AMMAN, UBN NEWSROOM — Ahad, 7 Jumadil Awal 1448 H / 18 Oktober 2026 M.
Kekayaan kuliner Jordania tidak hanya menawarkan beragam cita rasa, tetapi juga menyimpan cerita tentang keramahan dan pertemuan budaya di kawasan Levant. Tiga hidangan yang populer di tengah masyarakat, yaitu mansaf, maklouba, dan musakhan, memiliki latar budaya yang berbeda, dengan mansaf dikenal sebagai hidangan nasional khas Jordania, sementara dua lainnya memiliki akar tradisi Palestina.
Mansaf, Hidangan untuk Tamu Istimewa
Mansaf merupakan hidangan yang sangat lekat dengan identitas nasional Jordania. Makanan ini umumnya terdiri atas nasi, daging domba, dan saus jameed, yakni olahan yoghurt fermentasi dengan cita rasa khas.
Bagi masyarakat Jordania, mansaf bukan sekadar sajian untuk mengenyangkan perut. Hidangan ini juga memiliki makna sosial yang kuat, terutama dalam tradisi menjamu tamu. Seorang warga Jordania menjelaskan bahwa ketika seseorang datang berkunjung dan dianggap sebagai tamu istimewa, keluarga dapat menyiapkan mansaf sebagai bentuk penghormatan dan keramahan.
Tradisi tersebut memperlihatkan bagaimana makanan menjadi bagian dari cara masyarakat Jordania menunjukkan penghargaan kepada orang lain. Mansaf pun menempati posisi penting dalam berbagai pertemuan keluarga, perayaan, dan acara sosial.

Maklouba, Hidangan Nasi yang Dibalik
Maklouba, yang juga ditulis maqluba, merupakan hidangan nasi yang dimasak bersama daging dan sayuran, seperti terong atau kembang kol. Setelah matang, makanan ini dibalik dari panci ke atas nampan sehingga nasi dan bahan-bahannya tersusun dalam bentuk yang khas.
Nama maklouba berasal dari kata Arab yang berarti “terbalik”. Hidangan ini dikenal luas di Palestina dan kawasan Levant, termasuk Jordania. Karena itu, maklouba dapat ditemukan dalam tradisi kuliner masyarakat Jordania, meskipun akar budayanya tidak secara eksklusif berasal dari Jordania.

Musakhan, Warisan Kuliner Palestina
Musakhan merupakan hidangan yang sangat identik dengan tradisi kuliner Palestina. Sajian ini biasanya menggunakan roti taboon, ayam, bawang bombai, minyak zaitun, dan sumac, rempah yang memberikan cita rasa asam khas.
Perpaduan bahan tersebut mencerminkan kekayaan hasil pertanian dan tradisi kuliner Palestina, terutama penggunaan minyak zaitun dan roti sebagai unsur utama hidangan. Musakhan juga dikenal di kawasan sekitarnya, termasuk Jordania, melalui kedekatan geografis, sejarah, dan hubungan antarmasyarakat.
Popularitas mansaf, maklouba, dan musakhan menunjukkan bahwa kuliner Jordania tidak dapat dilepaskan dari interaksi budaya regional. Namun, mengenali asal-usul setiap hidangan tetap penting agar kekayaan kuliner Jordania dan warisan Palestina dapat dihargai sesuai identitas masing-masing.


Comment