Advertisement
Internasional Palestina Uncategorized
Home » China Desak Israel Hentikan Ekspansi Permukiman di Tepi Barat dan Buka Akses Gaza

China Desak Israel Hentikan Ekspansi Permukiman di Tepi Barat dan Buka Akses Gaza

JAKARTA, UBN NEWSROOM — Sabtu, 26 Rabiul Akhir 1448 H / 17 Oktober 2026 M.

Pemerintah China mendesak Israel menghentikan dan membatalkan perluasan permukiman di Tepi Barat yang diduduki serta membuka seluruh akses menuju Jalur Gaza. Desakan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam pertemuan dengan Presiden Israel Isaac Herzog di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-7 Conference on Interaction and Confidence Building Measures in Asia (CICA) di Baku, Azerbaijan, Kamis (15/10/2026). Kementerian Luar Negeri China memublikasikan keterangan mengenai pertemuan tersebut pada Jumat (16/10/2026).

Wang menegaskan bahwa penyelesaian persoalan Palestina merupakan bagian mendasar dari upaya mewujudkan perdamaian dan rekonsiliasi di Timur Tengah. Ia juga menyatakan bahwa solusi dua negara merupakan jalan yang tepat untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina.

Menurut Wang, pembukaan seluruh jalur akses menuju Gaza menjadi kebutuhan mendesak agar sekitar dua juta warga Palestina di wilayah tersebut tidak terus menghadapi ancaman terhadap kelangsungan hidup dan krisis kemanusiaan.

CHINA DESAK ISRAEL HENTIKAN PERLUASAN PERMUKIMAN

Kapal Tanker Meledak Setelah Terkena Ranjau di Selat Hormuz. Pasokan Minyak Dunia Makin Sulit

Dalam keterangan resminya, Kementerian Luar Negeri China menyebut Wang meminta Israel menghentikan sekaligus membatalkan pembangunan permukiman di Tepi Barat yang diduduki.

China menilai persoalan Palestina sebagai salah satu ketidakadilan historis terbesar pada abad ini. Wang menegaskan bahwa perdamaian jangka panjang di Timur Tengah tidak akan terwujud tanpa penyelesaian persoalan Palestina yang adil.

Beijing juga menyatakan kesediaannya bekerja sama dengan masyarakat internasional untuk mendorong pihak-pihak yang terlibat kembali ke jalur dialog dan konsultasi. Upaya tersebut diarahkan pada pencarian penyelesaian politik yang dapat membuka jalan bagi perdamaian berkelanjutan.

PERTEMUAN WANG YI DAN PRESIDEN ISRAEL

Pertemuan Wang Yi dan Isaac Herzog berlangsung di tengah hubungan diplomatik China-Israel yang masih berjalan, meskipun kedua negara memiliki perbedaan pandangan mengenai persoalan Palestina.

Arab Saudi Tolak Tawaran Israel untuk Melawan Houthi.

Menurut keterangan Kementerian Luar Negeri China, Herzog menyampaikan pandangan Israel mengenai situasi di Timur Tengah. Ia menyatakan bahwa Israel menginginkan perdamaian, tetapi juga menghadapi persoalan keamanan yang menurutnya perlu ditangani.

Wang turut membahas hubungan bilateral kedua negara. China menyatakan kesediaannya melanjutkan kerja sama dengan Israel, seraya menekankan pentingnya perdamaian kawasan, penyelesaian persoalan Palestina, serta penghormatan terhadap hak kedua bangsa untuk hidup damai dan mendirikan negara merdeka.

CHINA TEGASKAN DUKUNGAN TERHADAP PALESTINA

Pada hari yang sama, Wang Yi juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri Palestina Varsen Aghabekian Shahin di Baku. Dalam pertemuan tersebut, Wang menegaskan dukungan China terhadap perjuangan rakyat Palestina untuk memperoleh kembali hak-hak nasional mereka yang sah.

Kementerian Luar Negeri China menyatakan bahwa Beijing akan terus menyuarakan dukungan terhadap Palestina melalui berbagai forum multilateral. China juga mendorong negara-negara yang mendukung perdamaian untuk memperkuat upaya mewujudkan solusi dua negara.

MUI Terbitkan Tausiyah Karhutla, Desak Penegakan Hukum dan Penguatan Gotong Royong

Pihak Palestina mengapresiasi dukungan diplomatik China serta bantuan kemanusiaan yang telah diberikan kepada masyarakat Gaza. Kedua pihak turut membahas penguatan hubungan strategis China-Palestina.

PBB PERINGATKAN EKSPANSI PERMUKIMAN

Desakan China disampaikan di tengah kekhawatiran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai perkembangan permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki.

Dalam laporan mengenai pelaksanaan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2334, PBB mencatat bahwa aktivitas permukiman Israel di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, terus berlangsung. Laporan yang mencakup periode 13 Juni hingga 18 September 2026 itu menyebut otoritas perencanaan Israel memajukan atau menyetujui hampir 4.570 unit hunian di Area C Tepi Barat dan 3.515 unit di Yerusalem Timur selama periode pelaporan.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres juga memperingatkan bahwa perluasan permukiman, kekerasan oleh pemukim, penggusuran, dan pengambilalihan tanah semakin mengancam terbentuknya negara Palestina yang berdaulat dan berkesinambungan.

PBB menegaskan bahwa permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki tidak memiliki keabsahan hukum internasional dan bertentangan dengan resolusi-resolusi PBB yang relevan.

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement