SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agama Olahraga
Home » Merajut Ukhuwah, Mengambil Hikmah di Balik Lapangan Hijau

Merajut Ukhuwah, Mengambil Hikmah di Balik Lapangan Hijau

JAKARTA (ubnnewsroom) — Lapangan hijau bukan sekadar panggung bagi 22 pemain yang berlaga di Piala Dunia. Pukul 02.00 dini hari WIB pada 20 Juli 2026, halaman AQL Islamic Center Tebet bertransformasi menjadi saksi bisu di mana setiap detik pertandingan berubah menjadi momen untuk merajut ukhuwah dan mengambil hikmah. Antusiasme yang terpancar dari wajah jamaah lintas generasi bukan hanya tentang dukungan terhadap tim favorit, melainkan tentang indahnya persaudaraan yang terjalin erat di tengah ruang ibadah.

​Acara nonton bersama ini menjadi antitesis bagi mereka yang menganggap dakwah harus selalu berjarak. Di sini, nilai-nilai keislaman tidak disampaikan melalui ceramah yang kaku, melainkan melalui praktik langsung: bagaimana menjaga adab saat emosi meluap, saling menghargai pendapat, dan mempererat tali silaturahmi yang mungkin sempat renggang di tengah kesibukan sehari-hari.

​AQL Islamic Center berkomitmen menjadikan setiap momentum—termasuk euforia olahraga—sebagai wasilah (perantara) untuk mengikat hati. Setiap sorak-sorai yang tertahan oleh etika dan setiap senyum yang terbagi adalah bukti bahwa di dalam Islam, kegembiraan adalah salah satu cara untuk mensyukuri kehidupan.

​Hikmah & Perspektif UBN Newsroom

​Dalam kacamata dakwah, sebuah perhelatan nobar tidak boleh berhenti sebagai hiburan belaka. Ada hikmah besar di balik setiap gol dan strategi: yaitu pelajaran tentang kerjasama tim, konsistensi dalam mengejar tujuan, serta ketabahan saat menghadapi kekalahan.

Muadzin Masjidil Haram Syekh Ibrahim Al-Madani Wafat

​Merajut ukhuwah di tengah perbedaan warna dukungan adalah bentuk nyata dari pengamalan ajaran Islam. Islam mengajarkan bahwa perbedaan hanyalah sarana untuk saling mengenal (li ta’arafu), bukan untuk memecah belah. Dengan menjaga etika dan ukhuwah, kita tidak hanya menjadi penonton yang cerdas, tetapi juga mukmin yang berakhlak mulia di mana pun berada.

​Landasan Dalil

​Spirit persaudaraan yang kita rajut ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. Al-Hujurat [49]: 10:

​”Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu yang berselisih dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”

​Sejalan dengan itu, Rasulullah SAW juga mengingatkan kita untuk senantiasa menjadi pribadi yang kuat, termasuk dalam menjaga emosi dan persaudaraan, sebagaimana hadits riwayat Imam Muslim:

​”Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah.”

Kemenhaj Dalami Dugaan Jual Beli Porsi Haji di Jawa Timur

​Semoga setiap agenda yang kita lalui, termasuk nobar ini, menjadi cara bagi kita untuk terus menguatkan ikatan ukhuwah dan mengambil hikmah terbaik, hingga kita menjadi umat yang tidak hanya kuat secara fisik, namun juga kokoh dalam persaudaraan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement