Advertisement
Internasional
Home » Malaysia Tawarkan Bantuan Karhutla, Pemerintah Indonesia Sebut Prabowo Telah Menyambut Positif

Malaysia Tawarkan Bantuan Karhutla, Pemerintah Indonesia Sebut Prabowo Telah Menyambut Positif

JAKARTA, UBN NEWSROOM — Senin, 20 Rabiul Akhir 1448 H / 12 Oktober 2026 M.

Pemerintah Malaysia menyatakan masih menunggu tanggapan resmi Indonesia terkait tawaran bantuan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan. Tawaran tersebut mencakup satu pesawat pemadam kebakaran, tiga helikopter, serta 52 personel untuk mendukung operasi pemadaman.

Pernyataan Malaysia itu muncul meskipun pemerintah Indonesia sebelumnya telah menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menyambut positif tawaran bantuan tersebut. Pada 18 September 2026, Sekretariat Kabinet RI melaporkan bahwa Prabowo menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi dan menyatakan keterbukaan terhadap bantuan yang ditawarkan.

Perbedaan keterangan tersebut menunjukkan perlunya membedakan penerimaan tawaran secara prinsip dari penyelesaian koordinasi teknis yang dibutuhkan untuk merealisasikan bantuan.

MALAYSIA MASIH MENUNGGU TANGGAPAN RESMI

Promo Mie Gacoan Rp1 di ShopeeFood, berlaku 19–21 Oktober 2026

Ahmad Zahid menyampaikan perkembangan tersebut saat menghadiri peluncuran Bulan Kesiapsiagaan Nasional 2026 di Ipoh, Malaysia, Minggu (11/10/2026).

Menurut laporan Bernama, Badan Pengurusan Bencana Negara Malaysia (NADMA) dan Kementerian Luar Negeri Malaysia telah mengirimkan surat kepada mitra masing-masing di Indonesia untuk menindaklanjuti tawaran bantuan. Namun, hingga pernyataan itu disampaikan, pemerintah Malaysia mengaku belum menerima tanggapan melalui jalur komunikasi tersebut.

Ahmad Zahid mengatakan Malaysia menawarkan bantuan dengan ikhlas. Ia juga menyatakan bahwa pemerintahnya memilih berprasangka baik dan mempertimbangkan kemungkinan Indonesia belum memerlukan bantuan tersebut.

Pernyataan itu merujuk pada perkembangan komunikasi lanjutan, sedangkan keterangan pemerintah Indonesia pada September menunjukkan bahwa tawaran Malaysia sebelumnya telah disambut secara positif oleh Presiden Prabowo.

Karena itu, belum adanya tanggapan yang disebut Malaysia tidak serta-merta dapat dimaknai sebagai penolakan Indonesia terhadap bantuan tersebut.

Target Zakat Rp70 Triliun pada 2027, BAZNAS Perlu Buka Angka Dasar dan Metodologi

BANTUAN MELIPUTI PESAWAT, HELIKOPTER, DAN PERSONEL

Tawaran Malaysia mencakup satu pesawat Bombardier CL-415MP, tiga helikopter, serta 52 personel dari sejumlah instansi terkait.

Personel yang ditawarkan berasal dari NADMA, Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia, dan Tentera Udara Diraja Malaysia. Pesawat CL-415MP dirancang untuk mendukung pemadaman kebakaran dari udara dengan mengambil air dari sumber yang sesuai, kemudian menjatuhkannya di area terdampak.

Pada 18 September 2026, Sekretariat Kabinet RI melaporkan bahwa Presiden Prabowo menerima kunjungan Ahmad Zahid di kediamannya di Hambalang, Bogor. Pertemuan tersebut membahas kerja sama penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Dalam keterangan pemerintah Indonesia saat itu, Prabowo menyambut tawaran bantuan Malaysia dengan terbuka. Bantuan yang disebutkan terdiri atas satu pesawat, tiga helikopter, dan 52 personel, yang menurut keterangan saat itu direncanakan dikirim dalam waktu dekat.

Greenpeace Panjat Tugu HI, Kritik Krisis Iklim dan Biaya Hidup

Meski demikian, realisasi bantuan lintas negara tetap memerlukan tindak lanjut, termasuk penentuan kebutuhan di lapangan, mekanisme pengerahan personel, kesiapan operasional, serta koordinasi antarlembaga dari kedua negara.

KABUT ASAP MENJADI PERSOALAN LINTAS BATAS

Karhutla di Sumatera dan Kalimantan tidak hanya berdampak pada wilayah yang mengalami kebakaran. Asap yang terbawa angin dapat melintasi perbatasan dan memengaruhi kualitas udara di negara tetangga.

Reuters melaporkan pada 9 Oktober 2026 bahwa Malaysia menutup sekolah di sejumlah wilayah menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap. Dampak tersebut memperlihatkan bahwa karhutla dapat mengganggu kesehatan masyarakat, pendidikan, transportasi, dan aktivitas ekonomi lintas negara.

Pada 12 Oktober 2026, Reuters juga melaporkan bahwa para menteri luar negeri negara-negara ASEAN dijadwalkan membahas persoalan kabut asap lintas batas sebagai bagian dari persiapan menuju Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN pada bulan berikutnya.

Pembahasan tersebut menunjukkan bahwa kabut asap bukan semata-mata persoalan domestik, melainkan tantangan regional yang memerlukan komunikasi dan kerja sama antarpemerintah.

Ahmad Zahid menekankan bahwa persoalan kabut asap seharusnya tidak dipandang sebagai pertentangan antara Malaysia dan Indonesia. Kedua negara, menurutnya, perlu bekerja sama untuk menangani kebakaran yang berulang sekaligus memperkuat upaya pencegahan agar dampak serupa tidak terus terjadi setiap tahun.

KOORDINASI MENJADI KUNCI PENANGANAN KARHUTLA

Penanganan karhutla membutuhkan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, petugas pemadam, dan lembaga terkait. Apabila bantuan internasional ditawarkan, koordinasi juga perlu mencakup penilaian kebutuhan, keselamatan personel, kemampuan operasional, serta mekanisme pengerahan aset dari negara lain.

Bantuan dari negara tetangga berpotensi memperkuat upaya pemadaman, terutama apabila kapasitas yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Namun, efektivitasnya bergantung pada kejelasan koordinasi, kesiapan teknis, dan kesepakatan mengenai pelaksanaan operasi.

Di tengah perbedaan keterangan mengenai tindak lanjut bantuan Malaysia, informasi resmi dari kedua pemerintah menjadi penting untuk menjelaskan status koordinasi terkini. Kejelasan tersebut diperlukan agar masyarakat dapat memahami perkembangan penanganan karhutla tanpa menarik kesimpulan yang belum didukung informasi memadai.

Selain pemadaman, upaya jangka panjang juga perlu mencakup pencegahan kebakaran, pengawasan kawasan rawan, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran, dan pemulihan lingkungan

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement