mengindikasikan penurunan tajam persepsi publik Amerika terhadap Israel. Sekitar 60 persen warga Amerika kini memandang Israel secara negatif, meningkat dari 42 persen pada 2022. Tren ini semakin mencolok pada kelompok usia muda (18–29 tahun), dengan tingkat persepsi negatif mencapai 75 persen. Bahkan, di kalangan Demokrat muda angkanya mencapai 85 persen, sementara di kalangan Republik muda sebesar 64 persen.

Fenomena ini tidak sekadar mencerminkan penurunan popularitas, melainkan mengarah pada krisis reputasi yang lebih dalam.

Selama ini, dukungan Amerika terhadap Israel ditopang oleh empat pilar utama: pemerintah, lobi politik, dukungan lintas partai, serta basis keagamaan konservatif. Ketika generasi muda, sebagian pemilih Republik, komunitas Evangelis, dan bahkan sebagian Yahudi Amerika mulai mengalami pergeseran sikap, maka yang terguncang bukan hanya citra Israel, tetapi juga fondasi legitimasi politiknya di Amerika Serikat.

Saudi, Turkiye, Pakistan Tandatangani Pakta Pertahanan Makkah, Apa Itu?

Pages: 1 2 3 4 5

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *