Advertisement
Palestina
Home » Ulama Yaman dan Muhammadiyah Jajaki Dua Program Pendidikan untuk Palestina

Ulama Yaman dan Muhammadiyah Jajaki Dua Program Pendidikan untuk Palestina

JAKARTA, UBN NEWSROOM — Senin, 20 Rabiul Akhir 1448 H / 12 Oktober 2026 M.

Ulama asal Tarim, Yaman, Habib Umar bin Hafiz, bersama delegasi Majelis Muwasholah Ulama Muslimin mengunjungi Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Jakarta, Senin (12/10/2026). Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama keagamaan, penguatan persatuan umat Islam, serta dukungan bagi pendidikan masyarakat Palestina yang terdampak konflik.

Pertemuan yang diterima Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas bersama sejumlah pimpinan Muhammadiyah itu menghasilkan penjajakan dua program untuk Palestina. Keduanya berfokus pada dukungan terhadap halaqah Al-Qur’an di Masjid Al-Aqsa serta keberlanjutan pendidikan pelajar dan mahasiswa Gaza. Informasi tersebut disampaikan melalui pemberitaan resmi Muhammadiyah dan laporan sejumlah media, termasuk Suara Muhammadiyah dan Republika.

DUA PROGRAM UNTUK PALESTINA

Program pertama berkaitan dengan dukungan terhadap halaqah Al-Qur’an di Masjid Al-Aqsa. Dalam pertemuan tersebut, delegasi Habib Umar memaparkan program di bawah naungan Waqf Al-Musthafa yang menargetkan 12.000 kali khatam Al-Qur’an setiap bulan.

Promo Mie Gacoan Rp1 di ShopeeFood, berlaku 19–21 Oktober 2026

Program ini juga melibatkan warga Baitul Maqdis yang menerima santunan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup mereka. Dukungan tersebut diharapkan dapat menjaga keberlangsungan kegiatan keagamaan sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat setempat.

Muhammadiyah berpeluang berkontribusi melalui skema sponsor atau wakaf untuk mendukung satu atau beberapa halaqah. Kelompok yang memperoleh dukungan juga dapat menggunakan nama Persyarikatan Muhammadiyah sebagai bentuk partisipasi kelembagaan.

Program kedua berfokus pada akses pendidikan jarak jauh bagi pelajar dan mahasiswa Gaza. Inisiatif ini ditujukan untuk menjaga keberlanjutan pendidikan generasi muda Palestina yang kehilangan atau mengalami keterbatasan akses belajar akibat perang.

Program pendidikan daring tersebut direncanakan melalui kerja sama dengan lembaga dan universitas di Yordania. Muhammadiyah berpeluang mendukungnya melalui pembiayaan, penyediaan fasilitas pendidikan, maupun kerja sama kelembagaan. Namun, skema pelaksanaan dan bentuk kontribusi setiap pihak masih memerlukan pembahasan lebih lanjut.

ANWAR ABBAS: KERJA SAMA PERLU DITINDAKLANJUTI

Target Zakat Rp70 Triliun pada 2027, BAZNAS Perlu Buka Angka Dasar dan Metodologi

Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas menyambut baik kunjungan Habib Umar bin Hafiz. Ia berharap pertemuan tersebut menjadi awal bagi pengembangan kerja sama yang lebih luas antara Muhammadiyah dan Darul Musthafa, lembaga pendidikan Islam yang berpusat di Yaman.

Menurut Anwar, kerja sama dapat dikembangkan dalam bidang keulamaan dan keagamaan. Salah satu gagasan yang dibahas ialah program yang mempertemukan Muhammadiyah, Darul Musthafa, dan anak-anak Gaza untuk berdiskusi mengenai agama serta masa depan mereka.

Anwar juga menyampaikan bahwa putra Habib Umar yang turut hadir dalam pertemuan tersebut mengharapkan keterlibatan Muhammadiyah dalam mendukung pendidikan anak-anak Gaza. Penyelenggaraan webinar menjadi salah satu gagasan awal untuk membangun komunikasi dan membuka peluang kolaborasi.

HABIB UMAR TEKANKAN PERSATUAN UMAT

Dalam pertemuan tersebut, Habib Umar bin Hafiz menyampaikan kebahagiaannya dapat berkunjung ke kantor PP Muhammadiyah. Ia menekankan pentingnya memperkuat persatuan umat Islam dan memperluas kerja sama dalam pelayanan kepada agama dan masyarakat.

Greenpeace Panjat Tugu HI, Kritik Krisis Iklim dan Biaya Hidup

Habib Umar juga mengapresiasi kesungguhan jajaran Muhammadiyah dalam menjalankan pelayanan umat. Ia berharap hubungan yang terjalin dapat berlanjut melalui berbagai program bersama, termasuk kunjungan dan kerja sama antarlembaga pada masa mendatang.

Pertemuan ini mempertemukan tradisi pendidikan dan pembinaan keagamaan Darul Musthafa dengan pengalaman Muhammadiyah dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pelayanan sosial. Meski demikian, program-program yang dibahas masih berada pada tahap penjajakan dan memerlukan tindak lanjut kelembagaan agar dapat diwujudkan.

MUHAMMADIYAH DAN PENDIDIKAN PALESTINA

Penjajakan kerja sama tersebut sejalan dengan langkah Muhammadiyah sebelumnya dalam mendukung masa depan masyarakat Palestina melalui pendidikan.

Pada April 2026, Muhammadiyah melaporkan keterlibatannya dalam dialog reformasi pendidikan bersama Kementerian Pendidikan dan Pendidikan Tinggi Palestina. Pembahasan mencakup pertukaran praktik pendidikan, peningkatan kapasitas, program sekolah bersaudara, serta penjajakan pendirian sekolah Muhammadiyah di Palestina.

Pada Agustus 2026, PP Muhammadiyah juga menyampaikan komitmennya untuk memperkuat dukungan pendidikan bagi pemuda Palestina, termasuk melalui peluang beasiswa di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.

Langkah-langkah tersebut menunjukkan bahwa pendidikan menjadi salah satu jalur dukungan jangka panjang yang terus dikembangkan Muhammadiyah bagi masyarakat Palestina

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement