GIANYAR | UBN Newsroom — Persebaya Surabaya berhasil menjuarai Piala Presiden 2026 setelah mengalahkan Persib Bandung melalui drama adu penalti pada partai final yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026) malam.
Kedua tim bermain imbang 1-1 hingga waktu normal berakhir. Pemenang kemudian ditentukan melalui adu penalti, yang dimenangkan Persebaya dengan skor 6-5.
Kiper Ernando Ari tampil sebagai salah satu pahlawan kemenangan Bajul Ijo. Penampilannya di bawah mistar gawang membantu Persebaya mengamankan kemenangan sekaligus mengangkat trofi Piala Presiden 2026.
Sejak peluit pertama dibunyikan, pertandingan berlangsung dengan tempo tinggi. Persib maupun Persebaya sama-sama menciptakan sejumlah peluang berbahaya, namun hingga waktu normal berakhir skor tetap imbang 1-1 sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak adu penalti.
Pada babak tos-tosan, para eksekutor kedua tim tampil tenang. Namun, Persebaya akhirnya memastikan kemenangan dengan skor 6-5 setelah lebih efektif memanfaatkan peluang, sekaligus mengunci gelar juara turnamen pramusim bergengsi tersebut.
Keberhasilan ini menjadi modal berharga bagi Persebaya menjelang bergulirnya kompetisi musim 2026/2027. Sementara itu, Persib Bandung diharapkan menjadikan hasil ini sebagai bahan evaluasi sebelum menghadapi kompetisi domestik maupun agenda di level Asia.
Sebelumnya, Persib melaju ke final setelah menyingkirkan Persija Jakarta dengan skor 2-1 pada babak semifinal. Adapun Persebaya memastikan tiket ke partai puncak usai mengalahkan Arema FC dengan skor 1-0.
Perspektif UBN Newsroom
Keberhasilan Persebaya menjuarai Piala Presiden 2026 menunjukkan pentingnya mental bertanding, disiplin, dan konsistensi sepanjang pertandingan. Turnamen pramusim juga menjadi tolok ukur kesiapan klub menghadapi kompetisi resmi sekaligus menjadi hiburan yang mempererat semangat sportivitas di kalangan pecinta sepak bola nasional.
Perspektif Compliance Islam
Islam mendorong umatnya untuk berkompetisi dalam kebaikan dengan tetap menjunjung tinggi kejujuran, sportivitas, dan akhlak yang mulia. Kemenangan hendaknya disikapi dengan rasa syukur, sedangkan kekalahan diterima dengan lapang dada serta dijadikan bahan evaluasi untuk menjadi lebih baik.
Allah SWT berfirman:
“Dan berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan.” (QS. Al-Baqarah: 148)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah, meskipun pada keduanya terdapat kebaikan.” (HR. Muslim)
Nilai-nilai tersebut mengajarkan bahwa setiap kompetisi hendaknya menjadi sarana membangun karakter, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat untuk terus berusaha dan memberikan yang terbaik dengan cara-cara yang terhormat.*

Comment