KUCHING, SARAWAK | UBN Newsroom — Jumat, 8 Rabiulawal 1448 H / 21 Agustus 2026 M.Sebanyak 108 sekolah di wilayah Serian, Sarawak, Malaysia ditutup sementara karena terimbas kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Indeks Pencemaran Udara (API) di kawasan itu melebihi ambang batas polusi.
Kondisi kualitas udara sangat tidak sehat
API melampaui 200
Penutupan dilakukan setelah Indeks Pencemaran Udara atau Air Pollutant Index (API) di Serian mencapai 202 dan Tebedu 212, menurut laporan Malay Mail, Rabu (12/8/2026). Angka API tersebut melampaui ambang batas yang ditetapkan dalam Rencana Aksi Kabut Nasional Malaysia.

Klasifikasi tingkat polusi
Untuk diketahui, indeks API nol hingga 50 menunjukkan kualitas udara yang baik, 51 hingga 100 sedang, 101 hingga 200 tidak sehat, 201 hingga 300 sangat tidak sehat, sedangkan pembacaan di atas 300 berbahaya.
Wilayah lain juga terdampak
Data portal Sistem Manajemen Indeks Pencemar Udara Malaysia (APIMS) menunjukkan, 10 wilayah tercatat mengalami kondisi udara yang tidak sehat. Ke-10 wilayah itu meliputi Samarahan, Serian, Kuching, Sri Aman, Sarikei, Mukah, dan Sibu di Sarawak. Serta Johan Setia (Selangor), Cheras (Kuala Lumpur), dan Minden (Penang). Kondisi udara di Sarawak berkisar antara 150–183 yang berarti tidak sehat.
Alasan penutupan sekolah
Langkah preventif untuk keselamatan
Wakil Perdana Menteri Sarawak sekaligus Ketua Komite Pengelolaan Bencana Negara Bagian (SDMC), Datuk Amar Douglas Uggah Embas, mengatakan penutupan sekolah dilakukan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan siswa serta personel sekolah.
Protokol resmi Malaysia
“Berdasarkan Rencana Aksi Kabut Nasional, yang berada di bawah yurisdiksi direktur Departemen Pendidikan Negara Bagian Sarawak, sekolah, taman kanak-kanak, dan tempat penitipan anak akan segera ditutup begian API mencapai 200,” kata JPBN Sarawak dalam sebuah pernyataannya.
Pembelajaran dialihkan ke sistem daring
Teaching and Learning from Home (PdPR)
Selama sekolah ditutup, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dari rumah melalui skema Teaching and Learning from Home (PdPR).
Pembelajaran di rumah dilakukan agar aktivitas belajar siswa tidak terganggu.
Pembelajaran terus berjalan
Kebijakan tersebut diambil untuk mengurangi paparan kabut asap terhadap siswa dan tenaga pendidik. Berdasarkan keterangan Komite Manajemen Bencana Sarawak, kebijakan penutupan sekolah telah diatur dalam Rencana Aksi Kabut Asap Nasional.
Penutupan berulang dalam dua pekan
Kali kedua dalam dua pekan
Insiden ini menandai kali kedua dalam kurun waktu dua pekan sekolah-sekolah di Sarawak terpaksa diliburkan akibat polusi udara. Pada pekan sebelumnya, sekitar 108 sekolah di wilayah Serian telah lebih dulu ditutup selama tiga hari setelah kualitas udara memburuk.
Penutupan meluas ke delapan distrik
Sekolah-sekolah di delapan distrik pendidikan diperintahkan untuk menghentikan kegiatan belajar mengajar tatap muka selama dua hari, terhitung sejak Kamis (20/8) hingga Jumat (21/8). Instruksi penutupan ini berlaku bagi seluruh sekolah yang berada di bawah naungan kantor pendidikan distrik Kuching, Padawan, Serian, Samarahan, Bau, Lundu, Sri Aman, dan Lubok Antu.
Asal asap dari Kalimantan
Titik panas di Kalimantan Barat
Kondisi ini juga terjadi salah satunya karena ribuan titik kebakaran hutan dan lahan terdeteksi di Kalimantan, Indonesia.
