SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agama
Home » KH Bachtiar Nasir: Seabad Cahaya Dari Negeri Di Atas Awan, Saatnya Menjadi Akar Bagi Masa Depan

KH Bachtiar Nasir: Seabad Cahaya Dari Negeri Di Atas Awan, Saatnya Menjadi Akar Bagi Masa Depan

BATUR, BANJARNEGARA | UBN Newsroom — Ahad, 10 Rabiul Awal 1448 H / 23

KH. Bachtiar Nasir, Lc., M.Μ., ulama dan pendakwah sekaligus pendiri serta pemimpin Ar-Rahman Qur’anic Learning (AQL) Islamic Center, mengajak masyarakat Batur menjadikan satu abad Madrasah Diniyah Muhammadiyah (MDM) Batur sebagai momentum memperkuat tauhid, pendidikan generasi, ketahanan bangsa, kepedulian sosial, dan penjagaan lingkungan.

Pesan tersebut disampaikan dalam kajian “Seabad Cahaya Dari Negeri Di Atas Awan” dalam rangkaian Milad 100 Tahun MDM Batur, Ahad (23/8/2026).

Di hadapan jamaah, KH Bachtiar Nasir mengibaratkan perjalanan MDM Batur seperti sebuah pohon. Seratus tahun perjalanan merupakan akar yang telah ditanam oleh generasi terdahulu, sementara generasi hari ini merupakan buah yang lahir dari akar tersebut.

MUI Dorong Kesiapan Pelaksanaan Wajib Halal Oktober 2026

Seratus Tahun, Empat Generasi Dan Sebuah Akar Peradaban

KH Bachtiar Nasir mengajak jamaah melihat kembali sejarah panjang MDM Batur sebagai bagian dari perjalanan pendidikan dan dakwah masyarakat.

Menurutnya, seratus tahun bukan sekadar angka, tetapi perjalanan lintas generasi yang menunjukkan adanya perjuangan, ketekunan, dan kontribusi nyata masyarakat dalam menjaga pendidikan Islam.

Ia mengibaratkan empat generasi sebagai rangkaian akar yang menghubungkan manusia hari ini dengan para pendahulunya.

«“Kita adalah buah, mereka adalah akar. Kalau memang kita adalah buah yang berkualitas karena ada biji yang berkualitas, maka teruslah tumbuh dan menanamlah. Jadilah akar hari ini untuk buah seratus tahun yang akan datang.”»

Prof Sudarnoto Dorong OKI Tindak Lanjuti Resolusi PBB untuk Palestina

Menurutnya, keberadaan MDM Batur hingga mencapai usia satu abad menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya memiliki slogan, tetapi juga memiliki sejarah, data, dan kerja nyata yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Tauhid Sebagai Akar Kebangkitan

Dalam kajiannya, KH Bachtiar Nasir menekankan bahwa kebangkitan umat tidak cukup hanya dengan jumlah umat Islam yang besar.

Menurutnya, persoalan mendasar bukan pada banyak atau sedikitnya orang yang mengucapkan syahadat, melainkan sejauh mana tauhid menjadi dasar dalam mengambil keputusan dan menjalankan kehidupan.

Ia mengingatkan agar kalimat La ilaha illallah tidak berhenti sebagai ucapan, tetapi menjadi prinsip yang membentuk cara berpikir, cara mengambil keputusan, cara mendidik keluarga, hingga cara membangun masyarakat.

Pemerintah Membatasi Penggunaan Gawai di Lingkungan Sekolah Binaan Kemenag

Tauhid, menurutnya, harus menjadi “sistem operasi” kehidupan.

Untuk menggambarkan hal tersebut, ia mengutip perumpamaan Al-Qur’an tentang kalimat yang baik seperti pohon yang baik: memiliki akar yang kokoh, cabang yang menjulang, dan menghasilkan buah.

Allah SWT berfirman:

«أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ ۝ تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا ۗ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ»

«“Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya menjulang ke langit. Pohon itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat.”
QS. Ibrahim [14]: 24–25»

KH Bachtiar Nasir mengajak jamaah bertanya kepada diri sendiri: apakah tauhid yang diucapkan telah benar-benar menghasilkan “buah” dalam kehidupan?

Menurutnya, kualitas tauhid dapat dilihat dari kualitas manusia, keluarga, pendidikan, kepedulian sosial, hingga kontribusi terhadap bangsa.

Pendidikan Generasi Adalah Menanam Akar

KH Bachtiar Nasir juga menekankan pentingnya pendidikan sebagai investasi jangka panjang.

Ia mengajak para orang tua tidak hanya memikirkan pendidikan akademik anak, tetapi juga memastikan nilai tauhid menjadi akar dalam pembentukan karakter mereka.

