JAKARTA, UBN NEWSROOM — Selasa, 21 Rabiul Akhir 1448 H / 13 Oktober 2026 M.
Alumni Madinah dan Saudi Arabia menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus mengecam dugaan serangan menggunakan rudal dan/atau drone terhadap fasilitas sipil di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi. Insiden tersebut dilaporkan menimbulkan korban jiwa dan luka-luka serta mengancam keselamatan penerbangan sipil.
Ketua Umum Alumni Madinah dan Saudi Arabia, KH Dr. (HC) Bachtiar Nasir, Lc., M.M., menegaskan bahwa serangan terhadap infrastruktur sipil internasional, terutama fasilitas yang menjadi jalur perjalanan ibadah, merupakan persoalan serius yang menyangkut keselamatan manusia, hukum humaniter internasional, dan nilai-nilai kemanusiaan universal.
Merespons peristiwa tersebut, Alumni Madinah dan Saudi Arabia menyampaikan lima poin pernyataan sikap. Poin-poin itu mencakup kecaman terhadap serangan fasilitas sipil, desakan perlindungan bagi warga negara Indonesia (WNI) dan jamaah umrah, penguatan koordinasi informasi, seruan kepada komunitas internasional, serta doa bagi keamanan Tanah Suci.
MENGECAM SERANGAN TERHADAP FASILITAS SIPIL
Alumni Madinah dan Saudi Arabia mengecam segala bentuk serangan terhadap fasilitas sipil, khususnya bandara internasional yang melayani masyarakat dari berbagai negara.
Menurut organisasi tersebut, serangan terhadap fasilitas semacam itu berpotensi mengancam keselamatan warga sipil dan tidak dapat dibenarkan apabila bertentangan dengan ketentuan hukum internasional yang berlaku.
Keluarga besar Alumni Madinah dan Saudi Arabia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia serta mendoakan kesembuhan bagi mereka yang mengalami luka-luka.
Selain itu, organisasi tersebut menyatakan solidaritas kepada rakyat dan Kerajaan Arab Saudi dalam upaya menjaga keamanan serta kedaulatan wilayahnya.
DESAK PERLINDUNGAN JAMAAH UMRAH DAN WNI
Alumni Madinah dan Saudi Arabia menyoroti pentingnya perlindungan bagi WNI dan jamaah umrah yang berada di Arab Saudi. Sebagai tujuan utama perjalanan ibadah umat Islam Indonesia, Arab Saudi menjadi wilayah penting bagi mobilitas jamaah, dengan bandara internasional sebagai jalur kedatangan dan kepulangan.
Karena itu, organisasi tersebut mendesak pihak terkait, khususnya Kementerian Luar Negeri RI, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, serta Kementerian Haji dan Umrah, untuk memastikan pemantauan dan perlindungan keselamatan WNI serta jamaah umrah.
Mereka juga meminta agar informasi mengenai perkembangan keamanan, perubahan jadwal penerbangan, dan penanganan penumpang terdampak disampaikan secara jelas dan tepat waktu.
Informasi perjalanan dan keselamatan diharapkan mengacu pada pengumuman resmi otoritas Arab Saudi serta instansi pemerintah Indonesia yang berwenang.
DORONG INFORMASI RESMI DAN KOORDINASI
Alumni Madinah dan Saudi Arabia turut mendorong penguatan komunikasi mengenai situasi keamanan dan operasional penerbangan. Kejelasan informasi diperlukan agar jamaah umrah, keluarga di Indonesia, dan penyelenggara perjalanan dapat mengambil langkah yang tepat sesuai arahan otoritas terkait.
Organisasi tersebut mengimbau WNI dan jamaah umrah untuk terus memantau informasi resmi dari perwakilan Indonesia di Arab Saudi. Koordinasi dengan penyelenggara perjalanan ibadah umrah juga diperlukan apabila terjadi perubahan jadwal, rute, atau ketentuan perjalanan.
Menurut organisasi tersebut, keselamatan jiwa harus menjadi prioritas dalam setiap keputusan perjalanan, terutama ketika situasi keamanan kawasan menghadapi peningkatan risiko.
DESAK PERAN PBB DAN KOMUNITAS INTERNASIONAL
Alumni Madinah dan Saudi Arabia menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan komunitas internasional untuk mengambil langkah nyata guna mencegah eskalasi konflik.
Mereka juga mendorong pertanggungjawaban terhadap pihak-pihak yang terbukti sengaja menargetkan warga sipil dan fasilitas publik, sesuai dengan ketentuan hukum internasional yang berlaku.
Organisasi tersebut menegaskan bahwa perlindungan masyarakat sipil harus menjadi perhatian utama dalam setiap upaya meredakan konflik. Fasilitas yang digunakan masyarakat untuk kebutuhan sipil, termasuk perjalanan internasional, harus memperoleh perlindungan sesuai hukum yang berlaku.
SERUKAN DOA BAGI KEAMANAN TANAH SUCI
Ketua Umum Alumni Madinah dan Saudi Arabia sekaligus Ketua Umum DPP Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI), KH Dr. (HC) Bachtiar Nasir, Lc., M.M., mengajak umat Islam dan alumni Timur Tengah di Indonesia untuk memanjatkan doa bagi keselamatan Tanah Suci dan kawasan Timur Tengah.
Ia berharap kawasan tersebut senantiasa dilimpahi ketenteraman, perdamaian, dan perlindungan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Keamanan fasilitas publik dan keselamatan manusia di atas segalanya. Serangan terhadap bandara sipil adalah ancaman langsung terhadap ketertiban dunia dan kenyamanan jutaan tamu Allah yang hendak beribadah. Kami mendoakan stabilitas dan keamanan segera pulih sepenuhnya di Arab Saudi,” demikian pernyataan Bachtiar Nasir

Comment