Pergerakan asap lintas batas
“Kualitas udara di negara ini hari ini mengalami penurunan, ditandai dengan meningkatnya jumlah wilayah yang mencatat indeks tidak sehat di Sarawak akibat pergerakan kabut asap dari berbagai arah,” kata Azuri Azizah Saedon, Timbalan Ketua Pengarah (Pembangunan) Jabatan Alam Sekitar (DOE) Malaysia. “Asap tebal hingga sedang teramati berasal dari kluster titik panas di Kalimantan Barat dan bergerak ke arah Sarawak.”
Faktor cuaca El Nino
Anomali iklim El Niño memicu lonjakan drastis titik panas dan mengancam habitat orangutan Kalimantan. Lonjakan polusi udara di kawasan perbatasan tersebut kini mencapai tingkat sangat tidak sehat akibat eskalasi titik panas yang terus meluas.
Konteks kebakaran hutan Kalimantan
Kabut asap Karhutla Kalimantan Barat meluas ke Malaysia hingga memaksa penutupan sekolah di Sarawak. Kebakaran hutan di Kalimantan Barat memicu kabut asap hingga melumpuhkan aktivitas sekolah di Malaysia.
Memasuki musim kemarau Agustus-September 2026, kawasan Kalimantan mengalami lonjakan kebakaran yang signifikan dengan ribuan hotspot terdeteksi, terutama di Kalimantan Barat.
Dampak lintas negara
Penutupan 108 sekolah di Sarawak merupakan bukti nyata bahwa kebakaran hutan di Indonesia berdampak langsung terhadap negara tetangga, tidak hanya mengganggu aktivitas pendidikan tetapi juga kesehatan masyarakat di wilayah perbatasan. Kondisi ini menunjukkan perlunya kerja sama regional dalam menangani bencana kebakaran hutan.
Perspektif UBN Newsroom
Menjaga kesehatan dan lingkungan lintas batas
Kabut asap akibat karhutla tidak mengenal batas administratif negara. Ketika kebakaran terjadi di satu wilayah, dampaknya dapat dirasakan masyarakat di wilayah lain melalui pencemaran udara, gangguan kesehatan, hingga terganggunya aktivitas pendidikan.
Penutupan sekolah merupakan langkah preventif untuk melindungi anak-anak dan tenaga pendidik dari paparan udara yang tidak sehat. Namun, penanganan jangka panjang tetap membutuhkan pencegahan kebakaran dari sumbernya, termasuk pengawasan tata kelola lahan, perlindungan kawasan gambut, pemantauan titik panas, serta kerja sama lintas negara.
Menjaga lingkungan sebagai amanah
Islam mengajarkan manusia untuk menjaga bumi dan tidak melakukan kerusakan. Lingkungan yang sehat merupakan bagian dari kemaslahatan yang harus dijaga karena dampak kerusakan lingkungan dapat memengaruhi kehidupan manusia dan makhluk lainnya.
Allah SWT berfirman:
وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِي
“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 56)
Karena itu, pencegahan karhutla merupakan bagian dari ikhtiar menjaga amanah Allah SWT. Menjaga hutan, lahan gambut, udara, kesehatan masyarakat, dan keselamatan generasi mendatang merupakan tanggung jawab bersama.
Menjaga Kalimantan, menjaga kehidupan
Penutupan 108 sekolah di Sarawak menunjukkan bahwa dampak karhutla Kalimantan telah meluas hingga lintas negara.
Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa pengendalian kebakaran hutan membutuhkan kerja sama yang berkelanjutan antara pemerintah, masyarakat, lembaga lingkungan, dan negara-negara di kawasan.
Pencegahan harus menjadi prioritas agar kebakaran tidak kembali berkembang menjadi persoalan kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan hubungan lintas batas.
Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.
Dukung operasional dakwah & jurnalisme peradaban
UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.
Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom dapat disalurkan melalui:
BSI 7779700091
a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.
UBN Newsroom — Strategic Islamic Newsroom.
Kebenaran yang teruji, narasi yang berakar pada wahyu.

Comment