Menurutnya, anak-anak yang hari ini dididik dengan nilai-nilai Islam merupakan generasi yang akan menjadi “buah” bagi Indonesia dalam puluhan tahun mendatang.

Karena itu, orang tua perlu mengambil peran dalam mendidik anak agar tidak kehilangan arah di tengah derasnya pengaruh teknologi dan media sosial.

Ia mengingatkan bahaya lahirnya generasi yang terlalu bergantung pada gawai, malas bergerak, dan kehilangan kedisiplinan.

«“Jadilah akar hari ini untuk buah seratus tahun yang akan datang.”»

Pesan tersebut menjadi ajakan agar generasi hari ini tidak hanya menikmati hasil perjuangan para pendahulu, tetapi juga menyiapkan fondasi bagi generasi berikutnya.

Dari Batur Untuk Indonesia

Memasuki satu abad perjalanan MDM Batur, KH Bachtiar Nasir mengajak masyarakat memperluas makna perjuangan dari pendidikan menuju pembangunan ketahanan bangsa.

Ia menyinggung pentingnya ketahanan pangan, ketahanan energi, serta kelestarian hutan sebagai bagian dari kesiapan Indonesia menghadapi dinamika global.

Menurutnya, menanam pohon memiliki makna yang sama pentingnya dengan menanam generasi. Hutan yang dijaga akan memberikan manfaat bagi masyarakat di bawahnya, sementara generasi yang dididik dengan baik akan memberikan manfaat bagi bangsa di masa depan.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak menjadi pihak yang merusak lingkungan hingga menimbulkan bencana bagi orang lain.

Karena itu, menjaga hutan, menanam kembali pohon, memperkuat ketahanan pangan, dan mendidik generasi merupakan bagian dari ikhtiar membangun Indonesia yang lebih kuat.

Solidaritas Untuk NTT Dan Kalimantan

Kajian tersebut juga menjadi momentum untuk mengajak jamaah memperkuat kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi bencana.

KH Bachtiar Nasir mengajak masyarakat Batur memberikan dukungan bagi saudara-saudara yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan wilayah Kalimantan.

Menurutnya, masyarakat yang hidup dalam keadaan relatif aman dan nyaman memiliki tanggung jawab moral untuk membantu mereka yang sedang menghadapi musibah.

Kepedulian tersebut, menurutnya, tidak cukup berhenti pada doa, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata.

Semangat tersebut juga menjadi bagian dari pesan milad satu abad MDM Batur: bahwa pendidikan Islam harus melahirkan manusia yang tidak hanya saleh secara pribadi, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat.

Perspektif UBN Newsroom

Menjadi Akar Bagi Masa Depan

Seratus tahun MDM Batur menunjukkan bahwa sebuah lembaga pendidikan dapat bertahan ketika memiliki akar nilai yang kuat. Generasi hari ini bukan hanya penerima warisan, tetapi juga penentu apakah cahaya tersebut akan terus menyala seratus tahun berikutnya.

Tauhid harus melahirkan buah: ilmu, akhlak, pendidikan, kepedulian sosial, ketahanan pangan, penjagaan lingkungan, dan kontribusi bagi bangsa.

Di tengah dunia yang menghadapi konflik geopolitik, perang narasi, krisis pangan, energi, dan berbagai tekanan global, Indonesia membutuhkan generasi yang memiliki akar nilai kuat sekaligus kemampuan menghadapi perubahan zaman.

Mempersiapkan Masa Depan Dengan Ikhtiar

Allah SWT berfirman:

«يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ»

«“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
QS. Al-Hasyr [59]: 18»

Ayat tersebut mengingatkan bahwa masa depan tidak cukup hanya ditunggu, tetapi harus dipersiapkan melalui amal dan ikhtiar sejak hari ini. Karena itu, membangun pendidikan, menjaga lingkungan, memperkuat ketahanan bangsa, serta membantu masyarakat yang terdampak bencana merupakan bagian dari ikhtiar menanam kebaikan untuk generasi yang akan datang.

Menanam Kebaikan Sebagai Amanah

Islam mengajarkan bahwa kebaikan yang dilakukan manusia tidak berhenti pada dirinya sendiri. Ia dapat menjadi manfaat yang terus mengalir bagi generasi berikutnya.

Karena itu, pendidikan, menjaga lingkungan, membantu korban bencana, dan membangun ketahanan masyarakat dapat menjadi bagian dari amal yang menghadirkan kemaslahatan.

Generasi hari ini adalah buah dari akar yang ditanam para pendahulu. Maka tugas kita adalah menjadi akar yang baik bagi generasi seratus tahun berikutnya.

Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban

UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.

Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom dapat disalurkan melalui:

BSI 7779700091
a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam

Ikuti media sosial dan kanal UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban.

UBN Newsroom — Strategic Islamic Newsroom.

Kebenaran yang teruji, narasi yang berakar pada wahyu.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement