Internasional

Israel Kembali Langgar Gencatan Senjata: Gaza Masih Dibunuh di Tengah Janji Perdamaian

Dalam konteks Gaza, polisi bukan sekadar aparat keamanan. Mereka adalah bagian dari struktur sipil yang berusaha mengatur kehidupan harian masyarakat di tengah kehancuran. Ketika aparat yang mengamankan wilayah sipil dan menjaga ketertiban lokal justru ditargetkan, maka yang dihantam bukan hanya institusi, tetapi juga sisa-sisa tatanan sosial yang masih bertahan di Gaza.

Hamas menyatakan:

“Eskalasi ini … oleh pemerintah penjahat perang Netanyahu merupakan kegagalan nyata peran mediator dan penjamin gencatan senjata serta komunitas internasional dalam menghentikan mesin pembunuh Zionis yang brutal.”

Pernyataan itu menunjukkan satu hal penting: masalah Gaza hari ini bukan hanya soal pelanggaran Israel, tetapi juga soal lemahnya mekanisme penjaminan gencatan senjata. Ketika pelanggaran terjadi berulang, sementara respons internasional tidak cukup kuat untuk menghentikannya, maka gencatan senjata berisiko berubah menjadi sekadar jeda diplomatik tanpa daya paksa.

Sejak gencatan senjata diumumkan sekitar enam bulan lalu, Israel tetap melanjutkan serangan di Gaza. Data otoritas kesehatan menunjukkan sedikitnya 984 orang tewas dan 2.235 orang terluka sejak gencatan senjata diumumkan.

Saudi, Turkiye, Pakistan Tandatangani Pakta Pertahanan Makkah, Apa Itu?

Jumlah ini menambah panjang daftar korban perang Gaza sejak Oktober 2023. Secara keseluruhan, korban perang telah melampaui 72.500 orang tewas, dengan lebih dari 172.000 orang terluka. Ribuan orang lainnya masih hilang dan diyakini telah meninggal serta tertimbun di bawah reruntuhan bangunan.

Angka korban terkonfirmasi ini telah mencapai lebih dari 7 persen dari total populasi Gaza yang berjumlah sekitar 2 juta orang.

Pages: 1 2 3 4 5

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *