PERSPEKTIF UBN NEWSROOM | Kuliner sebagai Identitas dan Jejak Akulturasi
Makanan dapat menjadi cermin identitas suatu masyarakat. Mansaf memperlihatkan kuatnya hubungan antara kuliner, keramahan, dan identitas nasional Jordania. Sementara itu, maklouba dan musakhan menunjukkan bahwa tradisi kuliner Palestina juga hidup dan dikenal di Jordania.
Dalam memahami kuliner kawasan Levant, popularitas sebuah hidangan di suatu negara tidak selalu berarti hidangan tersebut berasal secara eksklusif dari negara itu. Perpindahan masyarakat, kedekatan geografis, perkawinan, perdagangan, dan sejarah panjang kawasan turut membentuk kebiasaan makan lintas batas.
Karena itu, penting untuk membedakan antara hidangan yang menjadi simbol nasional suatu negara dan hidangan yang merupakan bagian dari warisan budaya regional. Mansaf secara luas diakui sebagai hidangan nasional Jordania, sedangkan musakhan sangat kuat identitas Palestinanya. Maklouba juga memiliki akar tradisi yang kuat dalam kuliner Palestina dan kawasan Levant.
Mengenali perbedaan tersebut bukan untuk mempertentangkan budaya, melainkan untuk menghargai sejarah dan identitas masyarakat yang melestarikannya. Dengan demikian, kuliner dapat menjadi sarana memahami keragaman sekaligus memperkuat penghormatan terhadap warisan budaya.
Menghargai Budaya dan Memuliakan Tamu
Islam mengajarkan umatnya untuk memuliakan tamu dan menjaga hubungan baik antarmanusia. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini mengajarkan bahwa memuliakan tamu merupakan bagian dari akhlak seorang Muslim. Tradisi menyajikan mansaf kepada tamu istimewa dapat dipahami sebagai salah satu bentuk keramahan masyarakat Jordania. Namun, kemuliaan menjamu tamu tidak ditentukan oleh mahalnya hidangan, melainkan oleh ketulusan, kepedulian, dan kemampuan menjamu sesuai keadaan.
Islam juga mengajarkan pentingnya bersikap adil dalam menyampaikan informasi. Mengakui akar Palestina pada hidangan seperti musakhan dan maklouba merupakan bagian dari penghargaan terhadap warisan budaya, tanpa mengabaikan kenyataan bahwa kuliner dapat berkembang dan diwariskan lintas masyarakat.
Pada akhirnya, mengenal makanan bukan hanya tentang rasa, melainkan juga tentang manusia, sejarah, dan nilai yang diwariskan melalui tradisi. Menghargai makanan berarti turut menghargai masyarakat yang menjaga warisan di baliknya.
UBN Newsroom — Strategic Islamic Newsroom.
Kebenaran yang teruji, narasi yang berakar pada wahyu.

Comment