SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politik
Home » Rupiah Tertekan dan Polemik Makan Bergizi Gratis Jadi Sorotan Publik

Rupiah Tertekan dan Polemik Makan Bergizi Gratis Jadi Sorotan Publik

JAKARTA, 7 Juni 2026 — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan signifikan dalam empat hari terakhir. Berdasarkan pantauan tim UBN Newsroom terhadap percakapan publik di media sosial X hingga Ahad, 7 Juni 2026 (21 Zulhijah 1447 Hijriah), isu ekonomi ini menjadi topik paling dominan yang dibahas oleh masyarakat Indonesia, melampaui pembahasan isu-isu lainnya. Pembahasan mengenai pelemahan rupiah ini kini makin banyak dikaitkan oleh masyarakat dengan polemik pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di berbagai thread dan diskusi di media sosial, kedua isu tersebut sering muncul bersamaan.

Sebagian warganet mempertanyakan kondisi ekonomi yang sedang tertekan di tengah munculnya berbagai tuduhan, kritik, dan polemik terkait pengelolaan program MBG.

Ragam Kritik dan Aspirasi MasyarakatPantauan UBN Newsroom menunjukkan bahwa sebagian besar kritik publik diarahkan kepada pemerintahan secara keseluruhan terkait pengelolaan ekonomi nasional. Beberapa nama yang paling sering disebut dalam percakapan publik antara lain Presiden Prabowo Subianto, Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa, tim ekonomi pemerintah, serta pihak-pihak yang terkait dengan pengelolaan program MBG. Kemudian kata MBG diplesetkan dengan “Mas Bahlil Ganteng” juga ramai diperbincakangkan di jagat medsos.

Komentar-komentar yang berkembang di masyarakat merefleksikan situasi di lapangan, antara lain:

  • “Ekonomi lagi susah tapi uang negara malah bermasalah di sana sini.”
  • “Yang rakyat lihat bukan teori ekonomi, tetapi harga kebutuhan sehari-hari.”
  • “Kalau rupiah melemah terus, yang pertama kena ya rakyat kecil.”
DPR Usir Perwakilan Jababeka, KLH/BPLH Ungkap Kejanggalan Data Uji Limbah dan Pipa Tua

Pages: 1 2 3

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement