Advertisement
Internasional Palestina
Home » Presiden Prabowo dan Sekjen PBB Bahas Palestina, Guterres Apresiasi Langkah Indonesia

Presiden Prabowo dan Sekjen PBB Bahas Palestina, Guterres Apresiasi Langkah Indonesia

JAKARTA, UBN NEWSROOM — Senin, 8 Jumadil Awal 1448 H / 19 Oktober 2026 M.

Dukungan Indonesia terhadap rakyat Palestina menjadi salah satu pembicaraan dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Ahad (18/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Guterres mengapresiasi langkah Indonesia dalam membantu rakyat Palestina serta peran diplomasi Indonesia dalam mendorong ketertiban dunia. Pertemuan di kediaman pribadi Presiden itu berlangsung menjelang berakhirnya masa jabatan Guterres sebagai Sekjen PBB pada Desember 2026.

Selain menjadi bagian dari komunikasi diplomatik Indonesia dan PBB, pertemuan tersebut juga membahas situasi di wilayah Palestina yang diduduki serta penguatan kerja sama multilateral.

GUTERRES APRESIASI DUKUNGAN INDONESIA UNTUK PALESTINA

KH Syukron Makmun wafat pada usia 84 tahun, Gus Faiz ungkap wasiat sang ayah

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, melalui keterangan resmi pada Ahad (18/10/2026), menyampaikan bahwa Guterres memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan politik luar negeri Indonesia di bawah Presiden Prabowo.

Guterres juga mengapresiasi upaya Indonesia dalam mendorong ketertiban dunia dan langkah nyata membantu rakyat Palestina. Apresiasi tersebut disampaikan dalam rangkaian pertemuan bilateral di Hambalang.

Pernyataan tersebut menempatkan Palestina sebagai salah satu isu penting dalam hubungan Indonesia dengan PBB. Dukungan Indonesia terhadap Palestina selama ini menjadi bagian dari diplomasi luar negeri yang disuarakan pemerintah di berbagai forum internasional.

Meski demikian, apresiasi yang disampaikan Guterres merupakan pengakuan terhadap langkah Indonesia, bukan pernyataan bahwa persoalan Palestina telah terselesaikan. Kondisi di wilayah Palestina yang diduduki masih menjadi salah satu persoalan yang dibahas dalam agenda internasional.

PALESTINA MASUK DALAM PEMBAHASAN GLOBAL

Kapal Tanker Meledak Setelah Terkena Ranjau di Selat Hormuz. Pasokan Minyak Dunia Makin Sulit

Kantor Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB menyatakan bahwa Guterres dan Prabowo membahas sejumlah isu global dan regional, termasuk situasi di wilayah Palestina yang diduduki.

Dalam keterangan yang diberitakan Metro TV pada 18 Oktober 2026, PBB juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Indonesia terhadap multilateralisme dan organisasi tersebut, termasuk kontribusi Indonesia dalam operasi pemeliharaan perdamaian.

Pembahasan turut mencakup reformasi sistem multilateral dan kemajuan Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan.

Pembahasan mengenai Palestina berlangsung di tengah perhatian masyarakat internasional terhadap perlindungan warga sipil, akses bantuan kemanusiaan, dan upaya mencapai penyelesaian yang adil.

Bagi Indonesia, isu Palestina tidak hanya berkaitan dengan hubungan bilateral, tetapi juga menyangkut prinsip kemerdekaan bangsa, perlindungan hak asasi manusia, dan pelaksanaan amanat konstitusi.

Arab Saudi Tolak Tawaran Israel untuk Melawan Houthi.

Karena itu, penting untuk membedakan dukungan diplomatik, bantuan kemanusiaan, dan langkah konkret dalam mendorong penyelesaian konflik. Ketiganya dapat saling melengkapi, tetapi masing-masing membutuhkan kebijakan dan tindak lanjut yang nyata.

PERTEMUAN JELANG AKHIR MASA JABATAN GUTERRES

Kunjungan Guterres ke Indonesia juga menjadi kesempatan untuk berpamitan kepada Prabowo menjelang berakhirnya masa jabatan sebagai Sekjen PBB pada Desember 2026.

Presiden Prabowo menerima Guterres di kediamannya, Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, pada Ahad (18/10/2026). Keduanya kemudian mengadakan pertemuan bilateral bersama delegasi masing-masing untuk membicarakan berbagai isu strategis dan kerja sama internasional.

Dalam agenda kunjungan tersebut, Guterres juga dijadwalkan mengunjungi Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI di Sentul serta menyampaikan pidato di Kementerian Luar Negeri RI sebelum kembali ke New York.

Pertemuan ini berlangsung ketika PBB menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari konflik bersenjata hingga kebutuhan memperkuat efektivitas kerja sama antarnegara. Dalam konteks tersebut, posisi Indonesia sebagai negara yang aktif dalam diplomasi multilateral menjadi salah satu aspek penting.

DIPLOMASI HARUS BERUJUNG PADA PERLINDUNGAN MANUSIA

Apresiasi Guterres terhadap langkah Indonesia membantu rakyat Palestina memberikan konteks penting bagi diplomasi Indonesia di tingkat internasional. Namun, ukuran penting dari dukungan tersebut bukan hanya pernyataan dalam pertemuan diplomatik, melainkan juga keberlanjutan bantuan, konsistensi sikap, dan kontribusi nyata bagi perlindungan masyarakat sipil.

Bagi rakyat Palestina, kebutuhan akan perlindungan, bantuan kemanusiaan, dan penyelesaian konflik tetap menjadi persoalan mendesak. Karena itu, pembahasan di tingkat pemimpin dunia perlu diikuti dengan langkah-langkah yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak.

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement