JAKARTA, UBN NEWSROOM — Selasa, 27 Rabiul Akhir 1448 H / 13 Oktober 2026 M.
Kementerian Kesehatan Gaza mencatat 1.493 warga Palestina tewas dan 5.299 lainnya terluka sejak kesepakatan gencatan senjata diumumkan pada Oktober 2025. Data tersebut merujuk pada laporan hingga 12 Oktober 2026, ketika situasi kemanusiaan di Jalur Gaza masih diwarnai serangan, keterbatasan layanan kesehatan, dan hambatan evakuasi pasien.
Dalam laporan yang diterbitkan pada 13 Oktober, Al Jazeera menyebut jumlah korban meninggal sejak gencatan senjata meningkat dari 1.460 orang pada pekan sebelumnya menjadi 1.493 orang. Dengan demikian, terdapat selisih 33 kematian dalam rentang sekitar satu pekan. Namun, selisih tersebut tidak serta-merta menunjukkan jumlah korban akibat serangan baru karena data juga dapat mencakup orang yang meninggal akibat luka sebelumnya maupun jenazah yang baru ditemukan.
KORBAN SEJAK OKTOBER 2023 MELAMPAUI 74 RIBU JIWA
Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Gaza tertanggal 12 Oktober 2026, jumlah warga Palestina yang meninggal sejak perang dimulai pada 7 Oktober 2023 mencapai 74.382 orang. Sementara itu, jumlah korban luka tercatat sebanyak 175.416 orang.
Sejak gencatan senjata diumumkan, kementerian tersebut mencatat 1.493 kematian dan 5.299 korban luka. Sebanyak 836 jenazah juga dilaporkan telah ditemukan dan dievakuasi dari berbagai lokasi.
Sejumlah korban masih berada di bawah reruntuhan bangunan atau di jalan-jalan yang belum dapat dijangkau ambulans dan tim penyelamat. Kondisi tersebut membuat proses pencarian, penyelamatan, dan pendataan korban terus menghadapi kendala.
DATA PBB MENUNJUKKAN KORBAN TERUS BERTAMBAH
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), dalam laporan situasi yang diterbitkan pada 2 Oktober 2026, mencatat 1.431 kematian dan 5.026 korban luka sejak pengumuman kesepakatan gencatan senjata pada 10 Oktober 2025. Data tersebut merujuk pada informasi Kementerian Kesehatan Gaza hingga 30 September 2026.
OCHA menjelaskan bahwa angka korban dapat berubah setelah proses identifikasi dan verifikasi. Dalam laporan tersebut, sebanyak 81 kematian ditambahkan secara retrospektif setelah informasi identitas korban disetujui oleh Kementerian Kesehatan Gaza.
Angka OCHA dan laporan Kementerian Kesehatan Gaza per 12 Oktober memiliki batas waktu pendataan yang berbeda. Karena itu, keduanya tidak dapat dibandingkan seolah-olah mencerminkan periode pelaporan yang sama.
SERANGAN MASIH TERJADI DI TENGAH GENCATAN SENJATA
Laporan Al Jazeera pada 13 Oktober menyebut warga Palestina masih meninggal akibat serangan di sejumlah wilayah Gaza selama pekan sebelumnya. Dalam beberapa insiden, militer Israel menyatakan serangan ditujukan kepada anggota kelompok bersenjata Palestina. Pernyataan tersebut perlu dibedakan dari data korban jiwa yang disampaikan otoritas kesehatan setempat.
Reuters juga melaporkan bahwa serangan Israel masih terjadi di Gaza pada 12 Oktober. Menurut pejabat kesehatan setempat, sedikitnya dua warga Palestina tewas dalam serangan udara di bagian selatan Jalur Gaza. Militer Israel menyatakan serangan itu menargetkan seorang militan, tetapi tidak memberikan keterangan lebih lanjut dalam laporan tersebut.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa pengumuman gencatan senjata belum sepenuhnya mengakhiri kekerasan maupun risiko yang dihadapi warga sipil. PBB sebelumnya juga melaporkan bahwa serangan udara, penembakan, dan operasi militer masih berlanjut setelah kesepakatan tersebut berlaku.
KRISIS KESEHATAN DAN HAMBATAN EVAKUASI PASIEN
Selain korban jiwa, keterbatasan layanan kesehatan di Gaza masih menjadi perhatian utama.
Menurut laporan Al Jazeera yang mengutip Kementerian Kesehatan Gaza, sebanyak 44 persen obat-obatan esensial dilaporkan telah habis dari persediaan. Kementerian tersebut juga menyatakan tidak ada pasien yang diizinkan keluar melalui Perlintasan Rafah selama periode pelaporan.
Laporan yang sama mengutip organisasi kemanusiaan yang menyebut lebih dari 18.500 pasien membutuhkan evakuasi medis. Lebih dari 1.000 pasien dilaporkan meninggal ketika menunggu akses untuk memperoleh perawatan di luar Gaza. Angka-angka tersebut merupakan informasi yang dikutip dari sumber terkait dan tidak dapat dipahami sebagai hasil verifikasi independen terhadap setiap kasus.
Keterbatasan obat, kerusakan fasilitas kesehatan, dan hambatan perjalanan medis membuat kebutuhan kemanusiaan tidak berhenti pada penghentian serangan. Warga yang terluka maupun pasien dengan penyakit serius juga membutuhkan akses terhadap obat-obatan, perawatan, dan evakuasi yang aman.
CATATAN TENTANG TANGGAL DAN VERIFIKASI DATA
OCHA menggunakan 10 Oktober 2025 sebagai tanggal pengumuman kesepakatan gencatan senjata dalam pelaporan angka korban. Sementara itu, sejumlah sumber menggunakan 11 Oktober 2025 sebagai tanggal mulai berlakunya gencatan senjata.
Perbedaan acuan tersebut penting diperhatikan ketika membaca angka korban yang dihitung sejak gencatan senjata. Oleh karena itu, tanggal batas data dan sumber perlu dicantumkan agar pembaca memahami konteks perbandingannya.
Data utama artikel ini merujuk pada laporan Kementerian Kesehatan Gaza tertanggal 12 Oktober 2026, laporan OCHA tertanggal 2 Oktober 2026, serta laporan Al Jazeera dan Reuters. Angka korban dari otoritas setempat tetap diatribusikan kepada sumbernya, sedangkan laporan PBB digunakan sebagai pembanding berdasarkan periode data yang tersedia.

Comment