SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politik
Home » Gugum Ridho Putra Mundur dari Ketum PBB, Partai Ummat Juga Alami Pergantian Pimpinan

Gugum Ridho Putra Mundur dari Ketum PBB, Partai Ummat Juga Alami Pergantian Pimpinan

JAKARTA | UBN Newsroom — Sabtu, 11 Rabiulawal 1448 H / 29 Agustus 2026 M.

Gugum Ridho Putra, S.H., M.H., menyatakan berhenti dari jabatan Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) hasil Muktamar VI di Bali. Pernyataan tersebut disampaikan Gugum pada Rabu (26/8/2026) di Jakarta setelah melalui proses perenungan dan meminta nasihat dari berbagai kalangan.

Dalam pernyataan resminya, Gugum mengatakan keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kepentingan yang lebih besar bagi keberlangsungan PBB. Ia menilai tugas seorang pimpinan partai bukan sekadar mempertahankan roda organisasi, tetapi memastikan denyut perjuangan partai tetap hidup dalam perjalanan politik bangsa.

“Maka demi menjaga dan mempertahankan kepentingan yang lebih besar itu, dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab berdasarkan mandat Muktamar VI, dengan senantiasa bertawakal kepada Allah SWT, maka sejak hari ini, Rabu, tanggal dua puluh enam Agustus tahun dua ribu dua puluh enam, saya Gugum Ridho Putra, S.H., M.H., menyatakan berhenti dari jabatan Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang hasil Muktamar VI di Bali,” kata Gugum.

Gugum Ajak Kader PBB Hentikan Perselisihan

MUI Dorong Kesiapan Pelaksanaan Wajib Halal Oktober 2026

Gugum juga mengajak seluruh kader, anggota, dan keluarga besar PBB menghentikan berbagai bentuk perselisihan serta memperkuat perdamaian atau islah.

Ia mendorong pembangunan kembali PBB dengan berpegang pada prinsip demokrasi, meritokrasi, integritas, dan profesionalisme.

Menurut Gugum, berakhirnya sebuah jabatan tidak berarti berakhirnya perjuangan.

“Tidak ada istilah mentari terbenam bagi gagasan-gagasan perbaikan,” ujarnya.

Ia berharap keputusan tersebut membawa kebaikan bagi seluruh pihak dan membuat PBB tetap dapat memberikan kontribusi dalam kehidupan demokrasi Indonesia.

Prof Sudarnoto Dorong OKI Tindak Lanjuti Resolusi PBB untuk Palestina

Partai Ummat Juga Mengalami Pergantian Pimpinan

Pada hari yang sama, dinamika kepemimpinan juga terjadi di Partai Ummat. Majelis Syura Partai Ummat menerima pengunduran diri Ketua Umum DPP Partai Ummat Ridho Rahmadi dan Sekretaris Jenderal DPP Partai Ummat Taufik Hidayat.

Keputusan tersebut diambil dalam Musyawarah Majelis Syura ke-8 pada Rabu (26/8/2026) oleh Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Prof. Amien Rais.

Pengunduran diri keduanya telah diterima secara resmi sesuai ketentuan Bab VII Pasal 14 ayat (1) Anggaran Dasar Partai Ummat.

Amien menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi keduanya selama memimpin kepengurusan eksekutif pusat.

Pemerintah Membatasi Penggunaan Gawai di Lingkungan Sekolah Binaan Kemenag

Ansufri Sambo Ditunjuk sebagai Plt Ketua Umum Partai Ummat

Untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan, Majelis Syura menunjuk Ir. H. Ansufri ID Sambo sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum DPP Partai Ummat.

Sementara itu, Muhammad Sadiq ditetapkan sebagai Plt Sekretaris Jenderal DPP Partai Ummat.

Amien mengatakan kepemimpinan transisi tersebut akan mendapat mandat untuk melakukan konsolidasi organisasi secara nasional serta mempersiapkan perubahan administratif kepengurusan kepada Kementerian Hukum RI.

Amien juga memastikan Partai Ummat tetap solid dan meminta seluruh pengurus daerah serta kader menjalankan program kerja dan mendukung kepemimpinan transisi.

“Partai Ummat di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt) selaku pimpinan eksekutif yang baru tetap utuh, solid, dan berkomitmen penuh mengawal visi luhur partai dalam menegakkan keadilan serta memberantas kezaliman di Indonesia,” ujar Amien.

Perspektif UBN Newsroom

Jabatan Berakhir, Gagasan dan Pengabdian Berlanjut

Dinamika yang terjadi di PBB dan Partai Ummat menunjukkan bahwa pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari perjalanan sebuah organisasi.

Yang lebih penting bukan sekadar siapa yang menduduki jabatan, tetapi bagaimana proses pergantian tersebut menjaga persatuan, integritas, dan keberlanjutan perjuangan organisasi.

Sebagai seorang muslim kita dapat mengambil pelajaran dari pernyataan Gugum yang mengajak kader PBB menghentikan perselisihan dan memperkuat islah. Hal tersebut menunjukkan pentingnya menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi.

Begitu pula proses transisi di Partai Ummat perlu diarahkan pada konsolidasi dan penguatan organisasi agar pelayanan politik kepada masyarakat tetap berjalan.

Berdiri di Atas Kebenaran dan Keadilan

Islam mengajarkan bahwa amanah kepemimpinan harus dijalankan dengan keadilan dan tanggung jawab.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

«إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kamu menetapkannya dengan adil.”

QS. An-Nisa [4]: 58»

Ayat tersebut mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah. Ketika terjadi pergantian kepemimpinan, yang harus dijaga adalah keadilan, persatuan, dan kemaslahatan.

Catatan Redaksi

PBB (Partai Bulan Bintang) dan Partai Ummat merupakan dua partai politik yang berbeda. Gugum Ridho Putra dalam berita ini merupakan Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang hasil Muktamar VI di Bali, sedangkan Ridho Rahmadi merupakan Ketua Umum DPP Partai Ummat yang pengunduran dirinya diterima oleh Majelis Syura Partai Ummat. Kesamaan nama “Ridho” tidak menunjukkan bahwa keduanya merupakan tokoh yang sama.

Pemberitaan mengenai pergantian kepemimpinan kedua partai disusun berdasarkan pernyataan resmi dan informasi yang diberikan terkait keputusan masing-masing organisasi.

Dukungan Dakwah & Jurnalisme Peradaban

UBN Newsroom terus menghadirkan informasi dan analisis strategis mengenai umat, bangsa, politik, kebijakan publik, dan peradaban.

Dukungan terhadap operasional dakwah dan jurnalisme peradaban menjadi bagian dari ikhtiar menjaga keberlanjutan kerja informasi yang menghadirkan kebenaran yang teruji dan narasi yang berakar pada wahyu.

Dukungan dapat disalurkan melalui:

BSI 7779700091

a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam

Ikuti UBN Newsroom untuk mendapatkan informasi dan analisis strategis mengenai umat, bangsa, politik, dan peradaban.

UBN Newsroom — Strategic Islamic Newsroom.

Kebenaran yang teruji, narasi yang berakar pada wahyu.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement