Internasional
Home » KTT Beijing Berakhir: Ada Kemajuan Diplomasi, Namun Taiwan Tetap Menjadi Bom Waktu Perang Dunia Ketiga

KTT Beijing Berakhir: Ada Kemajuan Diplomasi, Namun Taiwan Tetap Menjadi Bom Waktu Perang Dunia Ketiga

UBN NEWSROOM — Pertemuan puncak (KTT) dua hari yang mempertemukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping di Beijing resmi berakhir pada Sabtu (16/05/2026) atau bertepatan dengan 29 Dzulqodah 1447 H.

Kendati membawa sejumlah kemajuan taktis di hari kedua, KTT ini belum menghasilkan terobosan besar (major breakthrough). Di balik senyum diplomatik dan retorika persahabatan, bayang-bayang konflik terbuka masih nyata. Isu Taiwan tetap menyala sebagai bom waktu geopolitik yang sewaktu-waktu dapat memicu Perang Dunia Ketiga.

Hari Pertama vs Hari Kedua: Dari Simbolisme ke Negosiasi Konkret

Berdasarkan laporan media terpercaya yang dikutip dari Al Jazeera Arabic, hari pertama pertemuan antara Trump dan Xi Jinping didominasi oleh formalitas dan simbol-simbol diplomatik. Agenda dipenuhi oleh jamuan kenegaraan serta aksi saling puji secara terbuka antara tamu dan tuan rumah.

Namun, dinamika berubah signifikan pada hari kedua. Pembicaraan beralih ke koridor yang lebih konkret dan strategis:

  • Komitmen Stabilitas: Kedua belah pihak secara terbuka mengakui pentingnya menjaga hubungan AS-Cina agar tetap stabil.
  • Sikap Beijing: Cina menyambut baik adanya pemahaman bersama (new mutual understanding) untuk membangun hubungan yang konstruktif dan stabil secara strategis.
  • Sikap Washington: Gedung Putih menekankan pembahasan intensif pada sektor perdagangan, akses pasar, investasi Cina ke industri domestik AS, serta peningkatan pembelian produk pertanian Amerika.
Saudi, Turkiye, Pakistan Tandatangani Pakta Pertahanan Makkah, Apa Itu?

Pages: 1 2 3 4 5

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *