JAKARTA, UBN NEWSROOM — Jumat, 24 Rabiul Akhir 1448 H / 16 Oktober 2026 M.
Sejumlah tokoh dan dai asal Maluku serta Maluku Utara bersilaturahim dengan pimpinan AQL Islamic Center, KH Bachtiar Nasir (UBN), di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan dakwah, persatuan umat, dan kolaborasi untuk mengembangkan gerakan dakwah di kawasan Indonesia Timur.
Rombongan dai yang hadir di antaranya Ustaz Abu Imam asal Ambon, Ustaz Ridwan dari Wairoro, Halmahera Timur, serta Ustaz Abu Aisyah. Mereka menyampaikan berbagai tantangan dakwah di daerah sekaligus meminta nasihat UBN mengenai upaya memperkuat persatuan umat dan membangun sistem dakwah yang lebih terarah.

TANTANGAN PERSATUAN DAN SISTEM DAKWAH
Ustaz Abu Imam mengungkapkan bahwa umat Islam di daerah masih menghadapi tantangan dalam membangun persatuan dan mengembangkan gerakan dakwah secara terorganisasi.
“Kami menceritakan kondisi kami di daerah yang memang membuat kami semakin gelisah dari hari ke hari, di mana umat ini belum begitu bersatu dan dakwah yang kami bangun pun belum tersistem dengan baik. Maka kami datang untuk meminta nasihat jalan keluar,” ujar Abu Imam di hadapan UBN.
Selain meminta nasihat, para dai tersebut berharap UBN dapat berkunjung ke Maluku dan Maluku Utara untuk mengisi ceramah serta memberikan penguatan kepada umat Islam di wilayah tersebut.

AMAL JAMAI SEBAGAI LANDASAN KOLABORASI
Menanggapi aspirasi tersebut, UBN menekankan pentingnya amal jama’i atau kerja sama kolektif dalam menjalankan dakwah. Ia merujuk Surah Ali ‘Imran ayat 104 yang menyerukan umat Islam untuk mengajak kepada kebaikan, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar.
Menurut UBN, dakwah tidak dapat dijalankan secara sendiri-sendiri atau hanya berorientasi pada kepentingan kelompok. Karena itu, para dai perlu membangun kolaborasi dengan mengutamakan tujuan bersama.
“Mengajak kepada kebaikan itu tidak bisa sendiri, wajib untuk selalu amal jama’i, atau bahasa sekarang kolaborasi. Cuma memang risikonya untuk amal jama’i ini kita harus menundukkan ego dan kadang harus melupakan perasaan dulu demi memenangkan perjuangan dakwah,” tegas UBN.

MEWASPADAI EGO SEKTORAL DAN SENTIMEN KESUKUAN
Ketua Umum DPP Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) itu juga mengingatkan pentingnya mewaspadai ego sektoral dan sentimen kesukuan atau hamiyyah yang berpotensi memicu perpecahan apabila lebih diutamakan daripada kepentingan umat.
Ia berpesan agar para dai menjaga keikhlasan dalam berdakwah dan tetap berpegang pada tahapan dakwah yang mengutamakan penyebaran kebaikan serta ajakan kepada kemakrufan.
“Ayo kita bangun kembali semangat. Yang mengajar di pesantren, teruslah mengajar. Pilihlah hidup seperti jalannya para nabi dan rasul, menjadi penerus risalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,” tambah UBN.
UBN juga menyatakan keterbukaan untuk berkolaborasi dengan para dai dalam memperkuat dakwah di Maluku dan Maluku Utara. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun persatuan umat dan memperkuat gerakan dakwah di kawasan Indonesia Timur

Comment