Ekonomi

Rupiah Melemah, Ketergantungan Terbuka: Saat Perang Menguji Daya Tahan Ekonomi Indonesia

​Perspektif UBN

​Ada beberapa hal yang perlu diakui dengan jujur:

  1. ​Kelemahan Struktur Internal: Ekonomi kita melemah bukan hanya karena perang orang lain, tetapi juga karena kelemahan struktur kita sendiri. Selama Indonesia rentan terhadap gejolak energi global, kita belum cukup berdaulat dalam mengelola fondasi ekonomi strategis.
  2. ​Pentingnya Kedaulatan Pokok: Pelajaran terbesar adalah pentingnya memiliki kekuatan mandiri dalam sektor energi, pangan, logistik, industri dasar, dan daya tahan fiskal. Negara yang memiliki kontrol atas kebutuhan pokoknya akan lebih stabil saat dunia bergejolak.
  3. ​Kesadaran Strategis Masyarakat: Umat Islam dan masyarakat Indonesia perlu merespons krisis dengan kesadaran strategis, bukan sekadar emosi. Langkah jangka pendek yang diperlukan adalah disiplin keuangan keluarga, mengurangi pemborosan impor, dan memperkuat solidaritas sosial bagi kelompok rentan.
  4. ​Membangun Daya Tahan: Respons jangka panjang tidak cukup hanya dengan mengeluh terhadap aktor global. Krisis ini adalah seruan untuk membangun daya tahan umat dalam bidang produksi, teknologi, dan pendidikan strategis.
  5. ​Keberanian Berbenah: Bangsa ini tidak bisa terus-menerus menyandarkan keselamatan ekonominya pada harapan bahwa dunia akan selalu damai. Kita harus membangun daya tahan internal agar Indonesia tidak selalu menjadi penonton yang ikut menanggung “tagihan” dari konflik negara lain.

Pages: 1 2 3 4

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *