JAKARTA | UBN Newsroom — Sabtu, 18 Safar 1448 H / 1 Agustus 2026 M– Presiden Prabowo Subianto batal menghadiri acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026) malam. Acara ini diadakan untuk menyambut peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan Prabowo sejatinya ingin hadir, tetapi berhalangan karena harus menjalankan tugas kenegaraan.
“Sebelum saya melanjutkan, izinkan saya menyampaikan salam hangat dan hormat dari Bapak Presiden RI. Yang sesungguhnya beliau sangat berkeinginan untuk hadir bersama-sama kita pada malam ini,” kata Nasaruddin Umar.
Nasaruddin mengatakan, tugas kenegaraan membuat Prabowo tidak dapat menghadiri kegiatan tersebut. Meski demikian, Prabowo menitipkan salam kepada seluruh peserta yang mengikuti acara.
“Tetapi Insyaallah mudah-mudahan tanpa mengurangi, karena beliau ada juga tugas kenegaraan yang sangat penting dan beliau menyampaikan salam kepada kita semuanya,” ujar Menteri Agama.
Berdasarkan pantauan UBN Newsroom di lokasi, Sabtu (1/8), tamu undangan dan warga sudah memadati area sisi selatan Monas yang menjadi lokasi pelaksanaan Zikir dan Doa Kebangsaan sejak jam 17.00 WIB. Acara tersebut diikuti jemaah dari berbagai latar belakang agama.
Tampak jemaah mengenakan busana muslim, baik laki-laki maupun perempuan.
Sebagian warga lainnya mengenakan pakaian bernuansa putih yang dipadukan dengan udeng Bali atau ikat kepala khas umat Hindu serta selendang berwarna kuning.
Jemaah tampak khidmat mengikuti zikir dan doa bersama yang dipimpin langsung Menag Nasaruddin Umar bersama sejumlah pemuka agama. Seluruh peserta duduk bersama mengikuti rangkaian acara hingga selesai.
Dalam kesempatan tersebut, juga hadir Wakil Ketua MPR-RI Hidayat Nur Wahid, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nusron Wahid, Wakil Menag Romo H. R.
Muhammad Syafi’i, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf serta sejumlah tokoh agama lainnya. ****
Perspektif UBN Newsroom
Zikir dan Doa Kebangsaan menjadi ruang bersama bagi seluruh elemen bangsa untuk memanjatkan doa bagi persatuan, kedamaian, dan kemajuan Indonesia. Kehadiran maupun ketidakhadiran seorang pemimpin negara tidak mengurangi makna utama kegiatan tersebut sebagai ikhtiar spiritual kebangsaan. Sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat persaudaraan, toleransi, serta nilai-nilai kebangsaan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.
Perspektif Syariah Compliance
Allah SWT berfirman:
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.” (QS. Al-Ma’idah: 2)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Doa adalah inti ibadah.” (HR. Tirmidzi)
Ayat dan hadis tersebut menegaskan bahwa doa bersama, persatuan dalam kebaikan, serta ikhtiar menjaga kemaslahatan bangsa merupakan bagian dari nilai-nilai Islam yang patut terus dijaga. Melalui zikir dan doa, umat diajak memohon pertolongan Allah SWT agar Indonesia senantiasa diberi keamanan, persatuan, dan keberkahan.*

Comment