Advertisement
Internasional Timur Tengah
Home » Mufti Bangladesh Sheikh Nasrullah Al-Badr Meninggal Dunia Usai Serangan di Bandara Riyadh Saat Perjalanan Umrah

Mufti Bangladesh Sheikh Nasrullah Al-Badr Meninggal Dunia Usai Serangan di Bandara Riyadh Saat Perjalanan Umrah

JAKARTA, UBN NEWSROOM — Senin, 20 Rabiul Akhir 1448 H / 12 Oktober 2026 M.

Sheikh Nasrullah Al-Badr, seorang ulama asal Bangladesh, dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami luka-luka akibat serangan yang menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (10/10/2026). Saat kejadian, ia berada di bandara dalam perjalanan menuju Makkah untuk menunaikan ibadah umrah.

Kabar meninggalnya Nasrullah diberitakan sejumlah media pada Senin (12/10/2026). Anadolu Agency, mengutip laporan media Arab Saudi, menyebut dirinya sebagai salah satu korban serangan yang menimbulkan korban jiwa dan ratusan orang terluka. Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) sebelumnya telah mengonfirmasi serangan terhadap bandara tersebut.

SERANGAN DI BANDARA KING KHALID

Serangan pada Sabtu (10/10/2026) dilaporkan menimbulkan korban dari sejumlah negara. Berdasarkan keterangan GACA yang diberitakan media internasional, sedikitnya 12 orang meninggal dunia dan 309 lainnya mengalami luka-luka.

Promo Mie Gacoan Rp1 di ShopeeFood, berlaku 19–21 Oktober 2026

Para korban dilaporkan mencakup warga Arab Saudi dan warga negara asing, termasuk dari Bangladesh, Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Palestina, Suriah, dan Sudan.

GACA menyatakan sejumlah korban mengalami luka serius dan mendapatkan perawatan di rumah sakit. Otoritas terkait juga melakukan pendataan kerusakan serta pemeriksaan keselamatan fasilitas bandara setelah serangan.

Pada Minggu (11/10/2026), GACA kembali mengumumkan bahwa Bandara Internasional King Khalid menjadi sasaran serangan. Insiden lanjutan tersebut dilaporkan menyebabkan korban luka dan mendorong otoritas melakukan evaluasi kerusakan serta pemeriksaan keselamatan bersama instansi terkait.

SERANGAN BERDAMPAK PADA PENERBANGAN

Serangan terhadap bandara turut mengganggu operasional penerbangan. Pada Sabtu, GACA mengumumkan penghentian sementara aktivitas bandara untuk memungkinkan pemeriksaan kerusakan dan memastikan keamanan fasilitas.

Target Zakat Rp70 Triliun pada 2027, BAZNAS Perlu Buka Angka Dasar dan Metodologi

Anadolu Agency melaporkan bahwa otoritas meminta penumpang memeriksa status penerbangan melalui maskapai masing-masing sebelum menuju bandara. Kementerian Luar Negeri Arab Saudi juga meminta penumpang yang perjalanannya terdampak pembatalan atau penundaan agar menghubungi perwakilan diplomatik Saudi di negara tempat mereka berada untuk memperoleh bantuan dan arahan.

Gangguan tersebut menjadi perhatian bagi pelaku perjalanan internasional, termasuk jemaah umrah yang menggunakan Riyadh sebagai titik perjalanan maupun transit.

NASRULLAH AL-BADR DALAM PERJALANAN UMRAH

Menurut laporan Anadolu Agency pada 12 Oktober 2026, Nasrullah Al-Badr berada di Bandara Internasional King Khalid ketika serangan terjadi. Ia dilaporkan sedang dalam perjalanan untuk melaksanakan ibadah umrah.

SindoNews melaporkan bahwa Nasrullah berusia 35 tahun dan berasal dari Distrik Cumilla, Bangladesh. Ia disebut menjabat sebagai sekretaris pendidikan di Madrasah Jamia Arabia Rabiul Ulum di Kamrangirchar, Dhaka.

Greenpeace Panjat Tugu HI, Kritik Krisis Iklim dan Biaya Hidup

Nasrullah dilaporkan meninggalkan seorang istri dan tiga anak. Informasi mengenai usia, asal daerah, jabatan, dan keluarganya tersebut bersumber dari laporan media. Keterangan resmi pemerintah yang secara khusus merinci seluruh identitas korban belum ditemukan dalam sumber yang ditelusuri untuk artikel ini.

OTORITAS SAUDI LAKUKAN PENANGANAN

Pemerintah Arab Saudi melalui otoritas penerbangan menyampaikan bahwa penanganan korban, pemeriksaan fasilitas, dan evaluasi kerusakan dilakukan bersama instansi terkait.

Sejumlah pemerintah juga menyampaikan kecaman terhadap serangan tersebut. Kementerian Luar Negeri Bangladesh, sebagaimana diberitakan ANTARA pada 11 Oktober, menyatakan bahwa serangan yang membahayakan warga sipil dan menargetkan infrastruktur sipil tidak dapat diterima.

Bangladesh turut menyerukan penghentian permusuhan, perlindungan warga sipil, serta penyelesaian krisis melalui dialog dan diplomasi.

Mengenai pihak yang bertanggung jawab, sejumlah laporan menyebut otoritas dan koalisi pimpinan Arab Saudi menuding kelompok Houthi sebagai pelaku. Tuduhan tersebut perlu dipahami sebagai pernyataan pihak yang menuding dan dibedakan dari informasi mengenai jumlah korban yang diumumkan otoritas penerbangan

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement