Dampak Langsung bagi Indonesia
Hasil pertemuan di Beijing ini memiliki dampak yang sangat vital bagi perekonomian nasional Indonesia:
- Skenario Positif: Jika Selat Hormuz stabil, tekanan terhadap harga energi dan subsidi BBM di dalam negeri akan mereda.
- Skenario Negatif: Jika hubungan AS-Cina kembali menegang, pasar finansial global akan terguncang. Lebih buruk lagi, jika Taiwan benar-benar menjadi pusat konflik baru, maka rantai pasok chip teknologi, perdagangan Asia, dan ekonomi dunia akan terpukul jauh lebih dahsyat daripada dampak krisis Iran saat ini.
Kesimpulan
KTT hari kedua antara Trump dan Xi Jinping berhasil menata ulang posisi masing-masing negara: Amerika mencari stabilisasi cepat, Cina mempertahankan kartu tawar strategisnya, Iran tetap menjadi pusat krisis, dan Taiwan tetap menjadi titik paling berbahaya.
Pertanyaan terbesar pasca-KTT ini bukanlah apakah Trump dan Xi Jinping bisa tersenyum bersama di depan kamera, melainkan: Apakah senyum diplomatik itu cukup kuat untuk menahan dunia agar tidak tergelincir ke dalam konflik yang lebih besar?
Sebab, jika krisis Iran adalah api yang sedang menyala hari ini, maka Taiwan adalah bahan bakar utama yang bisa membuat seluruh dunia terbakar esok hari dalam sebuah Perang Dunia Ketiga.
(Copyright: UBN Newsroom, 2026).

Comment