Internasional
Home » Perang Hari ke-54: Washington dan Tel Aviv Kian Sulit Dipercaya

Perang Hari ke-54: Washington dan Tel Aviv Kian Sulit Dipercaya

Table of Contents

Edisi Kamis, 23 April 2026 | 6 Dzulqa’dah 1447 H

JAKARTA — Perang hari ke-54 antara Amerika Serikat dan Iran belum juga menunjukkan jalan keluar yang meyakinkan. Donald Trump menyatakan akan melanjutkan gencatan senjata sampai Iran siap dengan proposal dan negosiasi barunya. Namun di saat yang sama, blokade Selat Hormuz tetap dijalankan sebagai bargain Amerika terhadap Iran. Teheran pun tetap pada posisinya: negosiasi hanya akan berlanjut apabila blokade terhadap Hormuz dibuka.

Inilah wajah paradoks diplomasi hari ini. Di satu sisi, gencatan senjata dipertahankan sebagai tanda bahwa pintu dialog masih terbuka. Tetapi di sisi lain, instrumen tekanan paling vital tetap dijaga. Maka yang lahir bukanlah kepercayaan, melainkan kebuntuan yang dipelihara. Amerika ingin Iran datang ke meja perundingan dalam posisi terdesak, sementara Iran menolak masuk ke ruang negosiasi dengan kepala tertunduk.

Harga dari konflik yang berjalan lambat namun mematikan ini sangat besar. Sejak awal perang pada 28 Februari hingga 21 April, ketegangan AS-Iran telah memakan korban di Iran sebanyak 3.375 orang meninggal dan lebih dari 26.500 lainnya berstatus injured. Sementara itu, dari pihak Amerika Serikat, 13 anggota militer meninggal dan 200 lainnya injured. Data ini merupakan laporan dari Iran health ministry, national health, and interior ministries. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa walaupun perang tidak selalu hadir dalam bentuk serangan besar setiap hari, ia terus bekerja sebagai mesin kelelahan, penguras nyawa, dan penghancur stabilitas.

Saudi, Turkiye, Pakistan Tandatangani Pakta Pertahanan Makkah, Apa Itu?

Pages: 1 2 3

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *